• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Merananya Monumen Asian Beach Games

Nyoman Surya by Nyoman Surya
9 July 2012
in Kabar Baru, Sosial
0
2

MUBAZIR!! Mungkin itu salah satu kata tepat ketika melihat monumen Asian Beach Games 2008.

Museum ini terletak di sebelah utara Lapangan Lumintang, Denpasar di sebuah lapangan di area Taman Kota Denpasar. Kalau tidak salah monumen tersebut dibuat selain untuk memperingati Asian Beach Games 2008 yang waktu itu diselenggarakan di Bali juga panel penghitung mundur acara olahraga tersebut. Di sana bisa dilihat ada tulisan “Days”, “Hour”, “Minute” dan “Sec” yang tentunya pada waktu itu merupakan monumen keren bagi saya.

Selain terdapat panel penghitung mundur, wujud monumen tersebut juga terdapat sentuhan modern baik dari warna maupun fasadnya. Sesuatu yang sangat jarang saya jumpai di Bali. Apalagi monumen tersebut dibuat pemerintah yang biasanya sangat ketat dalam penggunaan sentuhan Arsitektur Tradisional Bali pada suatu bangunan. Tanya kenapa. 🙂

Setelah even olahraga tersebut selesai pada akhir Oktober 2008 dan Indonesia menjadi juara umum, saya pun bertanya-tanya monumen Asian Beach Games itu mau diapain? Setiap saya melewati monumen tersebut, saya bergumam dalam hati, “Ah, mungkin tahun depan baru direvitalisasi lagi, menunggu APBD atau apalah namanya.”

Setelah bertahun-tahun, kok monumennya tak diapa-apain. Dibersihkan pun tidak. Banyak coretan cat pylox dan lumut di bagian bawah monumen.

Lalu sebuah ide nyangkut di pikiran saya. Bagaimana kalau monumen tersebut dijadikan patokan waktu untuk daerah Denpasar dan sekitarnya. Misalnya memakai GMT (Greenwich Mean Time), jadi ya waktu GMT ditambah 8 jam (untuk WITA) sekalian menitnya juga disamakan. Jadi kita masyarakat Denpasar punya patokan waktu, dan tidak ada lagi perbedaan waktu diantara masyarakat Denpasar. Hal ini bisa juga membuat kita lebih disiplin dengan waktu. 🙂 [b]

Teks dan foto dari blog Nyoman Surya Indradi.

Tags: DenpasarFasilitas Publik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Nyoman Surya

Nyoman Surya

Lahir di bawah naungan Scorpio. Besar diantara orang-orang yang konyol, serius, pintar, bodoh dan lugu tetapi selalu menginspirasi dan bersatu dalam keberagaman

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Next Post
Mencegah Penularan HIV di Lokalisasi

Kontroversi Kondom, Lokalisasi, dan Jarum Suntik

Comments 2

  1. I Made Raka Teja says:
    14 years ago

    Kalau boleh tanya, sebelumnya ada ga tempat sebagai patokan waktu di Denpasar yang masih aktif sampai sekarang? karena memang terjadi perbedaan waktu di masyarakat kita, wlaupun cuma beberapa menit, tpi itu kan berharga sekali.

    Reply
  2. Nyoman Surya says:
    14 years ago

    Maaf baru sempat membalas bli Made. Sepertinya memang tidak ada patokan waktu di Denpasar. Walaupun ada, pemerintah tidak mensosialisasikan setau saya.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia