• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 8, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Makanan Organik dari Pedesaan Bali

Arief Budiman by Arief Budiman
27 May 2008
in Agenda, Kuliner
0 0
3

Oleh Arief Budiman

Minggu, 24 Mei 2008 sangat beruntung saya mendapat kesempatan menyaksikan kesibukan masyarakat desa Sibetan-Karangasem, Tenganan-Karangasem, Plaga-Badung dan Nusa Ceningan mengolah makanan dan minuman khas desa mereka di Loloan Restaurant Seminyak. Para perwakilan masyarakat empat desa tersebut tengah menguji dan membuat presentasi resep masakan khas desa masing-masing dengan dibantu chef dari Loloan Restaurant.

Hasilnya akan disajikan pada acara peringatan 6 tahun perjalanan program Jaringan Ekowisata Desa pada tanggal 4 Juni 2008 mendatang. Keempat desa tersebut adalah anggota Jaringan Ekowisata Desa Bali bersama Yayasan Wisnu sebagai fasilitatornya.

Jaringan Ekowisata Desa (JED) adalah program yang dirancang untuk kemandirian desa bagi pelaksanaan ekowisata yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan di Bali sebagai destinasi pariwisata Internasional. Menyajikan makanan dan minuman khas bagi para tetamu di acara 6 tahun program JED nanti merupakan bagian eksplorasi program akan kekayaan local indigenous.

Masyarakat desa anggota JED sebelumnya telah mendata makanan dan minuman khas yang masing-masing mereka miliki lalu menuliskan bahan-bahan serta resepnya dan ternyata ketika didata dari 4 desa tersebut terkumpul 300-an resep makanan dan minuman aseli yang secara turun temurun dijadikan menu sehari-hari atau pada saat acara khusus, namun tidak jarang beberapa diantaranya sudah jarang dimasak lagi.

Yang menjadikan kekaguman dan surprise adalah semua makanan tersebut kategorinya organic food, sesuatu yang saat ini oleh Barat dijadikan kampanye makanan yang dikategorikan “sehat” ternyata bagi penduduk desa bukan lagi barang baru. Bahan makanan yang mereka pakai adalah apa yang ada di sekitar mereka bahkan sesuai dengan kekhasan desa mereka. Mereka mengolah bahan makanan dan minuman yang didapat dari kebun atau hutan, dari pantai atau laut di areal yang menjadi tempat tinggalnya.

Antusias perwakilan masyarakat desa yang tengah melakukan uji coba resep-resepnya ini berubah makin menjadi optimisme dan semangat demi melihat sentuhan akhir pada presentasi makanan yang dikemas demikian indah dan mengundang selera. Mereka takjub melihat makanan sehari-harinya menjadi sangat “cantik”. Ternyata kolaborasi chef restaurant dan “chef kampung” ini membuat surprise bagi keduanya.

Ketika sesi uji rasa dilakukan, semua berkesempatan mencicipi masakan yang disajikan dan ditengah nikmatnya waktu bersantap, kelakar masyarakat terlontar menggunjingkan kedahsyatan “kolaborasi” yang baru saja mereka lakukan serta rasanya yang semakin “mak nyoss”. Bahkan demi melihat persiapan, proses dapur mengolah bahan dan memasak serta presentasi makanan yang diujicoba resepnya, sudah terasa prasyarat kebersihan dan kesehatan makanan bagi makanan untuk dikonsumsi di sebuah “restaurant” telah terpenuhi.

Sore itu, di jalan pulang seusai food test yang saya alami saya berkhayal tentang desa-desa di Bali yang menggali kembali resep-resep khas desanya masing-masing lalu dipresentasikan dalam sebuah acara, program dan publikasi memadai dan menarik bagi khalayak. Biar semua tahu kekayaan kuliner Bali dan kedahsyatan koleksi organic food Bali lalu menjadi sebuah keyakinan baru peluang kuliner Bali menjadi “majikan di rumahnya sendiri”.

Untuk membuktikan cerita ini, berdoalah Anda diundang di acara 6 tahun JED 4 Juni 2008 atau bagi press, diundang pada tanggal 2 Juni 2008 untuk turut “mencicipi” kehebatannya. This is “Ajeg”, isn’t it?

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Arief Budiman

Arief Budiman

Bekerja di Matamera Communication Denpasar. Punya perhatian khusus di bidang desain, jazz, iklan, dan VW. Kini sedang gandrung dengan blog. Menulis di portal ini adalah bagian dari perjuangannya untuk mendorong warga Denpasar rajin ngeblog. Juga mengelola Warta Jazz.

Related Posts

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

7 December 2025
Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

6 December 2025
“Bapak, wait for me…wait for me..!”

Ekonomi Regeneratif: Solusi Kelelahan Ekologis dan Peta Jalan Baru Bali

5 December 2025
Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

4 December 2025
Pekerja Perikanan Rentan, Tapi Minim Perlindungan

Pekerja Perikanan Rentan, Tapi Minim Perlindungan

2 December 2025
Industri Rokok Bertanggung Jawab atas Dampak yang Ditimbulkan

Industri Rokok Bertanggung Jawab atas Dampak yang Ditimbulkan

1 December 2025
Next Post

Kontrak Politik Cagub Bali dengan Koalisi Perempuan

Comments 3

  1. luhde says:
    18 years ago

    beh, ngambul ne… sing maan informasi acara ini. it should be very good kalau ditulis, dipoto, dan dimakan. of course.

    Reply
  2. ady gondronk says:
    18 years ago

    Wah..angin segar nih bagi penghobi masak di Bali.
    Mudah2an dengan acara ini bisa mempromosikan keunikan masakan Bali di dunia internasional..

    Memang inilah uniknya masakan khas Bali yg selalu diolah menggunakan tangan,tp bukan berarti ga higienis kan…!!

    Reply
  3. Wayan Budi says:
    17 years ago

    Wah salut.. dengan dilakukannya kegiatan yg mempromosikan makanan khas bali, semoga bisa menambah jumlah turis domestik dan luar negri untuk berwisata kuliner ke bali..

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

7 December 2025
Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

6 December 2025
“Bapak, wait for me…wait for me..!”

Ekonomi Regeneratif: Solusi Kelelahan Ekologis dan Peta Jalan Baru Bali

5 December 2025
Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

4 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia