• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Memecah Mitos Membiarkan Kemasan Air Minum Plastik di Sema Desa Tigawasa

Ni Nyoman Ayu Prabadewi by Ni Nyoman Ayu Prabadewi
19 August 2026
in Budaya, Kabar Baru, Lingkungan, Opini
0
0
Upacara penguburan di Desa Tigawasa.

Desa Tigawasa merupakan salah satu desa tua yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, dan termasuk dalam kelompok Desa Bali Aga yang masih mempertahankan adat, budaya, serta tradisi leluhur. Selain memiliki kekayaan budaya, Desa Tigawasa juga dikenal karena masyarakatnya yang masih menjaga kelestarian hutan dan lingkungan alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik upaya pelestarian tersebut, Desa Tigawasa masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah. Di Desa Tigawasa, masyarakat masih mempertahankan tradisi pemakaman yang diwariskan secara turun-temurun. Berbeda dengan sebagian besar masyarakat Hindu di Bali yang melaksanakan upacara kremasi (kuburan), masyarakat Desa Tigawasa tidak membakar jenazah, melainkan menguburkannya di sema (kuburan) desa.

Keunikan lainnya adalah keberadaan setra Desa Tigawasa yang berwujud kawasan hutan alami. Hutan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga memiliki nilai adat, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat. Keberadaan hutan sema (kuburan) ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Desa Tigawasa dalam menjaga keseimbangan antara tradisi, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian lingkungan. 

Salah satu permasalahan yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya penggunaan air minum dalam kemasan plastik saat pelaksanaan upacara penguburan di sema (kuburan) Desa Tigawasa. Setelah upacara selesai, banyak kemasan plastik yang ditinggalkan begitu saja sehingga menumpuk menjadi sampah. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih lebih berfokus pada kelancaran pelaksanaan upacara tanpa diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Penumpukan sampah plastik dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kesakralan area sema (kuburan). Ketut Sujana, salah satu masyarakat Desa Tigawasa, menceritakan kondisi sema (kuburan) di Tigawasa sangat memprihatinkan sejak adanya warga desa yang membawa air  dalam kemasan plastik saat proses upacara penguburan. Kejadian ini terjadi karena warga percaya bahwa apa yang sudah di bawa ke dalam sema (kuburan) akan membawa petaka seandainya itu di bawa ke rumah. Hal ini menyebabkan di setiap lokasi sema (kuburan) banyak kemasan minuman plastik.

Hingga saat ini, permasalahan sampah yang terdapat di kawasan sema (kuburan) Desa Tigawasa masih belum mendapatkan penanganan atau tindak lanjut yang memadai. Akibatnya, sampah terus menumpuk di beberapa titik dan berpotensi mengganggu kebersihan, kelestarian lingkungan, serta kesakralan kawasan sema yang memiliki nilai adat dan budaya bagi masyarakat Desa Tigawasa. 

(Tulisan ini merupakan karya peserta Workshop Menangkal Disinformasi Iklim berkolaborasi dengan IDJN dan IMS)

Tags: desa tigawasapengelolaan plastikprosesi penguburanpulihkan bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Nyoman Ayu Prabadewi

Ni Nyoman Ayu Prabadewi

Related Posts

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Jalan Panjang Desa Adat Mengelola Sumber Kehidupan Alas Mertajati

Penolakan pada Rencana Pemekaran Desa Tamblingan atas Nama Pemerataan Pembangunan

22 August 2026
Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

21 August 2026
Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

21 August 2026
Next Post
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Dilema Energi Bali: PSEL di tengah Ambisi Bali Pulau 100% Energi Terbarukan pada 2045

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

4 September 2026
Navicula Merilis “Berburu Penyihir” tentang Kriminalisasi Aktivis

Navicula Merilis “Berburu Penyihir” tentang Kriminalisasi Aktivis

4 September 2026
Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

3 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia