• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ketika Musim Panen Segera Tiba

Anton Muhajir by Anton Muhajir
10 August 2014
in Kabar Baru, Sosial
0
0

penunggu-padi-menguning

“Huuuu. Huuuu. Whaaaaa,” teriak Ni Wayan Soka.

Begitulah teriakan mengusir burung terdengar lantang setiap hari. Suara-suara itu berasal dari para penunggu sawah di daerah Desa Peguyangan, Denpasar Utara.

penunggu-padi-mengusir-burung

Mereka mengusir burung pipit pemakan padi (Javan Munia) yang mulai menguning. Burung bernama latin Lonchura leucogastroides itu suka memakan padi yang sudah berisi. Burung-burung kecil ini datang bergerombol dalam jumlah ratusan.

Ketika mereka datang, para petani pun berteriak lantang.

Maka, suara-suara itu akan terus terdengar setidaknya dua minggu ke depan. Kegiatan mengusir burung biasa dilakukan petani di Bali menjelang panen. Mereka akan berhenti ketika padi sudah dipanen dan burung-burung tidak ada lagi.

penunggu-padi-kitiran

Namun, seperti juga Soka, pada umumnya petani Bali tak hanya mengusir burung-burung pipit dengan suara. Petani juga menggunakan berbagai media seperti pindekan, kepuakan, lelakut, dan semacamnya.

Ada pula bahan-bahan lebih modern seperti tali yang dibuat untuk melindungi padi atau bahkan bendera partai ataupun tim sepak bola di Piala Dunia.

Para penunggu padi akan berkeliling di sawahnya yang rata-rata seluas 25-50 are. Sambil berkeliling mereka membawa plastik-plastik bekas yang diikat pada tongkat kecil dan mengayun-ayunkannya.

penunggu-padi-lelakut

Petani akan bekerja dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 petang. “Tergantung banyak tidaknya burung. Kalau sedikit bisa pulang lebih cepat,” kata Wayan Sukadana, petani lain.

Ketika burung banyak, mereka akan terus di sawah dan tetap berteriak keras, “Heeeeee. Heeeee… Haaaaah!” Suara mereka memberi pertanda bahwa sawah di pinggiran kota masih ada meski tinggal sisa-sisa. [b]

Tags: DenpasarPertanian
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Next Post
Guru-guru Kembali Belajar tentang Kuta

Guru-guru Kembali Belajar tentang Kuta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia