• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Memburu Dolar di Tengah Sampar

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
11 August 2020
in Berita Utama, Kesehatan
0
1
Seorang petugas saat menyemprotkan disinfektan ke fasilitas wisata di pantai Karang Sanur. Foto Zul Edoardo.

Mesuryak…. hu! Mesuryak… hu!

Demikian aba-aba ajakan yel-yel di microphone Pura Besakih. Mengikuti sebuah prosesi Yadnya Pemahayu Jagat saat Gubernur Bali dan pejabat lain. Mereka membawa benda sakral dalam situasi berdesak-desakan. Prosesi ini juga diikuti warga yang ikut persembahyangan saat Purnama Kasa, 5 Juli lalu.

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin persembahyangan untuk mulai era pelonggaran pembatasan kegiatan yang disebutnya dengan istilah Tatanan Kehidupan Era Baru. Salah satu yang ditekankan dalam tatanan era baru ini adalah pembukaan sejumlah tempat publik dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker, rapid test bagi pekerja lokasi tempat hiburan dan wisata, dan lainnya.

Namun di Pura Besakih sendiri, Gubernur tidak bisa menunjukkan kesiapan protokol ini. Salah satu lokasi cuci tangan tidak terisi air, hanya sebagian yang menggunakan masker sepanjang ritual, dan tidak ada pengaturan jarak minimal satu meter.

Spanduk-spanduk imbauan banyak terpasang, namun saat itu suasana di pura seperti kondisi biasa sebelum pandemi. Bahkan saat sesi foto bersama para pejabat pun ada sesi membuka masker.

Artikel selengkapnya silakan klik liputan mendalam di bawah ini:

Memburu Dolar di Tengah Sampar

kampungbet

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

15 July 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Insinerasi PSEL di Bali Diklaim Nol Emisi

15 July 2026
Next Post
Memahami Lebih Jauh Pariwisata Medis

Memahami Lebih Jauh Pariwisata Medis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia