• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Laporan UNICEF: Anak-anak di Asia Timur dan Pasifik Paling Terancam Bencana Iklim

Juniantari by Juniantari
25 May 2023
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Siaran Pers dari UNICEF

Anak-anak di wilayah tersebut menghadapi guncangan terkait iklim enam kali lebih banyak dibandingkan dengan kakek-nenek mereka. Hal ini mengikis kemampuan mereka untuk bertahan mereka dan memperburuk ketidaksetaraan.

Lebih dari wilayah lain, anak-anak di Asia Timur dan Pasifik harus bertahan menghadapi bahaya dan guncangan iklim serta lingkungan yang terjadi berkali-kali dan kadang tumpang tindih, seperti temuan dari laporan regional UNICEF terbaru yang berjudul ‘Over the Tipping Point’. Laporan tersebut menyoroti kebutuhan mendesak untuk berinvestasi dalam layanan dan kebijakan sosial cerdas iklim untuk melindungi anak-anak.

Anak-anak yang lahir di wilayah tersebut saat ini mengalami peningkatan bencana terkait iklim enam kali lipat dibandingkan dengan yang dialami kakek-nenek mereka. Selama 50 tahun terakhir, wilayah ini telah mengalami peningkatan banjir 11 kali lipat; peningkatan badai 4 kali lipat; 2,4 kali peningkatan kekeringan dan 5 kali peningkatan tanah longsor.

Naiknya suhu dan permukaan laut serta cuaca ekstrem seperti angin topan, banjir parah, tanah longsor, dan kekeringan yang meningkat menjadikan jutaan anak terpapar berbagai risiko. Banyak anak dan keluarga mereka terpaksa mengungsi dan berjuang untuk bertahan hidup dengan akses terbatas atau bahkan tanpa akses sama sekali ke layanan kesehatan, pendidikan, dan air serta sanitasi.

“Situasi anak-anak di kawasan Asia Timur dan Pasifik sangat mengkhawatirkan. Krisis iklim mengancam hidup mereka, menyebabkan mereka kehilangan masa kecil dan hak untuk kelangsungan hidup serta tumbuh kembang. Kita memerlukan tindakan mendesak dan kolektif oleh pemerintah, dunia bisnis, dan donor untuk mengatasi beberapa hambatan utama dalam manajemen risiko bencana dan mengadopsi layanan cerdas iklim sehingga anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat,’ kata Debora Comini, Direktur Regional, UNICEF Asia Timur dan Pasifik.

Menurut analisis terbaru, yang didasarkan pada Indeks Risiko Iklim Anak (CCRI), di wilayah Asia Timur dan Pasifik lebih dari 210 juta anak sangat terpapar siklon; 140 juta anak sangat rentan terhadap kelangkaan air; 120 juta anak sangat rentan terhadap banjir pesisir; dan 420 juta anak sangat rentan terhadap polusi udara.

Selain itu, banyak anak terpapar lebih dari satu jenis guncangan, stres, atau bahaya iklim dan lingkungan:

• 443 juta anak menghadapi 3 atau lebih jenis guncangan iklim, 89 persen vs. 73 persen secara global

• 325 juta anak menghadapi 4 atau lebih jenis guncangan iklim, 65 persen vs. 37 persen secara global

• 204 juta anak menghadapi 5 atau lebih jenis guncangan iklim, 41 persen vs. 14 persen secara global

• 63 juta anak menghadapi 6 atau lebih jenis guncangan iklim, 12 persen vs. 3 persen secara global

Ketika guncangan yang tumpang tindih ini diperparah oleh jenis krisis lain seperti kerawanan pangan, malnutrisi, dan penyebaran penyakit menular, menjadi sangat sulit bagi anak-anak yang paling rentan, terutama dari komunitas miskin dan terpinggirkan serta penyandang disabilitas, untuk mengatasi dan pulih. Pada akhirnya, efek ini memperburuk ketidaksetaraan yang sudah dihadapi anak-anak, mendorong mereka yang termiskin lebih jauh ke dalam kemiskinan.

UNICEF menyerukan tindakan mendesak dari pemerintah, dunia bisnis dan donor, untuk berinvestasi dalam membangun layanan sosial cerdas iklim termasuk pendidikan, kesehatan dan pasokan air dan sanitasi, sistem peringatan dini, dan perlindungan sosial yang tanggap terhadap iklim seperti bantuan tunai.

Perubahan iklim dan tantangan lingkungan termasuk polusi dan deforestasi mengancam pembangunan berkelanjutan mau pun pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik dengan dampak yang panjang dan tidak dapat diubah pada kehidupan dan kesejahteraan anak-anak serta remaja.

UNICEF membuat laporan terkait kondisi dampak perubahan iklim di sini: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/melebihi-batas

kampungbet
Tags: kesehatan anaksiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Juniantari

Juniantari

aku juga ada di akun instagram @juniyours

Related Posts

Tidak Terpengaruh Pilkada, ForBALI Siap Menangkan Teluk Benoa

Walhi Bali Kritisi Proses Penyusunan Naskah Akademik Pengelolaan Reklamasi Pesisir

30 December 2025
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

23 December 2025
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

11 December 2025
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

10 December 2025
Next Post
Tari Pendet Memendak Tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional

Tari Pendet Memendak Tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia