• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, August 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Jangan Malas Berperkara sebagai Konsumen

Yunaelis by Yunaelis
11 June 2016
in Kabar Baru, Opini
0
0

Asuransi-Kesehatan-Terbaik

Saya bahkan bingung ketika memperkenalkan dan “memasarkan” profesi saya.

Profesi pengacara, aka advokat aka lawyer aka penasehat hukum, adalah profesi yang sangat lekat dengan masalah. Bisa jadi inilah satu-satunya profesi yang hidup dari masalah orang lain.

Tak mungkin saya bilang, “Eh, kalau mau cerai, jangan lupa hubungi saya ya..” Selain takut langsung disodori golok kok kayaknya saya ngarep banget ada orang punya masalah.

Tapi, meski berprofesi sebagai lawyer bukan berarti saya orang yang suka berperkara. Dapat kembalian kurang dari kasir saja sering saya anggap lalu. Bukan karena banyak duit tapi males memanjang-manjangkan masalah.

Terus, saya kena batunya. Asuransi gigi yang dipromokan oleh kartu kredit yang saya miliki tidak bisa mendaftarkan tiga anggota keluarga saya dengan gratis, seperti janji telemarketer yang menghubungi saya. Lebih lanjut lagi asuransi itu tidak bisa saya pakai dengan alasan tidak ada provider di kota saya tinggal.

Ini perusahaan asuransi jualan kecap atau jualan asuransi sih?!

Akhirnya saya protes. Saya kirim somasi ke perusahaan asuransi ini. Minta seluruh premi yang sudah saya bayar dikembalikan.

Btw, somasi ini semacam minyak kayu putih buat anak Palang Merah Remaja (PMR) masa saya dulu duduk di bangku SMA. Pusing, minyak kayu putih. Pingsan pas upacara, minyak kayu putih. Diare, minyak kayu putih. *ngikik*

Gayung bersambut. Mbak-mbak di bagian legal perusahaan asuransi ini menghubungi saya. Dengan gaya diplomatis dia mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan perusahaan mereka. Karena itu mereka tidak mau memenuhi permintaan saya.

Emosi dong! Tokek mau dikadalin, cuih!

Kalau mengikut watak saya sih rasanya mau menyerah saja deh. Mungkin saat itu terlalu senang bayar premi murah tapi bisa cover seluruh keluarga. Tapi saya bertekad tidak mau membiarkan perusahaan dengan marketing jualan kecap kayak begini.

Akhirnya saya minta rekaman untuk diperdengarkan. Dan, jreng jreng jreng. Jelas sekali ucapan bagian legal ini tidak sinkron dengan si telemarketer. Akhirnya bagian legal ini harus rela mendengarkan ocehan saya selama kurang lebih 1.859 detik.

Setelah itu saya closing dengan menulis surat dengan sedikit nada ancaman akan melaporkan hal ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Indonesia.

Dan, voila!! Tidak lama saya kembali dihubungi.  Mereka menginformasikan jikalau mereka menyetujui permintaan saya. Bulan depannya, laporan kartu kredit saya sudah mencetak masuknya uang premi ini.

Saya selalu bilang, berperkara itu menang jadi bara. Kalah jadi abu, jadi kalau bisa dengan cara damai kenapa harus pergi ke kantor polisi atau pengadilan. Tapi ya, kalau bisa., sekali lagi kalau bisa. Kalau tidak bisa?!

Kalau kata Om saya, Petyr Baelis, “There is no justice in this world. Not unless we make it.” Jadi ada kalanya kita harus berjuang untuk mendapatkan apa yang menjadi hak kita. [b]

Tags: HukumOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Yunaelis

Yunaelis

Pengacara sekaligus Ibu Rumah Tangga yang serius karena terlalu banyak berurusan sama Pengadilan dan Polisi ketimbang sama anak sendiri.

Related Posts

Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Next Post
“Nandurin Karang Awak”: Menyemai di Ladang Diri

“Nandurin Karang Awak”: Menyemai di Ladang Diri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

8 August 2026
Pasang-Surut dan Rumah yang Kian Tergerus

Pasang-Surut dan Rumah yang Kian Tergerus

8 August 2026
Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

7 August 2026
Desa Wisata, Berkah atau Musibah untuk Desa Munduk?

Desa Wisata, Berkah atau Musibah untuk Desa Munduk?

7 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia