• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mari Dukung Anak-anak Terinfeksi HIV

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
4 December 2011
in Berita Utama, Kabar Baru
0
1
Orang dengan HIV/AIDS saat dirawat di rumah sakit. Foto Anton Muhajir.

Anak-anak terinfeksi HIV di Bali sangat mengandalkan uluran tangan warga.

Hingga kini tak ada anggaran khusus untuk anak-anak dari pemerintah secara berkelanjutan. “Kami harus membuat sejumlah penggalian dana terus menerus untuk 9 anak HIV positif yang kami dampingi. Tiga di antaranya sudah meninggal karena kekurangan gisi dan sulit mengakses pelayanan kesehatan,” ujar Novita E. Wuntu, aktivis Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Bali.

Novita mengatakan hingga kini YCUI kerap membuat proposal bantuan ke perusahaan atau lembaga kemanusiaan lain khusus untuk bantuan anak-anak positif HIV di Buleleng, Ubud, dan Denpasar itu.

Ia mengatakan bantuan Komisi Penanggulangan AIDS Bali hanya berusia setahun pada 2010. Saat itu ada 100 anak positif dan terdampak yang mendapat bantuan uang beasiswa, nutrisi, beras, telur dan lainnya tiap bulan. Orang tua mereka positif.

YCUI ketika itu mendampingi lima anak positif di Buleleng yang mendapat bantuan ini. “Bantuan ini sangat membantu, karena nyaris semuanya sangat miskin dan tidak punya dana khusus untuk makanan yang lebih baik,” katanya.

Sayangnya bantuan itu terhenti. Pada 2011 ini YCUI mengandalkan bantuan musiman dari donator. Misalnya, bantuan susu dari Bank Commonwealth dan sejumlah warga yang bersimpati.

Di Buleleng baru terjangkau dua anak-anak positif HIV yang kehilangan kedua orang tuanya karena HIV. Seorang anak laki-laki sudah diasuh sebuah lembaga peduli anak dan seorang lagi diasuh pamannya. “Anak-anak dengan HIV sangat rentan sakit seperti batuk dan sesak nafas karena itu perlu bantuan yang pasti,” kata Novita yang bertugas mendampingi ODHA mengakses obat di rumah sakit ini.

Lebih Senang
Akhir pekan lalu, sejumlah lembaga peduli perempuan dan anak menyerukan kampanye perlindungan bagi perempuan dan anak yang terdampak HIV/AIDS di Bali. Salah satunya penyediaan antiretroviral (ARV) sirup untuk anak-anak dan memastikan akses kesehatan yang non diskriminatif.

Komitmen ini dihasikan dalam workshop rangkaian 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada 25 November – 10 Desember ini, di Denpasar. Pusat kampanye akan dilakukan di Kabupaten Bangli, salah satu kabupaten yang tidak memiliki lembaga pemerintah maupun non pemerintah terkait perlindungan perempuan dan anak di Bali.

“Kasus kekerasan perempuan dan anak kerap tak ditangani di Bangli. Selain tidak punya perangkat pemerintah juga karena warganya lebih senang membiarkan,” kata Ni Nengah Budawati, warga Bangli dan Direktur LBH Aliansi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) ini.

“Lebih dari 100 anak yang positif HIV dan ratusan lain di Bali yang terdampak akibat orang tuanya terinfeksi membutuhkan dukungan pengobatan dan kepastian bisa bersekolah tanpa diskriminasi,” ujar Putu Utami, Direktur Yayasan Spirit Paramacitta, lembaga pendampingan ODHA sejak 2001 ini.

Ia mengatakan akses ARV bentuk sirup sangat penting untuk balita dan anak-anak namun persediaannya di Bali tak bisa dipastikan. “Kami sering diminta dokter memberikan pil ARV yang sudah digerus saja karena tidak ada jenis sirup,” tambahnya.

Selain itu, dokter spesialis anak yang mengerti pengobatan untuk anak-anak dengan HIV menurutnya sangat langka. Putu Utami menyebut hanya ada satu dokter anak yang bisa memberikan konsultasi, walau tak bisa tiap saat karena kesibukan dokternya.

Selain pengobatan, anak terdampak HIV juga mendapat diskriminasi saat akan bersekolah. Kondisi ini kadang tak bisa dipecahkan Dinas Pendidikan karena tak paham. Spirit Paramacitta mengatakan sebagian dari 1.805 ODHA yang pernah atau masih didampingi pernah mengalami masalah dengan akses kesehatan atau pelayanan publik yang diskriminatif. Dari jumlah itu, 766 adalah perempuan yang sebagian sudah menikah dan punya anak.

Dinas Kesehatan Bali menyebutkan jumlah bayi dengan HIV/AIDS akibat perinatal hingga akhir September sebanyak 123 orang atau 2,5 persen dari total kasus. Angka ini kumulatif sejak 1987.

Hingga September 2011, jumlah kasus HIV dan AIDS yang tercatat di Bali hampir 4833 orang. Sebanyak 74 persen terinfeksi dari hubungan heteroseksual. Selanjutnya yang terinfeksi karena penggunaan jarum suntik narkoba sebanyak 16 persen dan homoseksual (4 persen). [b]

published before on http://www.thejakartapost.com/news/2011/12/09/children-with-hivaids-need-support.html

 

Tags: Anak-anakHIV/AIDSKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Karut Marut Mendata Maut

Inovasi Layanan Rumah Sakit pun Menjadi Keniscayaan

17 December 2020
Karut Marut Mendata Maut

Menangani COVID-19, dari Awam Sampai Berkawan

5 November 2020
Next Post
Jengki Luncurkan Perempuan yang Mengawini Keris

Jengki Luncurkan Perempuan yang Mengawini Keris

Comments 1

  1. Dr shaka says:
    14 years ago

    Halo, saya Dokter Tradomedical di Benin Rep satu-satunya yang menyembuhkan dan menyelesaikan semua masalah gagal. Berhenti menderita hari ini! Mengubah hidup Anda dan arsip tujuan Anda. Tidak peduli siapa Anda atau agama Anda percaya, jenis pengobatan mungkin solusi yang hanya untuk masalah Anda dengan penyakit panjang Anda. Coba ini, Anda akan melihat perubahan yang lebih baik! Jika Anda telah mencoba banyak dokter / penyembuh dengan kemajuan. jika Anda berpikir Anda telah kehilangan harapan, di sini adalah kesempatan, catatan kami berbicara untuk kita, datang ke rumah medis biodinamik penyembuhan trado. Email: shakasula@gmail.com

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia