• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mahasiswa dan Pelajar juga Peduli Tata Kota

Anton Muhajir by Anton Muhajir
7 November 2010
in Kabar Baru
0
2

Jika dilibatkan, mahasiswa dan pelajar bisa memberikan ide-ide baru mewujudkan tata kota yang nyaman untuk warga.

Hal ini terlihat dari banyaknya ide baru dari pelajar maupun mahasiswa peserta Lomba Esai Peduli Tata Kota. Lomba esai bertema Perencanaan Kota yang Nyaman untuk Warga ini diadakan Departemen Pekerjaan Umum, Bali Creative Community (BCC), dan Sloka Institute. Lomba ini dalam rangka Hari Tata Ruang 2010.

Ide-ide yang ditulis mahasiswa dan pelajar tersebut beragam. Ada yang menulis tema “klise” seperti Tri Hita Karana. Ada pula yang menulis bagaimana penggunaan teknologi informasi untuk memantau tata ruang. Ide-ide itu menunjukkan bahwa kalangan intelektual muda Bali seperti pelajar dan mahasiswa bisa memberikan warna baru dalam perencanaan tata kota.

“Ada kemauan besar dari mereka untuk memberikan sesuatu pada perencanaan tata kota,” kata Anak Agung Made Arwatha, salah satu juri.

Selain Arwatha, juri lain di lomba ini adalah I Made Suarnatha, Direktur Yayasan Wisnu, dan Anton Muhajir, Direktur Sloka Institute. Ketiganya memberikan penilaian berdasarkan latar belakang pengalaman dan kompetensi masing-masing. Arwatha yang Wakil Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bali menilai sisi kedalaman tulisan. Suarnatha yang aktif di pendampingan masyarakat desa membangun tata ruang menilai kekuatan opini. Anton, yang juga wartawan lepas, menilai gaya bahasa tulisan.

Tiga juri melakukan penilaian secara tertutup karena dilakukan tanpa melihat nama peserta melainkan nomor peserta saja. Hasilnya, menurut juri, secara umum karya pelajar lebih bagus dibandingkan mahasiswa.

“Pelajar lebih bisa memberikan analisis sebagai dasar argumentasi dibanding mahasiswa,” kata Suarnatha.

Selain menetapkan karya-karya terbaik, juri dan panitia juga sepakat meniadakan Juara Harapan II dan III karena jauhnya selisih nilai dua juara harapan tersebut dengan Juara Harapan I. Berikut hasil lomba tersebut.

Kategori Pelajar
Juara I     – I Made Utama Jaya
Juara II     – Made Rai Dwitya Wirahiputra
Juara III     – Ni Putu Putri Puspitaningrum
Harapan I     – Gede Putra Wijaya

Kategori Mahasiswa
Juara I     – Lina Pratica Wijaya
Juara II     – Komang Edy Mulyawan
Juara III     – I Ketut Adi Suryana
Harapan I     – Annisa Syarifuddin

Hadiah dengan nilai total Rp 8,4 juta beserta piala dan piagam diberikan pada Festival Hari Tata Ruang yang diadakan di Hotel Werdhapura, Sanur, Denpasar pada Minggu ini.

Tags: AgendaBaliTata Ruang
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Next Post
Kepedulian Bersama untuk Desa Abuan

Kepedulian Bersama untuk Desa Abuan

Comments 2

  1. luhde says:
    15 years ago

    woho, selamat! saya belum baca esai2 pemenang. harus di-share di sini deh…

    pelajar mengungguli mahasiswa? makin penasaran

    Reply
  2. agus widiantara says:
    15 years ago

    aduh…..jadi malu ..mahsiswa vs pelajar= winernya pelajar…..malauuuuuuuuu…..tapi harus dicoba lagi…………..thk sloka….. n juri2nya….

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia