• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menghidupkan 85 Titik Sumber Air di Pedawa

Yuli Supriyandana by Yuli Supriyandana
20 March 2025
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0


Penanaman pohon di sumber air kembali dilaksanakan di Kayuan (sumber air) Mayung sebagai bagian dari mengembalikan sumber air di Desa Pedawa. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaboratif lanjutan yang ke-3 antara Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Iwate dan Kayoman Pedawa yang didukung oleh The Greenery Fund (Midori no Bokin) dan Asia Environmental Alliance. Kegiatan pertama dilakukan pada Maret 2023 di Kayuan Gelunggang, sedangkan yang kedua dilakukan pada Maret 2024 di Kayuan Sukajati. Kegiatan kali ini juga melibatkan lebih dari 50 mahasiswa Prodi Pendidikan bahasa Jepang (PBJ) Undiksha dan Iwate University.

Kedua universitas ini secara rutin setiap tahun mengadakan kolaborasi internasional untuk memberikan kesempatan kepada kedua mahasiswa saling bertukar pikiran dan pandangan tentang fenomena lingkungan, pendidikan, dan sosial lainnya. Kegiatan kolaborasi kedua universitas ini dilakukan dalam dua pendekatan besar yakni, kolaborasi akademik dan non akademik. Kolaborasi akademik dilakukan dengan cara diskusi dan presentasi di mana mahasiswa dari kedua belah pihak diberi kesempatan untuk mempresentasikan satu fenomena tertentu utamanya yang menyangkut lingkungan, sosial dan budaya. Kolaborasi non akademik dilakukan dengan aksi nyata penanaman pohon di Kayuan Mayung, Desa Pedawa.


Aksi ini meruapakan kelanjutan dari kerja mahasiswa kedua universitas dalam menyikapi fenomena air yang ada di Desa Pedawa. Berdasarkan kajian dari Perkumpulan Wanayana Kayoman Pedawa (selanjutnya hanya disebut Kayoman), bersama Profauna Foundation menemukan bahwa setidaknya terdapat 85 titik sumber air di Pedawa. Akan tetapi hanya 10 persen sumber air yang mengairkan air yang bagus pada saat musim kemarau. Sumber-sumber air lainnya mengalami penurunan debit air dan bahkan kering pada musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh penebangan akibat alih fungsi lahan yang sangat massif untuk pembukaan lahan pertanian dan Perkebunan. Oleh karena itu kayoman Pedawa berkomitmen untuk menjaga dan mengembalikan sumber-sumber air yang ada di desa.


Desa Pedawa merupakan salah satu desa tua (desa Bali Aga) yang memiliki budaya unik dalam penggunaan air untuk sarana ritual adat. Setidaknya, menurut hasil kajian dari Sekolah Adat Manik Empul, terdapat 33 jenis air suci yang digunakan dalam ritual upacara adat yang dilaksanakan di desa Pedawa.


Kayoman sudah berkegiatan dalam pelestarian air sejak tahun 2016. Komunitas ini didirikan oleh I Wayan Sadyana, I Made Suisen, dan Putu Yuli Supriyandana pada 6 Desember 2016. Sejak saat ini, komunitas ini terus secara konsistem melakukan konservasi pada sumber-sumber air yang ada di Pedaawa. Selain melalui aksi nyata berupa penanaman pohon, kegiatan penyedaran tentang lingkungan dan air juga diakukan dengan metode edukasi bekerjasama dengan Pondok Literasi Sabih dan Sekolah Adat manik Empul desa Adat Pedawa.

Kayoman juga membuat film-film pendek bertemakan lingkungan untuk melindungi satwa dan air. Penasehat Kayoman Pedawa, Wayan Sadyana sekaligus dosen PBJ Undiksha, mengatakan bahwa tujuan kegiatan kolaborasi ini adalah untuk membangun kesadaran lingkungan pada mahasiswa, pemuda, dan warga Pedawa. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak muda Pedawa semakin melihat lagi kondisi diri dan lingkungan desanya. Bagi mahasiswa kegiatan untuk memantik mereka bahwa kompetensi mahasiswa bukan hanya nilai akademik semata, tepai juga kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan pemahaman lintas budaya kedua belah pihak (Indonesia dan Jepang). Namun demikian secara praktis kegiatan ini bertalian erat dengan program konservasi air yang ada di Desa Pedawa.

kampungbet
Tags: desa pedawakonservasi airkrisis air bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Yuli Supriyandana

Yuli Supriyandana

Related Posts

Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Refleksi Geologi Perkotaan dan Airtanah: Pemulihan atau Bayar Mahal di Masa Depan

Refleksi Geologi Perkotaan dan Airtanah: Pemulihan atau Bayar Mahal di Masa Depan

13 October 2025
Sumur Resapan dan Filter Air Limbah Rumah Tangga, Cara Mudah Konservasi Air

Sumur Resapan dan Filter Air Limbah Rumah Tangga, Cara Mudah Konservasi Air

5 September 2025
Bandung Rangki, Rumah Adat Desa Pedawa yang Kian Langka

Bandung Rangki, Rumah Adat Desa Pedawa yang Kian Langka

2 August 2025
Yeh Cacapan Semer, Sumber Kehidupan Warga Desa Pedawa

Yeh Cacapan Semer, Sumber Kehidupan Warga Desa Pedawa

1 August 2025
Menyusuri Sumber Air di Desa Pedawa

Menyusuri Sumber Air di Desa Pedawa

29 July 2025
Next Post
Ketika Koperasi Nelayan Maluku Mengenal Konsep Ngayah di Bali

Ketika Koperasi Nelayan Maluku Mengenal Konsep Ngayah di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia