• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengajar Kelautan ke Anak-anak SD

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
18 March 2014
in Kabar Baru, Lingkungan, Pendidikan
0
0

dyatmika.foto.fadlik

Selepas istirahat pertama anak-anak bersiap masuk ke kelas.

Botol-botol minuman dijejer dekat pintu masuk. Sekolah Dyatmika di Denpasar memang membiasakan siswanya membawa minum dengan botol favorit masing-masing.

Kemarin pagi, tiga orang guru pendamping mengungkapkan prakata untuk membuka kelas. Dua orang dari Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) diminta untuk mengisi materi terkait kelautan. Hari ini 18 orang anak menatap harap bahwa materi yang disampaikan akan memuaskan.

Di tempat terpisah Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali mengungkapkan bahwa sekolah lain harus belajar dari Dyatmika agar tidak sungkan menerima pemateri dari luar sekolahnya. Hal ini justru memperkaya khasanah sekolah tersebut.

“Karena tidak semua sekolah memiliki guru guru pakar di bidangnya,” ungkap Catur Yudha Hariani dalam perjalanan mengisi materi ke Sekolah Anak Emas di Denpasar.

Sekolah Dyatmika memiliki program dua bahasa, Indonesia dan bahasa Inggris. Siswa didorong untuk memiliki pemikiran kritis serta keterampilan kreatif.

Seiring dengan tekad itulah sekolah Dyatmika merangkul LINI untuk isu isu kelautan. Hal ini adalah kerja sama kedua kalinya setelah tahun lalu menjangkau kelas lima SD.

Sebagai sapaan pembuka seorang fasilitator menyapa siswa, Halo.. hai, Hai.. Halo.

Materi disampaikan oleh Putu Widyastuti sebagai peneliti laut. Terlihat pengalamannya dalam menyampaikan. Meski usia terpaut jauh dengan anak-anak SD, namun gaya bahasa Putu disesuaikan dengan anak-anak. Terbukti anak anak banyak yang antusias.

Banyak sekali istilah sulit yang disederhanakan seperti nama latin yang diubah menjadi nama lokal. Hal ini sebagian metode agar anak-anak terus mau mengamati.

Selama dua jam belajar, fasilitator juga menyiapkan permainan sesuai materi yang disampaikan. Putu memainkan permainan “Who am I” permainan di mana satu per satu ciri-ciri hewan laut disebutkan, kemudian anak-anak menyebutkan hal yang ditanyakan.

Maka, 18 anak pun berebut. Jari telunjuknya lama kelamaan mendekati fasilitator. Semua berdesakan seraya ingin ditunjuk untuk mengungkapkan jawabannya. “Siapakah aku, bentuknya bulat berwarna hitam, permukaannya berduri dan memakan karang?”

Anak anak berebut. Fidel menebak Star Fish. “Bukan itu,” ungkap Putu. Satu anak berteriak menyebutkan “Babi guling”, spontan 17 anak tertawa. Guru-guru pun tak kuat menahan tawa. Satu pun tak ada yang marah mendengar satu anak keliru menjawab.

Jawabannya “Bulu Babi” sayang.

Selain permainan “Who am I”, fasilitator menyiapkan dua permainan lain, yakni Polip-Koloni-Ombak serta Predator Hunting. Tak terasa waktu yang disiapkan dua jam dirasa kurang.

Usai penyampaian materi Kepala Sekolah menyatakan antusiasnya dan ingin bekerja sama lagi di lain waktu. [b]

Tags: DenpasarLingkunganPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Jejak Unik Puisi-Fotografi IB Darmasuta

Jejak Unik Puisi-Fotografi IB Darmasuta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
Gerakan Masa Subur 25 Seniman Perempuan

“Perang Gender”: Halusinasi di Era Matinya Kepakaran untuk Membungkam Analisis Gender Struktural

5 June 2026

Pengetahuan Pangan Lokal Dijaga Bersama, Tak Hanya oleh Petani

4 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia