• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Merananya Monumen Asian Beach Games

Nyoman Surya by Nyoman Surya
9 July 2012
in Kabar Baru, Sosial
0
2

MUBAZIR!! Mungkin itu salah satu kata tepat ketika melihat monumen Asian Beach Games 2008.

Museum ini terletak di sebelah utara Lapangan Lumintang, Denpasar di sebuah lapangan di area Taman Kota Denpasar. Kalau tidak salah monumen tersebut dibuat selain untuk memperingati Asian Beach Games 2008 yang waktu itu diselenggarakan di Bali juga panel penghitung mundur acara olahraga tersebut. Di sana bisa dilihat ada tulisan “Days”, “Hour”, “Minute” dan “Sec” yang tentunya pada waktu itu merupakan monumen keren bagi saya.

Selain terdapat panel penghitung mundur, wujud monumen tersebut juga terdapat sentuhan modern baik dari warna maupun fasadnya. Sesuatu yang sangat jarang saya jumpai di Bali. Apalagi monumen tersebut dibuat pemerintah yang biasanya sangat ketat dalam penggunaan sentuhan Arsitektur Tradisional Bali pada suatu bangunan. Tanya kenapa. 🙂

Setelah even olahraga tersebut selesai pada akhir Oktober 2008 dan Indonesia menjadi juara umum, saya pun bertanya-tanya monumen Asian Beach Games itu mau diapain? Setiap saya melewati monumen tersebut, saya bergumam dalam hati, “Ah, mungkin tahun depan baru direvitalisasi lagi, menunggu APBD atau apalah namanya.”

Setelah bertahun-tahun, kok monumennya tak diapa-apain. Dibersihkan pun tidak. Banyak coretan cat pylox dan lumut di bagian bawah monumen.

Lalu sebuah ide nyangkut di pikiran saya. Bagaimana kalau monumen tersebut dijadikan patokan waktu untuk daerah Denpasar dan sekitarnya. Misalnya memakai GMT (Greenwich Mean Time), jadi ya waktu GMT ditambah 8 jam (untuk WITA) sekalian menitnya juga disamakan. Jadi kita masyarakat Denpasar punya patokan waktu, dan tidak ada lagi perbedaan waktu diantara masyarakat Denpasar. Hal ini bisa juga membuat kita lebih disiplin dengan waktu. 🙂 [b]

Teks dan foto dari blog Nyoman Surya Indradi.

Tags: DenpasarFasilitas Publik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Nyoman Surya

Nyoman Surya

Lahir di bawah naungan Scorpio. Besar diantara orang-orang yang konyol, serius, pintar, bodoh dan lugu tetapi selalu menginspirasi dan bersatu dalam keberagaman

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Mencegah Penularan HIV di Lokalisasi

Kontroversi Kondom, Lokalisasi, dan Jarum Suntik

Comments 2

  1. I Made Raka Teja says:
    14 years ago

    Kalau boleh tanya, sebelumnya ada ga tempat sebagai patokan waktu di Denpasar yang masih aktif sampai sekarang? karena memang terjadi perbedaan waktu di masyarakat kita, wlaupun cuma beberapa menit, tpi itu kan berharga sekali.

    Reply
  2. Nyoman Surya says:
    14 years ago

    Maaf baru sempat membalas bli Made. Sepertinya memang tidak ada patokan waktu di Denpasar. Walaupun ada, pemerintah tidak mensosialisasikan setau saya.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia