• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kegelisahan Suta pada Plastik Pembunuh Samudera

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
13 March 2019
in Budaya
0
0


Bertebaran di mana-mana, plastik mudah sekali ditemukan.

Jelas ini hal buruk bagi lingkungan. Parahnya, kebiasaan ini telah membudaya, termasuk membuang sampah sembarangan. Masalah ini telah menjadi musuh bersama yang harus diperangi secara berkelanjutan. Mulai dari diri sendiri.

Berbagai upaya untuk memberantas keberadaan sampah plastik akan tetap kembali pada diri sendiri. Kesadaran mutlak dilakukan untuk melawan arus budaya yang buruk. Bibir mungkin gampang mengucapkan tetapi tangan tetap ringan melepaskan plastik secara sembarangan.

Pemandangan tidak elok mata itu termasuk melihat sampah plastik bertebaran termasuk di laut. Imbasnya, satwa laut pun kena dampak. Ikan, penyu, lumba-lumba, dan seterusnya bisa memakan sampah atau terlilit sampah yang mengamcam keberadaan mereka.

Banyaknya sampah plastik terjadi akibat gaya hidup kita sendiri.

Plastik mudah sekali digunakan sebagai pembungkus ataupun tas jinjing untuk berbagai keperluan. Setelah digunakan, plastik lalu dibuang dan mendatangkan beragam sampah.

Polutan plastik dikategorikan ke dalam mikro, meso atau makro, sesuai ukurannya. Apapun bentuknya, mereka tetap lama diurai di tanah maupun laut dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Indonesia menempati urutan kedua sebagai penghasil sampah laut terbanyak kedua setelah China sebanyak 3,2 ton. Setelah itu Filipina 1,8 ton, Vietnam 1,4, dan Thailand 1,3 juta ton per tahun.

Lukisan I Made Suta Kesuma berjudul Laut dan Sampah Plastik (2019). Sumber Instagram Suta Kesuma.

Berangkat dari keresahan itu, perupa I Made Suta Kesuma melampiaskan emosinya melalui berkesenian. Dia pun menggerakan tangan mengambil kuas dan valet untuk menyampaikan kegelisahan melihat fenomena dampak lingkungan yang terjadi.

Suta mengaku teringat pada masa kecil ketika diajak neneknya ke carik atau sawah membawa bekal yang sering disebut tekor, pembungkus makanan terbuat dari daun pisang. Saat itu sampahnya langsung dibuang tetapi bagus untuk tanah karena termasuk organik.

Namun, perilaku sama tetap dilakukan ketika pembungkus makanan itu tidak lagi daun pisang, tetapi berupa plastik. Lalu sampah itu mencemari ke laut dan membunuh para penghuninya. [b]

Tags: Budaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Next Post
Karya Gelap nan Murung Lily Of The Valley

Karya Gelap nan Murung Lily Of The Valley

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

22 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia