• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kali Ini Subak yang Dikomersialkan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
28 October 2009
in Budaya, Kabar Baru, Opini, Sosial
0
3

Teks Anton Muhajir, Ilustrasi Restoran Subak

Sebuah email datang di inbox kemarin sore. Pengirimnya Sugi Lanus, teman yang lebih banyak berdiskusi di dunia maya ketimbang bertemu muka. Isi emailnya: Subak sudah pindah ke Malaysia.

Sugi memberikan tautan ke website Restoran Subak di Malaysia. Alamat situs restoran itu pakai identitas Malaysia di belakangnya (com.my). Aku cek alamat tersebut. Walah, ternyata benar. Nama subak yang digunakan restoran tersebut memang mentah-mentah diambil dari Bali.

Baiklah. Ini yang ditulis restoran tersebut di situsnya.

“Blessed with naturally fertile land and copious rainfall, rice was cultivated in Bali’s highlands via numerous spring-fed streams that resulted in the development of the highly intricate and ritualised Subak water irrigation system.  subak was born out of this inspirational tradition of sharing life-giving water to sustain rice terraces in Bali.

Built on the fringes of the natural virgin jungles of Bukit Lanjan, subak is a sanctuary that promises diners a culinary journey of fine food and personalised service.  In keeping with the dynamic Balinese culture that is constantly fusing the old and traditional, with the new and innovative; subak aims to emulate this concept by blending its rustic decor with functional yet unique furniture and fittings.”

Penggunaan nama subak oleh restoran Malaysia ini langsung mengingatkan saya pada beberapa polemik sebelumnya seperti reog ponorogo dan tari pendet. Pada dua polemik itu negara jiran tersebut menggunakan dua kesenian khas Indonesia itu untuk iklan pariwisatanya.

Lalu orang-orang Indonesia pun pada ribut bukan main. Ada yang meras kecolongan. Ada yang menuduh Malaysia hanya pencuri. Tapi tak sedikit pula yang bereaksi biasa saja. Budaya toh bisa digunakan oleh siapa saja.

Jadi mari menunggu bagaimana reaksi orang Indonesia untuk kasus penggunaan nama Subak oleh restoran Malaysia ini.

Kalau saya sendiri sih malah senang. Penggunaan nama Subak untuk restoran di Malaysia kan juga menunjukkan bahwa Malaysia memang benar-benar iri sama kayanya budaya Indonesia. [b]

Tags: BaliBudayaOpiniPertanian
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Kebun Melon di Kaki Gunung Agung

Kebun Melon di Kaki Gunung Agung

16 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Next Post
Mempersiapkan Difabel Agar Siap Bekerja

Mempersiapkan Difabel Agar Siap Bekerja

Comments 3

  1. pushandaka says:
    17 years ago

    Kalau cuma meminjam nama, saya juga ndak masalah. Apalagi ada penjelasan apa dan darimana kata subak itu.

    Berbeda jadinya kalau sistem pengairan masyarakat bali yang bernama subak, diklaim berasal dari malaysia.

    Jelas kan, bedanya? Hehe..

    Reply
  2. eka dirgantara says:
    17 years ago

    lah kan sudah dijelaskan tuh kalau Subak itu dari Bali….jadi yah ga apa-apa lah….

    Reply
  3. gd andy kusuma says:
    17 years ago

    Mohon maaf sebelumnya namun nama Warung Subak telah kami pakai di Bali dan telah dipatenkan di department kehakiman republik Indonesia, terima kasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

3 September 2026
Nasib Cagar Budaya di Kota Denpasar: Revitalisasi Bak Pisau Bermata Dua

Nasib Cagar Budaya di Kota Denpasar: Revitalisasi Bak Pisau Bermata Dua

2 September 2026
Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

2 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia