• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Melali ke Segara Rupek, Kepalanya Pulau Bali

Putu Dedy Pratama by Putu Dedy Pratama
17 February 2013
in Berita Utama, Travel
0
2

segara-rupak01

Jarak terdekat Bali dan Jawa ini masih indah dan alami.

Jika berita sebelumnya membahas perjalanan di buntutnya Pulau Bali, maka sekarang mari menengok sejenak ke kepala Bali. Kepala Bali ini berada di ujung barat Pulau Bali. Mungkin pembaca sekilas berpikir tentang Gilimanuk.

Sedikit orang yang tau bahwa ujung barat Pulau Bali adalah Segara Rupek. Dinamakan demikian karena di sini terdapat Pura Segara Rupek. Di sinilah konon menurut lontar Babad Arya Bang Pinatih, Dang Hyang Sidhimantra melakukan yoga semadi ke hadapan Sang Hyang Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni. Kemudian Dewata menitahkan untuk menggoreskan tongkat beliau tiga kali ke tanah. Tepat di daerah ceking geting.

segara-rupak02Akibat goresan itu air laut pun terguncang, bergerak membelah daratan. Maka, daratan Bali dan tanah Jawa yang semula satu itu pun terpisah oleh lautan. Lautan itu dinamakan Selat Bali. Jika dilihat di peta, daerah ini merupakan tempat yang terdekat dengan Pulau Jawa. Tujuan pemisahan ini untuk melindungi kesucian pulau Bali.

Jarak pesisir Pantai Segara Rupek dengan Pulau Jawa hanya sekitar 2,5 km. Ini lebih sempit daripada dari Gilimanuk ke Pulau Jawa yang mencapai 4,5 km.

Segara Rupek terletak di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan termasuk ke dalam kabupaten Buleleng. Jalan yang ditempuh untuk mencapai kawasan ini cukup sulit. Kita harus menepuh jarak sekitar 15 km dari jalan utama (Gilimanuk-Singaraja) dengan kondisi jalan sempit dan berbatu tanpa aspal.

Di perjalanan Anda akan mejumpai sekumpulan kera hingga mencapai ujung jalan di kawasan Pura. Jika beruntung Anda bisa melihat menjangan sejenis rusa yang dilindungi.

Jalan ini biasanya cukup ramai apabila pada saat rerainan apalagi bersamaan dengan hari libur nasional. Akan lebih ramai jika ada piodalan di Pura Segara Rupek yaitu pada Anggara Umanis, Wuku Uye.

Apabila perjalan ditemuh dengan mobil maka akan memakan waktu hingga 40 menit untuk mencapainya. Namun, dalam perjalanan Anda dapat menikmati udara segar dari hutan Bali Barat, binatang-binatang taman nasional, dan panorama pantai yang berbeda.

Tidak seperti pantai-pantai umumnya di Bali, pantai di wilayah ini masih belum terjamah hotel dan restoran. Pantainya bersih ombaknya sangat tenang dengan pasir putih yang indah. Sangat sedikit aktivitas manusia di pantai.

Dari sini Anda dapat melihat aktivitas lalu lalang kapal yang melintasi Selat Bali maupun nelayan yang mencari ikan. Tempat ini sengaja dibiarkan tidak terjamah oleh aktivitas bangunan. Bahkan pada beberapa tempat ada area yang tidak boleh dimasuki masyarakat umum karena merupakan wilayah taman nasional. [b]

Foto-foto Putu Dedy Pratama.

Tags: JembranaTravelTraveling
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Putu Dedy Pratama

Putu Dedy Pratama

Related Posts

UMKM Terseok-Seok Hadapi Penataan di Pantai Sanur

Inilah Proyek Investasi Daerah Bali

23 August 2025
Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

13 June 2025
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Memperbaiki Kesalahan Masa Lalu pada Hutan Yehembang Kauh

Memperbaiki Kesalahan Masa Lalu pada Hutan Yehembang Kauh

19 April 2021
Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

16 April 2021
Next Post
Pengumpan Trans Sarbagita Siap Melayani Anda

Pengumpan Trans Sarbagita Siap Melayani Anda

Comments 2

  1. Anton Muhajir says:
    13 years ago

    duluuuuuu banget pernah masuk sampai pedalaman TNBB dan tiba di pantai. lupa apa namanya. tapi, kalau lihat foto-foto ini sepertinya sih sama, segara rupek. asyik karena pasirnya putih dan masih sepi.

    semoga kapan2 bisa ke sana lagi. itu bebas untuk umum kan ya? waktu itu sih ke sana bareng temen2 WWF dan orang TNBB. 🙂

    Reply
    • Putu Dedy Pratama says:
      13 years ago

      Ada beberapa tempat yang tidak boleh dimasuki umum (nanti ada tandanya kok). Mungkin kalau bareng orang TNBB boleh ya?

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia