• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, August 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menebus Kekesalan Memuaskan Pelanggan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
8 December 2009
in Kabar Baru, Opini, Travel
0
0

Pesawat Garuda

Teks dan Foto Anton Muhajir

Tentu saja saya kesal. Saya sudah mempersiapkan perjalanan ke Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut jauh-jauh hari. Mengatur jadwal, menghubungi narasumber, sewa mobil untuk jemput dari bandara, dan seterusnya. Namun semua jadwal yang sudah rapi jali itu jadi berantakan karena pesawat Garuda yang akan saya tumpangi batal berangkat.

Parahnya, informasi pembatalan itu pun baru diberikan terlambat sekitar 30 menit dari jadwal yang tertulis di kartu check in. Maka saya harus memberitahukan itu ke semua orang yang sudah saya hubungi sebelumnya terkait dengan rencana liputan tersebut. Pembatalan itu membuat saya kerepotan.

Salah satu hal yang menyebalkan dari pembatalan ini adalah karena saya sudah pesan mobil untuk menjemput di bandara. Mobil ini berangkat dari Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU ke Kupang hanya untuk menjemput saya. Jarak dari Kefamenanu ke Kupang sekitar 200 km. Perlu waktu sekitar empat jam karena jalan yang berkelok-kelok. Eh, jauh-jauh ke Kupang, ternyata penjemputan ini batal.

Saya memaklumi pembatalan ini karena memang bukan kesalahan Garuda. Pembatalan ini terjadi karena pengelola Bandara El Tari di Kupang belum bisa meminggirkan pesawat Merpati yang sehari sebelumnya tergelincir di landasan. Maka seluruh penerbangan ke Kupang pun batal, termasuk Garuda.

Tapi saya masih sebal karena tidak ada informasi yang jelas apalagi permintaan maaf dari pihak Garuda. Cuma ada informasi bahwa penumpang dipersilakan menghubungi konter check in Garuda. Ketika saya tanya ke konter pun tidak ada informasi jelas. Saya disuruh tanya ke salah satu petugas yang lain. Sudah jadi korban pembatalan eh masih dipingpong.

Untungnya Garuda menebus pembatalan itu dengan imbalan yang tak hanya menghilangkan kekesalan tapi juga meninggalkan kesan tentang pelayanan yang memanjakan pelanggan.

Dari bandara semua penumpang yang batal terbang, termasuk saya, dibawa ke Hotel Sanur Beach di kawasan Semawang, Sanur. Hotel bintang lima ini memang milik grup Garuda Group. Kami diinapkan di hotel mewah ini untuk menunggu sampai ada kejelasan kapan akan berangkat.

Kami pun mendapat pelayanan layaknya tamu hotel biasa. Tidak ada bedanya antara tamu yang “terpaksa” diinapkan di sana dengan tamu yang lain. Saya misalnya mendapat satu kamar Superior yang saya cek harganya di internet mencapai US $ 150 atau sekitar Rp 1,5 juta.

Kamar itu untuk saya sendiri. Wah, tentu saja penggantian yang luar biasa. Jadi saya bisa panggil anak istri untuk menginap gratis malam itu di hotel bintang lima. Hehe..

Di hotel, kami juga bisa menikmati semua fasilitas seperti halnya tamu lainnya, termasuk menikmati sajian tari api (fire dance) yang baru kali ini kami tonton.

“Kalau bukan karena pembatalan penerbangan, belum tentu kita bisa menikmati hotel semewah ini,” kata salah satu penumpang. Betul, Pak.

Saya hitung-hitung biaya untuk menginap itu berarti hampir dua kali lipat dari biaya yang saya bayar untuk beli tiket seharga sekitar Rp 800 ribu. Artinya kalau dihitung secara ekonomi, Garuda jelas rugi akibat pembatalan apalagi dengan penggantian layanan ini.

Nyatanya Garuda mengambil kerugian itu demi kepuasan pelanggan. Ya memang masih ada beberapa masalah, antara lain tidak adanya pernyataan minta maaf akibat pembatalan tersebut serta acak adutnya pelayanan check in esok harinya. Tapi bagi saya penggantian yang sudah diberikan lebih layak dikenang daripada masalah-masalah itu..

Tags: BaliPariwisataPerjalanan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post

Selebihnya, Biarkan Koin yang Bicara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

23 August 2026
Jalan Panjang Desa Adat Mengelola Sumber Kehidupan Alas Mertajati

Penolakan pada Rencana Pemekaran Desa Tamblingan atas Nama Pemerataan Pembangunan

22 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia