• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, November 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kolaborasi Seniman di ROOTS, Seratus Tahun Walter Spies di Bali

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
15 April 2025
in Budaya, Galeri, Kabar Baru
0
0

Kulturstiftung Basel H. Geiger | KBH.G memaparkan setelah dipresentasikan di Basel, beberapa bagian dari pameran ROOTS juga akan ditampilkan di Bali. Di balik proyek seni ini ada sosok penting yakni seorang penulis, pembuat film, dan kurator ternama Michael Schindhelm,

Pameran ROOTS adalah pameran yang berpusat pada pembicaraan dari sosok seniman Jerman kelahiran Rusia Walter Spies (1895 – 1942), di mana pengaruhnya terhadap lansekap budaya Bali masih terasa hingga kini. Warisan Spies sangat terkait erat dengan narasi kontemporer Bali, dan pameran ROOTS memiliki tujuan untuk menunjukkan pengaruh Spies yang mendalam, sambil menjelajahi warisan pascakolonial pulau ini selama seabad terakhir.

Di jantung presentasi ROOTS terdapat Villa Iseh, yakni tempat peristirahatan yang dibangun oleh Spies pada tahun 1937 di Iseh, Karangasem. Villa ini awalnya merupakan tempat perlindungan bagi Spies, tempat ini kemudian menjadi tujuan untuk disinggahi dan tinggal dalam sementara waktu bagi orang-orang kaya dan terkenal, termasuk David Bowie, Yoko Ono, dan Mick Jagger. Pameran ini kehadirannya juga akan membahas tema-tema tentang pariwisata massal, degradasi lingkungan, dan interaksi yang kompleks tentang identitas budaya di Bali.

Sorotan pameran meliputi karya pelukis Made Bayak dan seniman grafis Gus Dark, kedua seniman ini mengeksplorasi perjuangan masyarakat Bali untuk melestarikan identitas budaya di tengah tantangan kontemporer. Bersama dengan serangkaian kemasan film dan instalasi, mereka akan menyajikan momen-momen penting dalam sejarah Bali, termasuk genosida tahun 1965.

Cuplikan dari film dokumenter fiksi ROOTS karya Michael Schindhelm akan menyertai pameran ini. Film ini menampilkan Walter Spies sebagai sosok yang menghantui lansekap modern Bali. Melalui pertemuan dengan seniman dan tokoh terkemuka Bali, hantu Spies bergulat dengan warisan budaya Bali sendiri dan adanya dampak abadi peradaban Barat di pulau ini. Pengunjung akan diundang untuk menemaninya dalam perjalanannya melintasi pulau saat ini, 99 tahun setelah kunjungan pertama sang pelukis.

ROOTS menghormati warisan Spies yang penuh teka-teki, merangkai kisahnya ke dalam narasi kontemporer Bali, dan mengeksplorasi kompleksitas adanya pertukaran budaya. Melalui kehadiran penari Dewa Ayu Eka Putri, musisi Putu Tangkas Adi Hiranmayena, dan kolaborator seniman Bali lainnya, termasuk koreografer terkenal berkelas internasional Wayan Dibia, pendiri dan pemilik Museum Arma Agung Rai, serta banyak lainnya, semangat Spies benar-benar akan bangkit kehadirannya dalam pameran ini.

Pada tahun 1923, Walter Spies memulai perjalanan dari Eropa ke daerah tropis untuk mencari adanya dunia baru dan inspirasi artistik. Meskipun pengaruhnya yang signifikan sebagai seniman, namun kisahnya sebagian besar telah memudar dari kesadaran Barat. Lahir di Moskow pada tahun 1895 dan meninggal secara tragis di laut lepas Sumatra pada tahun 1942, warisan Spies tetap berpengaruh abadi di Bali seabad setelah kedatangannya. Keberadaan Spies juga telah dianggap oleh masyarakat Bali sebagai pelopor modernisme di pulau yang menjunjung warisan budaya luhur, Spies mengalami transformasi artistik yang mendalam di bawah pengaruh seni Bali yang meresap pada dirinya. Meskipun pernah menggelar pameran di Berlin dan Dresden serta menjalin persahabatan dengan seniman ternama mulai dari Oskar Kokoschka dan Otto Dix hingga Friedrich Murnau, Margaret Mead, dan Charlie Chaplin, reputasi Spies di tanah kelahirannya tidak seberapa dibandingkan dengan statusnya yang disegani di Bali.

Michael Schindhelm mengatakan, “Pameran Roots dan dokumenter yang berjudul sama, harus dipahami sebagai proyek memori kolektif dalam membahas aspek penting sejarah pascakolonial Bali: pengaruh budaya modern Barat terhadap tradisi budaya Bali. Sejarah Walter Spies yang penuh gejolak di Pulau Bali dan dampaknya terhadap transformasi Bali, selanjutnya berkembang menjadi destinasi wisata global dapat dipahami sebagai ‘warisan bersama’. Kehadiran ROOTS dengan para tokoh utama budaya Bali saat ini, berupaya menempatkan warisan yang ditinggalkan Walter Spies dalam konteks sejarahnya dan sekaligus memahami signifikansinya terhadap perkembangan Bali saat ini.”

Film dokumenter fiksi ROOTS karya Michael Schindhelm akan ditayangkan di berbagai lokasi di Bali, antara tanggal 21 Mei sampai 14 Juni. Film ini akan ditutup dengan pemutaran secara khusus dan serangkaian kegiatan seremonial dalam pemberian penghargaan bagi pelajar yang memenangkan kompetisi mengulas film, yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Juni di Museum Arma.

kampungbet
Tags: pameran rootssiaran perswalter spies di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Program Tirta Lestari untuk Pelestarian Sumber Air di Bangli

Program Tirta Lestari untuk Pelestarian Sumber Air di Bangli

3 November 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Mendesak Pemerintah Korea Selatan Hentikan Ekspor Gas Air Mata ke Indonesia

Koalisi Masyarakat Sipil Mendesak Pemerintah Korea Selatan Hentikan Ekspor Gas Air Mata ke Indonesia

3 November 2026
Mitigasi Risiko Bencana Desa dan Kecamatan

Mitigasi Risiko Bencana Desa dan Kecamatan

2 November 2026
Banjir Makin Mudah Warga Meresah

BPBD Bali Eksplorasi AI untuk Perkuat Peringatan Dini dan Respons Bencana

5 October 2026
Mencari Gas Elpiji 3Kg di Kota Denpasar Serasa Berburu Barang Selundupan

[Respon Artikel Opini tentang Kelangkaan LPG] Pertamina Patra Niaga Perkuat Penyaluran LPG 3 Kg di Denpasar

30 September 2026
Penataan Gajah Mada Memprioritaskan Pejalan Kaki

Penataan Gajah Mada Memprioritaskan Pejalan Kaki

29 September 2026
Next Post
Tradisi Ngejuk Wadak Simbol Ketahanan Pangan di Mengani

Tradisi Ngejuk Wadak Simbol Ketahanan Pangan di Mengani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Menyesapi Akulturasi Hindu – Budha di Baturiti

Benarkah Orang Bali Skizoid?

6 November 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

6 November 2026
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Korupsi Dana Tunjangan Pensiunan Veteran di Bali

5 November 2026
Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia