• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengeluhkan Pelayanan Publik dengan Cerdas

Agus Sumberdana by Agus Sumberdana
1 August 2012
in Kabar Baru, Pelayanan Publik, Politik, Sosial
0
7
Kemacetan di kerobokan
Kemacetan di Jalan Raya Canggu Badung.

Informasi warga merupakan kekuatan utama BaleBengong sebagai portal jurnalisme warga. 

Kemajuan teknologi informasi khusunya perangkat internet bergerak (mobile) telah mendorong semakin banyak warga yang berpartisipasi dalam jurnalisme warga khususnya di Bali.

Tujuh dari sepuluh pengguna internet di Bali menggunakan perangkat internet bergerak untuk mengakses internet. Hal ini terungkap dari hasil survei perilaku pengguna internet di Bali yang dilakukan Sloka Institute.

Gambaran lain adalah banyaknya pengguna jalan raya yang melaporkan situasi jalan raya yang sedang mereka lalui ke akun @BaleBengong. Biasanya mengenai kemacetan, jalan rusak, penutupan atau pengalihan arus lalu lintas dan lain-lain. Seringkali laporan disertai dengan foto dan opini singkat.

Awal Juli 2012 lini masa Twitter @BaleBengong ramai oleh kicauan dan saran mengenai kemacetan di Bali. Hasil rekapan dan analisisnya telah menjadi tulisan sendiri di BaleBengong beberapa waktu lalu.

Di lain waktu, lini masa Twitter @BaleBengong ramai oleh keluhan-keluhan warga tentang pelayanan publik lainnya seperti; ngadatnya air PDAM, pemadaman listrik, pembuatan KTP, dan lain-lain. Tidak sedikit warga lainya yang aktif menggunakan twitter menanggapinya dengan memberikan pendapat, saran, dan solusi alternatif.

Fenomena ini juga diperkuat dengan temuan survei Sloka Institute, bahwa pengguna internet yang aktif menggunakan jejaring sosial 56,6 persen menulis status tentang pemikiran atau komentar terhadap isu aktual.

Lalu apakah keluhan, pemikiran, dan saran warga tersebut hanya berakhir sebagai bahan diskusi dan curhatan masal di @BaleBengong? Semoga saja tidak, karena kini warga dapat menggunakan formulir pengaduan pelayanan publik untuk menyampaikan keluhannya terkait dengan pelayanan publik di Bali dengan lebih lengkap di sini. 

Data tersebut akan digunakan untuk mengadvokasi keterbukaan informasi publik dan pelayanan publik dengan tahapan yaitu kompilasi laporan, publikasi media, dan disampaikan kepada pihak terkait, termasuk Kantor Perwakilan Ombudsman Bali. Harapannya melalui data keluhan yang tersusun sistematis dan disampaikan kepada pihak yang tepat akan menjadi awal perbaikan pelayanan publik di Bali.

Lalu bagaimana dan apa saja pelayanan publik itu? Berikut video sosialisasi Pelayanan Publik oleh Masayarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3). Semoga dapat membantu memahami pelayanan publik yang diatur Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Tags: BalebengongkemacetanPelayanan PublikSloka InstituteTwitter
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Agus Sumberdana

Agus Sumberdana

Sedang belajar menulis di balebengong.id. Belajar advokasi di Conservation International Indonesia, belajar mengembangkan usaha di http://www.balisign.com dan belajar berbagi di Siu Ajak Liu. Freelance Web and Graphic Designer.

Related Posts

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Tarif Parkir di Denpasar Naik, Apakah Pelayanannya Asyik?

Tarif Parkir di Denpasar Naik, Apakah Pelayanannya Asyik?

30 May 2024
Laporan Tahunan BaleBengong 2020

Silakan Baca Laporan Tahunan BaleBengong 2020

6 March 2021
Menjamurnya Tukang Parkir di Tengah Pandemi

Menjamurnya Tukang Parkir di Tengah Pandemi

23 January 2021
Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

Bali juga Pantau Distribusi Bansos COVID-19

13 June 2020
Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

3 June 2020
Next Post
Unduh Lagu Terbaru The Kantin, Inspirasi

Unduh Lagu Terbaru The Kantin, Inspirasi

Comments 7

  1. Dewi says:
    13 years ago

    Wohoooo…. one step forward! Ide ini keren Gus! untuk advokasi keluhan2 yang selama ini masyarakat keluhkan tentang bali dan menyampaikan ke pihak terkait. Tapi, untuk saat ini.. kita nggak lagi bisa menunggu phak lain (dlm hal ini pemerintah) untuk bisa melakukkan tindakan, at least menanggapi keluhan tersebut, syukur2 jika mau memperbaiki diri.

    Klo yang kulihat saat ini..aksi yang lumayan berhasil, selain memberikan tekanan pada pihak yg berwenang atas kebijakan, lebih penting lagi adalah aksi kita. Karena itu banyak sekali tumbuh social2 movement, yah karena kita ngga lagi bisa pasif menunggu. Perubahan dimulai dari diri kita.

    Sebenarnya ini juga sudah dikategorikan sbg social movement juga sih, yg jadi tantangannya kan menyambungkan gap online dan offline ya? Klo tentang itu,.. kita lihat dulu karakteristik pengguna internet di Bali dan tentunya keseluruhan karakteristik pengguna internet.

    Kenapa blog balebengong sepi komentar? Padahal twitternya sangat rame? Karena saat ini memang orang cenderung menyukai tulisan yg singkat atau full image sekalian deh. Isu ini akan ramai seandainya orang menyampaikan keluhannya semudah mereka ngetweet atau semudah mereka update status FB. How? mari kita bahas lanjutannya.. *nyeduh kopi*

    Reply
  2. Armika says:
    13 years ago

    starter point yang bagus! saya ancungi jempol untuk penggagas ide ini

    Yang mungkin perlu jadi masukan, bagaimana pesan ini bisa sampai ke masyarakat umum dengan “bahasa” mereka yang benar2 merakyat dan simple.
    Karena kadang (kadang lo ya, ini menurut saya pribadi) orang awam itu mulai “males” ketika berhadapan dengan istilah-istilah “berat” seperti dasar hukum, kajian politis and etc etc ,yang padahal mereka seharusnya tau dan mengertikan dengan baik tentang hal ini, dan endingnya karena merka ga ngerti akhirnya “koq ngomong” dan muncul budaya “pang gen be”

    dengan mengertikan rakyat umum dan menjelaskan ke mereka maksud dan tujuan ini, dengan bahasa mereka diharapkan budaya “koh ngomong” dan “pang gen be” bisa hilang, dan bisa lebih aktif dan kritis menjadi pengawas Pelayanan Publik

    Reply
  3. PanDe Baik says:
    13 years ago

    sulit dan lama… Jika memang mengharapkan pemerintah yang bergerak. Kalopun mau bergerak, sudah bisa ditebak… Biasanya asal jalan… Berada dalam sistem, sudah cukup memberi banyak pelajaran. Bahwa selama Pimpinan belum memiliki visi sejalan, jangan harap ide itu bisa terwujud… *sori, agak pesimis

    Reply
  4. bali bar solution & supplyer says:
    13 years ago

    proyek tdk ter manage dng bail,saling tumpang tindih.baru diaspal digali lagi utk kabel dll…jalan jd tdk mulus,pengguna jalan jd tdk nyaman…
    moga jadi pertimbangan utk dipikirkan & diatur biar lebih teratur sehingga hasilnya jd baik & sempurna.

    Reply
  5. Agus Lenyot says:
    13 years ago

    Keluhan Bli Pande setidaknya menyiratkan mengubah birokrasi perlu jalan panjang dan berliku. Tapi yang dilakukan Tulang setidaknya menjadi langkah awal dari jalan panjang yang lama dan sulit itu. Salut, Gus!

    Reply
  6. imadewira says:
    13 years ago

    Ngomong-ngomong, ini fotonya di depan gang rumah saya 😀

    Reply
  7. imadewira says:
    13 years ago

    Eh, keluhan saya tentang pelayanan Cetak SIM hilang di Poltabes Denpasar itu sudah masuk kan?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia