• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Lukisan sebagai Dialog Budaya Jepang-Indonesia

Angga Wijaya by Angga Wijaya
28 August 2018
in Kabar
0
0
Foto Danes Art Veranda

Warih Wisatsana tampak serius mengamati lukisan-lukisan di tembok galeri.

Selain penyair itu, pengunjung lain juga menikmati karya-karya pelukis dari dua negara, Jepang dan Indonesia di Galeri Danes Art Veranda, Denpasar pada Jumat, 24 Agustus 2018, sore. Para pelukis itu berkolaborasi dalam pameran bersama menyambut 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia.

Saya berbincang singkat dengan Warih perihal kolaborasi seni apik ini. Menurutnya, sebagai peristiwa seni kegiatan ini layak diapresiasi karena membuka kemungkinan kreatif lintas bangsa. “Bali memungkinkan untuk dilaksanakannya kolaborasi lintas bangsa. Ini harus dijadikan bagian kekuatan masyarakat Bali dalam pergaulan global yang berkeadilan,” ujarnya.

Warih menambahkan, pergaulan kreatif lintas bangsa ini sesungguhnya sudah jadi pengalaman sejak dulu. Misalnya merujuk pada pendirian Pitamaha, perkumpulan para seniman seluruh Bali yang dibentuk Tjokorda Gede Agung Sukawati pada 1936 dan berpusat di Ubud, serta kehadiran seniman serta intelektual luar di Bali.

“Kesadaran ini mestinya menjadi landasan bersama. Baik oleh pengambil kebijakan seni budaya, ruang publik, seniman, kurator, dan masyarakat pendukung bidang seni dimaksud,” katanya.

Sejarah Panjang

Hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia sesungguhnya memiliki akar sejarah. Di masa silam, sebelum hubungan diplomatik kedua negara diresmikan, Pemerintah Jepang mendirikan sebuah Pusat Kebudayaan yang disebut sebagai Keimin Bunka Shidosho pada 1 April 1943.

Lembaga kebudayaan ini bekerja untuk mengasah ketrampilan dan memperluas wawasan kesenian bangsa Indonesia. Aktivitas seni budaya seperti sastra, musik, tari, drama, film dan seni lukis mendapat ruang pengembangannya.

Catatan sejarah di masa pendudukan Jepang tidak harus dibaca dalam konteks sejarah kolonial semata, namun juga bisa dilihat bagaimana di masa tersebut kesenian berkembang. Di masa itu, dalam kurun 3,5 tahun, telah diselenggarakan puluhan pameran yang berlangsung meriah di tempat khusus atau hanya di pasar malam (rakutenci), dan biasanya disertai penghargaan karya seni lukis terbaik.

Pada masa itu pula, pelukis Indonesia mulai mengenal banyak teknik baru dari para seniman Jepang. Dari Saseo Ono (karikaturis), seniman Indonesia mengenal mural dan mulai membuat sketsa cepat di luar studio. Sementara Takahashi Kono (desainer grafis) memperkenalkan teknik montase dan kolase di bidang seni fotografi dan desain. Takahashi Kono juga menjadi pengarah desain untuk media massa Indonesia, semisal Djawa Baroe.

Mengutip siaran pers EMP Gallery dan Danes Art Veranda selaku penyelenggara, hubungan diplomatik bilateral antara Jepang dan Indonesia telah lama dilakukan. Hubungan dibuka sejak April 1958 melalui penandatanganan perjanjian perdamaian antara Jepang dan Indonesia.

Pada tahun yang sama juga ditandatangani perjanjian rampasan perang. Sejak saat itu hubungan bilateral kedua negara berlangsung baik, akrab, dan terus berkembang tanpa mengalami kendala berarti.

Bahkan, kini berada taraf “mitra strategis” menyusul kesepakatan The Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future pada 2006 dan Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement pada 2007.

Hubungan bilateral kedua negara meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya di bidang politik dan ekonomi, tapi juga kebudayaan. Kebudayaan menjadi salah satu jembatan untuk mencapai keberhasilan diplomasi.

Foto Danes Art Veranda.

Perayaan Hubungan

Kini, di tahun 2018, hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia memasuki usia yang ke-60 tahun.

Pameran di Danes Art Veranda termasuk salah satu upaya merayakan hubungan tersebut dengan melibatkan 10 seniman Indonesia dan 53 seniman Jepang. Sepuluh seniman Indonesia tersebut adalah Anthok S, Diwarupa iNm, Herry Yahya, Galung Wiratmaja, Made Budhiana, Made Gunawan, Made Supena, Rendra Samjaya, Tatang B.Sp dan Winarto.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini meliputi karya lukis dan patung. Pilihan tema pada keseluruhan karya sangatlah beragam, di antaranya tema sosial, binatang, landscape, still life, tradisi, kaligrafi, dan abstrak, dengan pendekatan teknik yang juga beragam.

Pada saat yang sama, dalam pameran ini akan ditampilkan pula 36 lukisan karya anak-anak Bali Japan Club dan 10 lukisan para pelajar Sekolah Menengah Umum Negeri 81 Jakarta.

Setelah dipamerkan selama dua hari di Bali, sepuluh karya seniman asal Indonesia akan dipamerkan di Jepang selama sebulan. Inisiatif budaya melalui pertukaran karya seni semacam ini diharapkan merupakan pendekatan terbaik untuk memperkenalkan kepada masyarakat kedua negara tentang khazanah seni budaya masing-masing.

Pertukaran Generasi

Koichi Ohashi, Deputi Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar mengatakan, kegiatan pameran bersama ini merupakan ajang pertukaran generasi muda antara Jepang dan Indonesia dalam bidang seni.

Koichi menambahkan, dipiilihnya kegiatan seni dalam peringatan hubungan diplomatik ini karena antara Jepang dan Indonesia banyak memiliki kesamaan. “Hal itu bisa dilihat dari lukisan-lukisan karya seniman dua negara. Karya mereka menggambarkan budaya masing-masing negara dan tak sedikit kesamaan yang dimunculkan,” katanya.

Pengalaman sejarah yang panjang antara Jepang dan Indonesia di satu sisi, dan kerja sama di forum-forum seni rupa yang yang melibatkan seniman kedua negara yang kini semakin intensif di sisi lain, pastilah menjadi diskursus penting bagi masyarakat budaya kedua belah pihak. [b]

Tags: DenpasarPolitikSeni Rupa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Angga Wijaya

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Menyukai dunia literasi sejak SMA. Pernah kuliah Prodi Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.

Related Posts

Mengurai Ke-Aku-an Seorang Wayan Suja

25 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Tur Band Solo dan Jogja di Pulau Dewata

Tur Band Solo dan Jogja di Pulau Dewata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia