• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
25 January 2014
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0

mekidung

Bagi masyarakat Bali, kidung bukan hanya penyempurna upacara.

Kidung juga seni yang harus dilestarikan sekaligus coba dikembangkan dalam berbagai ragam. Terkait itu, Bentara Budaya Bali bekerja sama dengan Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana IHDN Denpasar dan Komunitas PAGARi (Pengkajian Agama, Budaya, Pariwisata) akan menyelenggarakan Workshop Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis.

Workshop akan diadakan pada Sabtu, 25 Januari 2014, Pukul 18.30 Wita di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra 88A, By Pass Ketewel.

Para pembicara yakni Dr. Ketut Tanu, M.Si dan Made Surada akan mengulas perihal kidung sebagai warisan budaya yang di satu sisi memiliki arti penting bagi umat, namun seiring perubahan zaman, terjadi kemandegan kreativitas dalam mencipta genre kidung baru, di mana generasi muda cenderung mengabaikannya.

Menurut Dr. Ketut Sumadi, M.Par, Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana IHDN Denpasar (Pjs) workshop ini juga menawarkan upaya memperluas apresiasi seni kidung melalui aneka kegiatan seni yang kontekstual dengan kekinian. “Untuk itu, sebentuk pertunjukan kolaborasi akan turut digelar dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Pertunjukan tersebut melibatkan seniman-seniman kidung dan seniman tari, serta pelukis Putu Sudiana Bonuz. Mengambil topik “Contemporary Genre Kidung Art and Line Dance”, diharapkan dapat diwujudkan satu proses penciptaan yang memungkinkan lahirnya kidung-kidung bersemangat kekinian. “Kendati demikian, seni kidung tersebut kiranya tetap berakar pada nilai-nilai luhur kearifan lokal Bali,” kata Putu Aryasthawa, staf Bentara Budaya Bali.

Sebagaimana disinggung di awal, kidung sejatinya tidak hanya penanda perihal ritual yang tengah berlangsung di lingkungan sekitar, sekaligus juga kesempatan untuk meresapi vibrasi magis spritualitas, dan mengukuhkan pula ikatan persaudaraan atau manyamabraya.

Tembang kidung telah diwariskan dari generasi ke generasi, berikut kreativitasnya yang kerap mengejutkan, melahirkan beragam pola irama sejalan dengan dinamika perubahan zaman. Proses transformasi kreativitas ini melahirkan aneka tembang kidung dengan irama yang unik sesuai dengan kekhasan masing-masing desa di Bali.

Akan tetapi, terjadinya percepatan perubahan, disebabkan kemajuan teknologi informatika, melahirkan fenomena perubahan tata nilai dan pola kebiasaan masyarakat. Perubahan tersebut dinilai telah turut mengkondisikan tidak berkembangnya seni kidung terutama di kalangan generasi muda.

Tembang-tembang Kidung yang sering dilombakan lewat utsawa dharmagita dan secara terbatas ditembangkan dalam wadah pesantian saat piodalan dalam waktu sangat singkat selama prosesi ritual, cenderung lebih dipahami sebatas penyempurna upacara, di mana filosofi dan nilai-nilai luhur (local wisdom) yang terkandung di dalamnya kurang mendapat perhatian atau pendalaman.

Kegiatan ini menghadirkan seniman kidung dan penari arja, Anak Agung Nuradi dan Ni Wayan Karti yang kini tengah menekuni kuliah di Program Studi Brahmawidya IHDN Denpasar, Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn, M.Ag (seniman tari dan karyasiswa Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), Dr. I Made Surada, MA (pakar Kidung dan Pembantu Dekan Fakultas Brahmawidya IHDN Denpasar), perupa Putu Sudiana Bonuz, seniman lukis yang juga dosen ISI Denpasar, Dr. I Wayan Sukayasa, M.Si. (pakar Kidung dan Ketua Program Doktor UNHI Denpasar), I Wayan Sujana, S.Sn, M.Sn (Suklu), Dr. I Ketut Tanu, M.Si. (pakar pendidikan dan Sekretaris Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), Dr. Ketut Sumadi, M.Par (pencinta kidung dan Direktur Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), dan I Made Arista, S.Ag., M.Ag. (penekun kidung dan Assesor Tri Hita Karana Awards). [b]

Tags: AgendaBaliBentara Budaya BaliBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Next Post

Surat Edaran Terkait Pengarakan Ogoh-ogoh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
Gerakan Masa Subur 25 Seniman Perempuan

“Perang Gender”: Halusinasi di Era Matinya Kepakaran untuk Membungkam Analisis Gender Struktural

5 June 2026

Pengetahuan Pangan Lokal Dijaga Bersama, Tak Hanya oleh Petani

4 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia