• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Izin Baru, Potensi Konflik Antar Sopir Taksi

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
22 December 2009
in Kabar Baru, Opini, Sosial
0
1

Teks I Nyoman Winata, Foto Ilustrasi Internet

Para sopir taksi di Denpasar berencana mendemo Gubernur Bali karena ada rencana menambah izin armada taksi sebanyak 500 unit (Bali Post, 21/12). Alasan mereka karena taksi sekarang sudah banyak dan kalau ditambah lagi dengan taksi baru, konsumen yang sudah sedikit akan dibagi lagi. Apalagi izin armada taksi tersebut diberikan kepada perusahaan besar seperti Blue Bird Taksi, raksasa perusahaan taksi di Indonesia.

Jumlah kebutuhan ideal taksi di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya memang berbeda antara kajian teoritis dan praktik di lapangan. Gubernur ngotot menyatakan kuota taksi di Bali masih banyak yang belum dipenuhi, tetapi di sisi lain, para sopir taksi mengeluhkan sepinya penumpang. Jika ada kesamaan, harusnya sopir taksi tidak perlu sampai protes keras kalau ada tambahan taksi baru.

Rumah saya persis ada di depan terminal Ubung. Halaman depan rumah saya dipergunakan tempat mangkal taksi meski dari aturan hal tersebut sangat dilarang. Saya tidak mengetahui persis bagaimana polisi di depan terminal Ubung sepertinya tutup mata dengan hal tersebut.

Terlepas dari soal dilarang, yang jelas tidak banyak dari para sopir taksi yang membawa kesumringahan wajah sebagai tanda mereka berpenghasilan banyak. Keluhan tentang penumpang sepi yang selalu terlontar dari mereka. Beberapa sopir taksi yang saya kenal, memang secara ekonomi tidak terlihat berpenghasilan cukup. Tetapi ini mungkin saja bersumber dari cara kerja mereka yang hanya tertarik dengan penumpang “carteran”, bukan penumpang reguler.

Artinya mereka ngetem, tunggu penumpang bus antar propinsi keluar dari terminal, lalu kalau cocok dengan harga carteran, barulah mereka melayani penumpang. Ini tentu saja membuat dalam satu hari bisa saja hanya beberapa penumpang yang dilayani.

Taksi itu harusnya mobile, bergerak terus dan tidak ngetem. Tetapi faktanya banyak taksi yang ngetem. Tidak jelas siapa yang salah karena toh aparat hanya membiarkannya saja. Mungkin karena banyak “backing” atau bahkan pengelola taksi adalah para preman. Sebagian besar taksi juga beroperasi tidak menggunakan argometer melainkan harga kesepakatan/ carteran. Jadinya harga yang harus dibayarkan pengguna jasa taksi bisa jauh lebih mahal.

Praktik begini menjadi sangat lazim di kota-kota yang sebenarnya belum menjadi sebuah kota besar di mana penduduk lokal sangat jarang menggunakan taksi sebagai moda angkutan umum utama. Konsumen taksi lebih banyak adalah wisatawan atau penumpang temporer yang lebih sering hanya karena terdesak waktu dan tidak ada angkutan umum lain yang melayani rute tujuan.

Kembali kepada izin Gubernur untuk menambah armada taksi di Bali. Kasus serupa terjadi di Kota Semarang. Sopir taksi se Kota Semarang pernah protes keras atas keluarnya izin taksi untuk Blue Bird. Kantor walikota didemo ribuan sopir taksi mengakibatkan Jalan Pemuda dimana Balaikota Semarang berada jadi macet total.

Hanya saja entah karena apa, protes ini kemudian mereda dan taksi Blue Bird bisa beroperasi. Ada kecurigaan dan dugaan persoalan ijin bisa keluar karena kuatnya “permainan” uang dari pengusaha taksi dengan pemegang kekuasaan.

Sikap gubernur Bali untuk merestui ijin taksi baru di Bali juga rentan dicurigai ada permainan uang di dalamnya. Apalagi pengusaha yang mencoba ikut bermain di moda angkutan taksi ini adalah pemain besar dengan modal besar. Persoalannya adalah ketiadaan kajian yang independen, tentang seberapa besar sesungguhnya armada taksi yang diperlukan oleh masyarakat bali saat ini. Benarkah Taksi masih kurang jumlahnya sehingga diperlukan tambahan?

Lantas dampaknya tentu saja tidak hanya bagi sesama taksi tetapi juga angkutan umum lainnya seperti angkot, meski segmennya konsumennya beda.

Ketika persoalan manajemen angkutan umum tidak pernah menjadi persoalan serius yang ditangani dengan tepat dan baik oleh pemerintah, maka yang lebih sering muncul adalah konflik. Saya melihat bahwa karakter orang Bali itu jauh lebih keras dan tidak jarang nekat berbuat apa saja. Ini berarti potensi konflik yang ditebar Gubernur Bali dengan mengeluarkan izin taksi baru rentan menjadi sumber konflik fisik di tingkat bawah. Bisa saja secara resmi izin dikeluarkan oleh Gubernur karena secara hukum itu sah. Tetapi siapa menjamin di lapangan tidak akan terjadi pembakaran taksi atau perkelahian fisik antar sopir taksi.

Orang Bali itu, kadang tidak peduli apakah mereka bersaudara atau tidak. Asal sudah ada yang mengipas-ngipas, saudara sendiri bisa ditebas. Sejarah tahun kelam di era PKI bisa menjadi bukti kesadisan orang Bali. Sekarang tinggal kebijaksaan Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali. Apakah akan menebar potensi konflik atau bersikap lebih bijak dengan mendengar lebih banyak keluhan rakyat. Syukur-syukur bisa mengabaikan iming-iming uang dari pengusaha kaya karena kesejahteraan rakyat tetap jauh lebih penting daripada memenuhi kantong sendiri atau kelompok. [b]

Tags: BaliOpiniSosialTransportasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Kepsek Arogan, Siswa Kehujanan

Ironi Mewahnya Vila-vila dan Kondisi Sekolah Negeri di Bali

17 February 2026
Next Post
Tisna Bongkar ”Kuburan”, Djirna Minta Alat Berat

Tisna Bongkar ”Kuburan”, Djirna Minta Alat Berat

Comments 1

  1. Biopori says:
    16 years ago

    Tampaknya semua kebablasan. Gag itu penambahan ijin armada, kuota produksi kendaraan bermotor terutama roda dua, sementara ruas jalan tetap. Jadilah seperti sekarang ini. Kacau balau…..
    Salut untuk penulis yang mampu mengkritisi kondisi saat ini dari sudut yang netral dengan tulisan yang membangun. 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia