• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengikuti Proses Pembuatan Tikar di Melali Ngis

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
23 October 2022
in Kabar Baru, Sosial, Travel
0
1

Oleh Satyanata

Foto: Dewa Wira

Akhirnya saya tahu bagaimana proses pembuatan tikar pandan yang selama ini saya jumpai di berbagai upacara di Bali. Tikar pandan yang biasanya digunakan sebagai alas untuk beberapa sarana upacara.

Di Desa Ngis kami berkesempatan menelisik proses pembuatan tikar pandan di Desa Ngis dipandu salah satu pengrajin tikar pandan di sana Walastri. Pembuatan tikar pandan ini memerlukan proses yang cukup lama untuk mendapatkan tikar pandan kualitas terbaik. 

Saya dan beberapa teman-teman Kelas Jurnalisme Warga (KJW) melihat bagaimana ibu Wayan Walastri dengan cakapnya membuat tikar pandan ini. Mulai dari mengambil daun pandan dari pohonnya, menghilangkan duri dari daun pandan. Menggulungnya sebelum dijemur untuk mendapat daun pandan yang bagus untuk dianyam.

Foto: Dewa Wira

Beberapa dari kami juga sempat mencoba bagaimana susahnya mengambil daun pandan yang berduri dari pohonnya serta menghilangkan duri tersebut. Memang mencoba melakukan hal itu tak semudah seperti yang terlihat, haha.

Membuat tikar pandan ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3 minggu agar daun mulai bisa dianyam karena menunggu keringnya daun pandan ini. Menurut Walastri tikar pandan ini selain digunakan untuk upacara, tikar ini juga terkadang dipakai sebagai alas tempat duduk di dalam rumah.

“Tikar ini bila digunakan didalam rumah awet digunakan lebih dari 1 tahun,” kata Walastri.

Foto: Dewa Wira

Kemungkinan tikar pandan ini akan tergantikan dengan berbagai tikar lainnya seperti tikar plastik, tikar anyaman benang dan lainnya. Sebab jauh lebih praktis dan mudah ditemukan di pasaran. Terlepas dari hal itu kelebihan dari tikar pandan ini adalah lebih ramah lingkungan karena bahannya organik tanpa campuran zat kimia lainnya.

kampungbet
Tags: melali ke desatikar pandan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Sisi Lain Tabanan di Melali ke Desa

Sisi Lain Tabanan di Melali ke Desa

16 October 2025
Mempertahankan Tikar Pandan di Tengah Maraknya Tikar Plastik

Mempertahankan Tikar Pandan di Tengah Maraknya Tikar Plastik

16 January 2025
Melali ke Desa Penatahan: Wisata Anti-Mainstream

Melali ke Desa Penatahan: Wisata Anti-Mainstream

8 February 2024
Sangkepan Satu Tahun Melali ke Desa

Sangkepan Satu Tahun Melali ke Desa

25 December 2023
Menikmati Kesegaran Berkah Tanah Kering di Desa Tembok

Menikmati Kesegaran Berkah Tanah Kering di Desa Tembok

10 October 2023
Warisan Budaya Pesangkepan Tilem di Desa Adat Mengani

Warisan Budaya Pesangkepan Tilem di Desa Adat Mengani

30 September 2023
Next Post
Stop Solusi Palsu di G20

Stop Solusi Palsu di G20

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia