• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, September 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kemacetan Makin Parah, Solusi Makin Tak Terarah

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
14 August 2018
in Kabar Baru, Opini
0
0
Lalu lintas Denpasar dan kota-kota lain di Bali bagian selatan makin macet. Foto Anton Muhajir.

Masalah tranportasi di Bali serupa benang yang sudah terlalu kusut.

Dalam sebuah diskusi yang saya pandu di Warung 63 Denpasar beberapa waktu lalu Prof. Rumawan Salain, akademisi Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud) menyinggung tentang jumlah kendaraan di Bali. Jumlahnya ternyata nyaris sama dengan jumlah penduduk Bali.

“Ini artinya secara statistik setiap penduduk dari yang balita sampai usia tua masing-masing memiliki satu kendaraan,” ujarnya dalam bertema “Menyongsong Bali Era Baru” itu.

Banyaknya jumlah kendaraan yang diungkap Rumawan Salain ini menjadi jawaban paling mudah atas pertanyaan, mengapa kawasan di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) lazim ditemui kemacetan yang makin hari makin parah. Ironisnya, kemacetan sepertinya menjadi persoalan yang dibiarkan tanpa solusi pasti sehingga makin parah. Kalaupun ada, solusinya tak punya arah.

Saya mencoba mencari data berapa sebenarnya jumlah kendaraan di Bali. Biro Pusat Statistik Bali tahun 2017 menyebutkan jumlah kendaraan di seluruh Bali mencapai 3.907.094 unit. Hampir sama dengan jumlah penduduk Bali.

Jumlah terbesar kendaraan di Bali numplek di bagian selatan. Di Denpasar tercatat ada 1,2 juta unit, di Badung 769,6 ribu unit, Tabanan dan Gianyar masing-masing 386,8 ribu unit dan 408,5 ribu unit. Artinya hampir 73 persen kendaraan di Bali berada di kawasan Sarbagita.

Dari jutaan kendaraan yang berseliweran di Bali, persentase angkutan umum tidak lebih dari 3 persen. Ini menurut data yang disodorkan oleh DPD Organda Bali.

Kondisi ini jauh bertolak belakang dengan era 1970 an hingga 1990-an, di mana perbandingan jumlah kendaraan di Bali 80 persen angkutan umum dan 20 persen kendaraan pribadi. Wajarlah jika jalanan terutama di kawasan Bali bagian selatan hampir selalu diwarnai kemacetan karena terlalu banyaknya kendaraan pribadi.

Pemerintah daerah bukannya tidak pernah mengupayakan kebijakan menangulangi kemacetan. Salah satu kebijakan adalah memperbaiki transportasi umum.

Pada tahun 2011, diluncurkanlah Bus Trans Sarbagita dengan menyediakan 25 bus yang melayani 3 trayek atau koridor. Ketika itu, pemerintah merencanakan akan menyediakan setidaknya 17 koridor untuk kawasan Sarbagita.

Ironisnya, dalam perkembangan tahun-tahun berikutnya, koridor bukannya bertambah melainkan justru menyusut. Dengan alasan terus merugi, anggaran dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali yang dipergunakan menghidupkan Bus Trans Sarbagita terus dipangkas.

Pada tahun 2018 pemotongan anggaran luar biasa drastis yakni dari Rp 13 miliar menjadi hanya Rp 4 miliar. Padahal dari Rp 3,39 triliun pendapatan asli daerah (PAD) Bali hampir 70 persen diraup dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Pemotongan anggaran Bus Trans Sarbagita menunjukkan ketidakpahaman pengambil kebijakan tentang prinsip penyediaan sarana transportasi umum sebagai kewajiban dari negara. Transportasi dalam konsep negara kesejahteraan (welfare state) termasuk salah satu sektor yang wajib diperhatikan di samping pendidikan dan kesehatan. Transportasi adalah urat nadi ekonomi yang memajukan atau menghancurkan ekonomi sebuah negara.

Dalam kajian teori-teori akademik, tidak ada cara efektif yang dapat digunakan mengatasi kemacetan di kawasan perkotaan selain memperbaiki sarana transportasi umum. Penambahan ruas-ruas jalan atau rekayasa-rekayasa lalu lintas hanyalah solusi tambal sulam. Sayangnya, solusi penyediaan transportasi umum layu sebelum berkembang, bahkan justru “dibunuh” pengambil kebijakan.

Namun demikian, penyebab utama makin kusutnya tranportasi di Bali yang berwujud kemacetan juga disumbang perilaku budaya masyarakat. Kenyamanan yang dirasakan menggunakan kendaraan pribadi enggan diusik. Mengendarai kendaraan pribadi apalagi dengan merek tertentu adalah kebanggaan yang enggan ditanggalkan. Menumpang angkutan umum seolah-olah aib.

Memang kondisi ini diperparah dengan ketidakmampuan pemerintah menyediakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman dan mendukung aksesibilitas masyarakat.

Membicarakan solusi masalah tranportasi di Bali seperti mencoba mengurai benang yang sudah terlalu kusut. Tidak mudah lagi menemukan mana ujung mana pangkal dan dimana kekusutan harus diurai.

Namun, solusi mau tidak mau harus dicarikan karena bagi Bali risikonya adalah terancamnya sektor pariwisata. Siapa yang mau berlibur ke Bali jika harus dihadapkan pada kondisi jalanan yang selalu macet bak neraka? Bahkan bisa saja, mengutip tulisan Michel Picard, predikat Bali sebagai The Last Paradise (Surga yang tersisa) akan berubah menjadi The Lost Paradise (Surga yang Hilang) gara-gara jalanan di Bali selalu macet. [b]

Tags: lalu lintasOpiniSarbagita
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026
Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Next Post
PLTS Kayubihi, Contoh Keberhasilan Listrik Tenaga Matahari

PLTS Kayubihi, Contoh Keberhasilan Listrik Tenaga Matahari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
GOR Bakbakan Dibangun dari Alih Fungsi Lahan Subak, Warga Penolak Sembahyang di Pelinggih Betara Sri

GOR Bakbakan Dibangun dari Alih Fungsi Lahan Subak, Warga Penolak Sembahyang di Pelinggih Betara Sri

5 September 2026
Pariwisata di daerah Rentan Bencana, Bali Dorong Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana

Pariwisata di daerah Rentan Bencana, Bali Dorong Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana

5 September 2026
Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

4 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia