• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kali Ini Subak yang Dikomersialkan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
28 October 2009
in Budaya, Kabar Baru, Opini, Sosial
0
3

Teks Anton Muhajir, Ilustrasi Restoran Subak

Sebuah email datang di inbox kemarin sore. Pengirimnya Sugi Lanus, teman yang lebih banyak berdiskusi di dunia maya ketimbang bertemu muka. Isi emailnya: Subak sudah pindah ke Malaysia.

Sugi memberikan tautan ke website Restoran Subak di Malaysia. Alamat situs restoran itu pakai identitas Malaysia di belakangnya (com.my). Aku cek alamat tersebut. Walah, ternyata benar. Nama subak yang digunakan restoran tersebut memang mentah-mentah diambil dari Bali.

Baiklah. Ini yang ditulis restoran tersebut di situsnya.

“Blessed with naturally fertile land and copious rainfall, rice was cultivated in Bali’s highlands via numerous spring-fed streams that resulted in the development of the highly intricate and ritualised Subak water irrigation system.  subak was born out of this inspirational tradition of sharing life-giving water to sustain rice terraces in Bali.

Built on the fringes of the natural virgin jungles of Bukit Lanjan, subak is a sanctuary that promises diners a culinary journey of fine food and personalised service.  In keeping with the dynamic Balinese culture that is constantly fusing the old and traditional, with the new and innovative; subak aims to emulate this concept by blending its rustic decor with functional yet unique furniture and fittings.”

Penggunaan nama subak oleh restoran Malaysia ini langsung mengingatkan saya pada beberapa polemik sebelumnya seperti reog ponorogo dan tari pendet. Pada dua polemik itu negara jiran tersebut menggunakan dua kesenian khas Indonesia itu untuk iklan pariwisatanya.

Lalu orang-orang Indonesia pun pada ribut bukan main. Ada yang meras kecolongan. Ada yang menuduh Malaysia hanya pencuri. Tapi tak sedikit pula yang bereaksi biasa saja. Budaya toh bisa digunakan oleh siapa saja.

Jadi mari menunggu bagaimana reaksi orang Indonesia untuk kasus penggunaan nama Subak oleh restoran Malaysia ini.

Kalau saya sendiri sih malah senang. Penggunaan nama Subak untuk restoran di Malaysia kan juga menunjukkan bahwa Malaysia memang benar-benar iri sama kayanya budaya Indonesia. [b]

Tags: BaliBudayaOpiniPertanian
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Mempersiapkan Difabel Agar Siap Bekerja

Mempersiapkan Difabel Agar Siap Bekerja

Comments 3

  1. pushandaka says:
    17 years ago

    Kalau cuma meminjam nama, saya juga ndak masalah. Apalagi ada penjelasan apa dan darimana kata subak itu.

    Berbeda jadinya kalau sistem pengairan masyarakat bali yang bernama subak, diklaim berasal dari malaysia.

    Jelas kan, bedanya? Hehe..

    Reply
  2. eka dirgantara says:
    17 years ago

    lah kan sudah dijelaskan tuh kalau Subak itu dari Bali….jadi yah ga apa-apa lah….

    Reply
  3. gd andy kusuma says:
    17 years ago

    Mohon maaf sebelumnya namun nama Warung Subak telah kami pakai di Bali dan telah dipatenkan di department kehakiman republik Indonesia, terima kasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia