• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Kampanye Via Internet?

I Gusti Agung Made Wirautama by I Gusti Agung Made Wirautama
12 December 2008
in Opini, Politik
0
2

Oleh I Gusti Agung Made Wirautama

Membaca tulisan Anton Muhajir tentang para caleg dan cara kampanye yang menggunakan baliho, saya jadi ingin memberikan tanggapan. Dari sekian banyak tulisan itu yang saya baca, kelihatannya dia menyarankan agar kampanye gaya lama ditinggalkan dan kini saatnya menggunakan teknologi informasi.

Saya sangat setuju dengan hal ini. Sebab sebagian besar orang yang bergelut di bidang teknologi informasi (TI) saya lihat adalah orang yang cukup mempunyai idealisme. Namun saya pesimis saran Anton bisa dilaksanakan khususnya untuk pemilu kali ini apalagi untuk para caleg di tingkat kabupaten. Ada beberapa alasan yang membuat saya pesimis bahwa mereka (para caleg) akan melirik media Teknologi Informasi dan internet sebagai media kampanye.
Pertama, kemampuan para caleg di bidang Teknologi Informasi. Jangankan membuka internet, sangat sedikit yang bisa bahkan saya tidak yakin para caleg tersebut familiar dengan komputer. Mungkin memang banyak di antara mereka yang membawa gadget canggih dan handphone seri terbaru namun apakah mereka bisa menggunakannya dengan maksimal? Jangan-jangan isinya hanya xxx (you know what) saja.

Saya menduga ini lebih karena mereka mampu membeli barang tersebut, bukan karena mereka bisa menggunakannya. Hal ini memang bisa diatasi dengan mencari tim sukses yang mahir di bidang IT. Jadi ayo, adakah di antara Anda yang mau jadi tim sukses?

Kedua, penggunaan kampanye model lama yang masih lebih efektif (setidaknya untuk daerah luar perkotaan). Karena, menurut asumsi saya, pemilih di daerah masih selalu mengarah ke partai yang dominan. Tidak perduli partai itu bagus atau tidak, caleg-nya kompeten atau tidak, maka mana partai mayoritas maka partai itulah yang akan ikut dipilih oleh pemilih yang tidak punya identitas pada partai tertentu.

Mohon maaf, ini mungkin akibat dari masyarakat yang kurang berani untuk bersikap kritis terhadap penguasa alias selalu “suryak siu”.

Maka semakin besar dan banyak baliho serta bendera suatu parpol atau calegnya maka akan terlihat semakin dominan, maka pemilih pun agar tergiur untuk memilihnya. Mungkin para pemilih ini takut menjadi kelompok partai minoritas di lingkungan tempat tinggalnya, takut merasa terkucil jika memilih partai minoritas.

Ketiga, karena para politikus dan caleg tersebut belum percaya dengan kekuatan kampanye dengan media TI dan internet. Mereka mungkin belum tahu bagaimana Barack Obama memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat. Atau kalaupun mereka tahu, para caleg ini belum percaya masyarakat pemilih akan bisa melihat profil mereka di internet karena pengguna internet masih jarang.

Keempat, berani karena benar, takut karena salah. Para caleg yang tidak kompeten mungkin takut berkampanye di internet karena selain mereka tidak mahir mereka takut malah menjadi blunder karena kejelekan mereka akan semakin terlihat dan bisa menjadi bulan-bulanan para pengguna internet yang kritis. Maka dari itu mereka masih memilih cara lama yaitu menggunakan atribut bendera, baliho serta “sima krama” dengan door to door ke kantong-kantong pemilih.

Itulah sekian alasan yang menurut saya kenapa kampanye menggunakan media Teknologi Informasi seperti sms, website, milis, dll masih belum bisa dimanfaatkan oleh caleg, khususnya caleg di tingkat Kabupaten. Jadi saya masih pesimis, tetapi bila ini bisa dilakukan alangkah banyaknya penghematan yang telah dilakukan. Anggaran dana pemilu mungkin bisa ditekan seminimal mungkin.

Mudah-mudahan ke depan semakin banyak politikus yang mau menggunakan Teknologi Informasi sebagai media kampanye. Atau mungkin akan ada caleg yang bergelar S.Kom (Sarjana Komputer) dan kalau bisa M.Kom (Magister Komputer).

Tags: BalicalegInternetkampanyepemiluPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wira Utama, cukup dipanggil Wira. Dosen Komputer di STP Nusa Dua Bali yang lahir dan tinggal di Kerobokan. Biasa menulis di blog www.imadewira.com

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Next Post

Krematorium, Alternatif Tempat Ngaben Sederhana

Comments 2

  1. pushandaka says:
    17 years ago

    Sekarang yang penting bukan caleg yang melek IT. Tapi caleg yang benar-benar jujur dan berani membawa kepentingan rakyat.

    Masalah dia melek IT, atau bahkan Sarjana Komputer, itu belakangan saja. Masalahnya, calon pemilih pun belum banyak yang melek IT. Jadi kalau melakukan kampanye melalui internet, akan jadi sia-sia dan buang-buang duit.

    Semakin banyak duitnya terbuang, semakin besar keinginan mereka mengeruk keuntungan dari jabatannya nanti apabila terpilih.

    Kecuali nanti pada suatu saat pemilih sudah terbiasa dengan internet, mungkin kampanye seperti itu akan jauh lebih bermanfaat.

    Reply
  2. Alim Mahdi says:
    17 years ago

    Bila calegnya sudah terbiasa dengan IT (Internet, misalnya) boleh juga tuh untuk dicoba, syukur2 bisa nyasar dan orang akan memilihnya. Paling tidak bisa menambah suara..:)

    Tetapi yaitu, realitas sekarang ini ada berapa persen pemilih yang melek internet? (ada data gak ya?) Jika dibandingkan dengan yang belum melek internet pasti kalah jauh…

    Tapi boleh juga, ya tadi bisa tambah2 promosi dan suara khusus bagi pemelih intelek dan melek IT.

    Semoga gak nyambung…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

Menutup Program Studi, Menutup Masalah?

6 May 2026
Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Surat Cinta Negeri dari Jeruji Besi

5 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia