• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Karut Marut Televisi di Balik Frekuensi

Persma Akademika by Persma Akademika
4 April 2013
in Kabar Baru, Pendidikan
0
3
Nonton bareng film "Di Balik Frekuensi" di Denpasar, Bali. Foto Anton Muhajir.
Nonton bareng film “Di Balik Frekuensi” di Denpasar, Bali. Foto Anton Muhajir.

Pers dulu dibungkam, pers sekarang dibeli.

Selasa lalu, kami mengikuti pemutaran dan diskusi film “Di Balik Frekuensi” yang digelar di The Sanur Space, Sanur. Film dokumenter ini mengangkat sebuah realita kehidupan seorang jurnalis yang karena profesi dan idealismenya kemudian diberhentikan secara sepihak oleh medianya.Pemutaran film ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa seperti, LPM Akademika, LPM Maestro, LPM Medikom, LPM UNHI, dan BEM PM Unud. Namun tak ketinggalan juga beberapa masyarakat yang mengetahui acara ini melalui media sosial twitter.

Tokoh utama dalam film ini adalah Luviana, wartawan Metro TV, stasiun televisi berita pertama di Indonesia milik taipan media Surya Paloh. Luviana yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini dipecat tempat medianya bekerja karena menuntut kesejahteraan bersama teman-temannya. Luvi terus berjuang, melalui aksi maupun lobi, agar bisa dipekerjakan kembali.

Hingga kini, Luvi masih terus berjuang menuntut haknya.

Film sepanjang sekitar dua jam ini tak hanya merekam bagaimana perjuangan Luviana tapi juga silang sengkarut industri media televisi. Bagaimana sebenarnya jurnalis televisi (dan mungkin sebagian besar media lain di negeri ini) harus membebek pada kemauan bosnya yang juga politisi.

Tunduk
Maka, film ini tak cuma tentang Luviana tapi juga politik media. Bagaimana wartawan TV One memberitakan kasus Lapindo dengan kaca mata positif juga selalu memberikan tempat seluas-luasnya pada Partai Golkar yang dipimpin pemiliknya, Aburizal Bakrie. Bagaimana wartawan Metro TV harus tunduk pada kemauan Surya Paloh, bos Metro TV sekaligus pemimpin Partai Nasdem.

Di Balik Frekuensi menunjukkan melalui hal-hal kecil, misalnya wartawan yang males-malesan ketika harus meliput bosnya, atau pemilihan diksi atau malah framing terhadap sebuah berita. Semua menunjukkan bahwa di balik frekuensi milik publik tersebut, terdapat berbagai kepentingan para pemilik stasiun televisi itu.

Hal ini pun dikatakan Ucu Agustin, penulis dan sutradara film. Menurut Ucu, ide besar dalam film ini adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa kesadaran hak publik mengenai kebenaran berita di media ternyata mengandung unsur kepentingan para pemilik media. “Akibatnya terjadi perburuhan jurnalis, konglomerasi media, dan berita–berita yang dipolitisasi untuk kepentingan pemilik media tersebut”, ujarnya.

Setelah pemutaran film, diadakan diskusi kecil yang melibatkan para penonton dengan para penyelenggara film tersebut seperti, Ursula Tumiwa (Produser), Ucu Agustin (Sutradara), Luviana (Tokoh Film) dengan dimoderatori oleh Asykur Anam dari Pers Mahasiswa Akademika.

“Saya melihat dalam kacamata awam bahwa judul Di Balik Frekuensi ini sudah mewakili masalah aktual peran media sekarang yang memang kebanyakan sudah terintervensi oleh elit–elit politik hingga menyebabkan masyarakat terhegemoni. Semoga dapat cepat disebarluaskan di seluruh Indonesia,” tutur Dewangga yang berasal dari BEM PM Unud menanggapi hal tersebut.

Budi seorang mantan anggota persma dari Aceh mengungkapkan bahwa banyak masalah penyelewengan terhadap media yang serupa terjadi di Aceh. Budi bercerita masalah seperti itu dia alami juga ketika masih menjadi anggota Mapala Loser yang difitnah seorang wartawan TV One mengenai masalah kecelakaan salah satu anggota Mapala UI.

“Media mengklaim bahwa itu merupakan kesalahan Mapala Loser padahal yang sebenarnya adalah sebuah kecelakaan karena medan yang berbahaya,” ungkap Budi.

“Makanya saya berpendapat bahwa ketika media sudah dipegang oleh para elit politik, beritanya pun tidak akan independen,” tambahnya. [b]

Tags: JurnalismeSanurTelevisi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Diskusi Sejarah dan Dinamika Pers Mahasiswa

Menjaga Nyala Pers Mahasiswa di Tengah Sunyinya Dukungan Kampus

14 October 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

9 October 2025

Mempertahankan, Sebaik-Baiknya Cara Mereka untuk Melawan

29 September 2025
Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

26 September 2025
Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

25 September 2025
Next Post
Jalan-jalan Mengunjungi Situs Bawah Laut

Jalan-jalan Mengunjungi Situs Bawah Laut

Comments 3

  1. dwirasty says:
    13 years ago

    siapa yang harus kami percaya ketika media massa disalahgunakan oleh politikus

    Reply
  2. imadewira says:
    13 years ago

    Di Bali berarti hanya contoh kecil ya?

    Reply
  3. bOedy says:
    13 years ago

    Contoh kecil tapi parah,berita banyak membodohi masyarakat…bukankah pers untuk mendidik? bukan sebaliknya..

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia