• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kontroversi Kondom, Lokalisasi, dan Jarum Suntik

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
10 July 2012
in Kabar Baru, Opini, Pendidikan
0
2

Kasus HIV/AIDS setiap tahuan semakin meningkat jumlahnya, termasuk di Bali.

Jumlah kasus HIV di Indonesia secara kumulatif dari tahun 1987 hingga Maret 2012 sebesar 82.870 kasus dan AIDS sebesar 30.430 kasus. Kasus paling banyak pada usia produktif 20-29 tahun. Perlu dilakukan upaya pencegahan komprehensif dalam penanggulangannya. Ada beberapa isu yang dapat menimbulkan kontraversi di masyarakat terkait kebijakan penanggulangan AIDS, yakni penggunaan kondom, lokalisasi dan anjuran jarum suntik di lapas.

Kebijakan penggunaan kondom pada remaja baru-baru ini menjadi isu kontroversial sehingga membutuhkan penjelasan menteri kesehatan lebih lanjut. Kondom adalah alat kontrasepsi sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mencegah penularan HIV lewat hubungan seksual. Kondom menjadi suatu isu kontroversial karena masih dipandang melegalkan seks bebas. Mempromosikan kondom bagi sebagian orang dianggap menganjurkan remaja untuk melakukan seks bebas. Hal ini tentunya menjadi perdebatan dan ditentang berbagai tokoh agama dan pemerhati sosial budaya. Bahkan belakangan menjadi perdebatan secara politis karena terkait kebijakan dan peraturan.

Sebenarnya program pemanfaatan kondom secara konsisten terbukti dapat menurunkan kasus HIV dan AIDS seperti di Thailand dengan program kondom 100%. Penularan HIV di Indonesia lebih banyak melalui hubungan seksual. Untuk itulah ada anjuran untuk menggunakan kondom.

Selama ini penggunaan kondom dirasa masih kurang sedangkan beberapa anak muda sudah melakukan seks bebas tanpa menyadari risikonya. Maka, kepada orang yang melakukan seks berisiko tersebut sebaiknya menggunakan kondom. Hal ini bertujuan mengurangi penyebaran HIV dan AIDS.

Lokalisasi
Selain penggunaan kondom juga ada isu lokalisasi dalam penanggulangan AIDS. Melakukan lokalisasi pada pekerja seks juga menjadi isu kontroversial. Dengan budaya timur dan berasaskan agama serta Pancasila, masyarakat kita tidak mengakui keberadaan tempat lokalisasi. Pekerja seks juga dilarang karena tidak sesuai norma agama, hukum dan sosial masyarakat Indonesia.

Selanjutnya daerah mana yang bersedia disebut sebagai daerah lokalisasi? Apalagi disebut sarang pekerja seks. Maka yang akan timbul adalah perlawanan dari berbagai lapisan masyarakat terhadap kebijakan tersebut.

Kebijakan lokalisasi sebenarnya bertujuan untuk mempermudah mengontrol keberadaan pekerja seks. Dengan demikian dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan. Kalau mereka mobilitasnya tinggi sering berpindah-pindah dan keberadaanya sulit di deteksi justru akan mempersulit untuk melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya. Hal ini justru mempercepat penyebaran HIV dan AIDS.

Oleh sebab itulah ada usulan untuk melakukan lokalisasi terhadap pekerja seks.

Program pemberian jarum suntik pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan sampai saat ini juga masih menjadi isu kontroversial. Di lembaga pemasyarakatan dilarang ada peredaran narkoba. Dengan demikian maka tidak perlu ada penggunaan jarum suntik untuk injeksi narkotika sehingga program pemberian jarum suntik steril pada napi dianggap tidak perlu. Bahkan beberapa menganggap memberikan jarum suntik terkesan menganjurkan penggunaan narkotika di lembaga pemasyarakatan.

Faktanya, banyak warga binaan pemasyarakatan tertangkap menggunakan narkotika dan psikotropika. Hal ini menunjukkan bahwa ada peredaran narkoba di lapas. Penggunaan narkotika secara bersama-sama tanpa jarum suntik steril dapat mempercepat penyebaran HIV. Hal itulah yang menyebabkan perlunya pembagian jarum suntik steril kepada warga binaan di lapas.

Hal ini mengingatkan kita kepada tokoh politik untuk berhati-hati dalam mengeluarkan isu politis terkait dengan kebijakan kesehatan terutam isu kontroversial karena akan berdampak politis. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS memang diperlukan program komprehensif. Namun, bukan berarti kita membuat keresahan di masyarakat. Program pencegahan HIV dan AIDS memerlukan kesadaraan semua pihak untuk bersama-sama melihat permasalahan dari perspektif kesehatan masyarakat.

Kesehatan Masyarakat
Hampir di setiap negara melarang prostitusi baik secara hukum maupun agama. Namun, kenyataanya, masih tetap ada dan berkembang di masyarakat walaupun beberapa yang terselubung. Sekarang ini kondisinya makin sulit dikontrol karena terselubung dan beberapa bersifat on call. Upaya mengubah perilaku masyarakat tidaklah mudah terutama untuk tidak melakukan kegiatan yang berisiko untuk tertular HIV.

Sampai saat ini HIV dan AIDS belum ada obatnya sehingga upaya pencegahan akan lebih efektif untuk penanggulanganya. Ibu rumah tangga yang ada di rumah juga dapat berisiko tertular apabila suaminya suka jajan di luar. Oleh sebab itu disarankan untuk mengetahui status HIV masing-masing pasangan sehingga bisa mencegah penularanya.

Penularan HIV melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma. Untuk itu kita dapat menghindarinya dengan rumus ABCDE. A (abstinancy) yakni tidak melakukan hubungan seksual berisiko. B (be faithful) yakni setia pada pasangan. C (use condom) mempergunakan kondom jika berhubungan seks berisiko. D (don’t use drug) jangan mempergunakan narkoba yang dapat meningkatkan perilaku berisiko apalagi berbagi jarum suntik tidak steril akan mempercepat penyebaran HIV. E (Education) memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan AIDS. [b]

Penulis adalah Dosen PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana.

Tags: BaliHIV dan AIDSKesehatanOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Mencegah Pariwisata Jadi Anak Durhaka

Ketika Pariwisata Menjadi Api bagi Bali

Comments 2

  1. adi says:
    14 years ago

    artikel ini mencerahkan tentang upaya penanggulangan AIDS selama ini memang penuh kontroversi

    Reply
  2. dude says:
    14 years ago

    om swastiastu..

    dude senang dgn tulisan anda. Karena HIV/AIDS adalah salah satu faktor yang menyebabkan kehancuran Bali diakan dtg semoga para generasi muda menjadi lebih sadar akan bahayanya. Virus ini akan dirasakan terkena setelah 5 tahun ke atas. rahayuu…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

11 July 2026
Garis Laut Mendekat, Garam Kusamba Terancam Punah

Garis Laut Mendekat, Garam Kusamba Terancam Punah

9 July 2026
Antida Sound Garden, Oase Musisi Lokal itu Membuka Ruang bagi Komunitas

Antida Sound Garden, Oase Musisi Lokal itu Membuka Ruang bagi Komunitas

9 July 2026
Gugatan Warga Bali Menuntut Perbaikan Tata Kelola

Gugatan Warga Bali Menuntut Perbaikan Tata Kelola

8 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia