• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menantang Karang Bergoyang Pantai Suluban

Anton Muhajir by Anton Muhajir
16 July 2011
in Berita Utama, Travel
0
2

Usaha ekstra itu akan terbayar ketika sudah di atas karang. Foto Anton Muhajir.

Bosan dengan pantai landai tanpa tantangan? Berkunjunglah ke Pantai Suluban di kawasan Bali selatan.

Ujung Bali selatan merupakan daerah tinggi dengan karakter bukit bertebing. Misalnya di Uluwatu, Pecatu, dan Jimbaran. Daerah ketinggian ini bertemu dengan pantai. Maka, jadilah pantai dengan tebing tinggi yang menghadirkan tak hanya keindahan tapi juga tantangan tersendiri bagi penikmat perjalanan.

Ada beberapa pilihan pantai menantang di Bali selatan ini. Antara lain pantai Pecatu, Padang-padang, Suluban, Bali Cliff, Timbis, dan seterusnya. Tapi, pas libur Galungan pekan lalu, saya hanya berkunjung ke dua tempat, Suluban dan Timbis.

Soal Timbis kapan-kapan saja. Kali ini saya cerita tentang Pantai Suluban saja.

Warga setempat sebenarnya menyebut tempat ini dengan nama Pantai Uluwatu. Alasannya, pantai ini memang berada di kawasan Pura Luhur Uluwatu, salah satu pura besar di Bali. Namun, banyak yang lebih menyebut nama pantai ini dengan nama Pantai Suluban. Ada pula yang menyebutnya Pantai Blue Point, merujuk pada salah satu nama hotel di kawasan ini.

Pura Uluwatu bisa menjadi petunjuk paling gampang jika ingin ke pantai ini. Orang yang pertama kali ke Suluban tinggal mengikuti jalan raya dari Jimbaran ke arah Uluwatu dengan jarak tempuh 30-45 menit.

Persis sebelum pintu masuk kawasan Pura Uluwatu, ada pertigaan ke kanan. Jalan raya ini ke dua lokasi, yaitu Pantai Suluban dan Pantai Padang-padang. Ada petunjuk jalan sangat jelas dengan nama dua pantai tersebut. Jadi, tak usah ragu kesasar.

Seperti juga pantai lain di Bali, tak perlu bayar jika masuk pantai ini. Cuma, bayar parkir Rp 3.000 juga mahal, apalagi tanpa bukti pembayaran. Tapi, ya sudahlah. Anggap saja berderma pada warga lokal yang menjaga pantai tersebut.

Pantai berjarak sekitar 200 meter dari tempat parkir ini dengan jalanan menurun lumayan miring. Namun, anak tangga memudahkan pengunjung yang melewatinya. Usai menuruni anak tangga sepanjang kira-kira 50 meter ini, pengunjung masih harus turun lagi dengan tangga lebih sempit dan kecil.

Begitu melewati tangga ini, sampailah kita di pantai.

Karang Bergoyang
Tapi, ini bukan pantai landai semacam Sanur atau Kuta. Ini pantai dengan karang-karang mengelilinginya. Tempat di mana kita berada saat baru turun dikepung goa-goa karang yang terbentuk dari kuatnya ombak di sini. Dari pantai dengan tombak keras inilah, para surfer ke laut dengan papan surfingnya untuk menaiki ombak.

Daya tarik Pantai Suluban tak hanya goa-goa karang ini. Di antara karang-karang setinggi sekitar 10 meter itu, ada anak tangga naik ke bagian lain. Karena sempitnya tangga, maka harus antri kalau lewat tangga ini. Perlu usaha ekstra untuk lewat tangga ini.

Namun, usaha ekstra itu akan terbayar ketika sudah di atas karang. Ombak biru membentang terlihat dari atas karang. Asyiknya lagi di atas karang-karang ini ada gubuk permanen untuk pengunjung. Jadi, pengunjung bisa menikmati birunya laut lepas, serunya ombak berkejaran, dan riuhnya laut oleh puluhan atau bahkan ratusan surfer sambil berteduh.

Di salah satu karang malah ada kursi tempat berjemur layaknya di Kuta atau Sanur. Padahal, ketika saya ke sini setahun lalu, di atas salah satu karang itu masih kosong. Rupanya, Suluban terus berkembang.

Berdiri di atas karang ini juga menimbulkan sensasi sendiri ketika ombak besar menerjang karang. Ombak sekitar 20 meter di bawah ketinggian karang itu seperti menggoyang karang.

Di atas karang ini pula, kita bisa melihat tebing di kiri dan karang di kanan. Sementara itu, di belakang sana restoran, kafe, hotel, toko souvenir, dan semacamnya terus bertambah banyak di tempat yang kian ramai oleh surfer maupun pengunjung biasa ini.

Maka, ke tempat inilah kita sebaiknya menuju jika sudah selesai menikmati ombak dari atas karang. Di sini kita bisa beristirahat sambil minum dan lanjur menikmati ombak berkejaran saling menderu.. [b]

Tags: BadungPantaiTravelTravelingWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Next Post
Tolak Bus dan Motor Besar di Bali

Transportasi Umum di Bali Akankah Tinggal Mimpi?

Comments 2

  1. .gungws says:
    15 years ago

    *krik…krik…* saya mau beli tebing disana ah..pake pajangan di ruang tamu dirumah…

    Reply
  2. gustulang says:
    15 years ago

    Bagian mananya yg bergoyang ya?

    Reply

Leave a Reply to .gungws Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia