• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Inilah Para Tersangka Pembunuh Prabangsa

Anton Muhajir by Anton Muhajir
25 May 2009
in Kabar Baru, Sosok
0
23

Oleh Anton Muhajir

Foto oleh Agustinus Wibowo

Sehari menjelang peringatan 100 hari kematian Anak Agung Narendra Prabangsa, Kepolisian Daerah (Polda) Bali akhirnya menetapkan tujuh tersangka pembunuh redaktur harian Radar Bali tersebut. Kata “akhirnya” saya pakai karena selama hampir 100 hari wartawan dan warga hanya menunggu pengungkapan kasus ini. Syukurlah akhirnya tersangka pelaku pembunuhan ini terungkap juga.

Pengungkapan tersangka pembunuhan itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Polisi T Ashikin pada jumpa pers di Polda Bali Senin (25/5) ini. Menurut Ashikin, para tersangka ditangkap hampir bersamaan sehari sebelumnya. Sejak kemarin malam mereka sudah ditahan di Polda Bali.

Tujuh tersangka pembunuhan tersebut adalah Nyoman Susrama, adik bupati Bangli yang sebagai aktor intelektual di balik pembunuhan. Susrama adalah pengawas proyek Dinas Pendidikan Bangli. Besar kemungkinan tersangka membunuh Prabangsa karena balas dendam atas pemberitaan almarhum terkait dengan proyek di Dinas Pendidikan Bangli.

Selain Susrama, polisi juga menetapkan enam tersangka lain yaitu I Komang Gede, staf keuangan proyek yang menjemput korban; Nyoman Rencana dan Komang Gede Wardana yang melakukan pembunuhan serta membawa mayat korban; serta Dewa Sumbawa, supir Susrama yang berperan mengantar Susrama.

Dua tersangka lain adalah Endy dan Jampes, dua karyawan Susrama yang membersihkan darah korban. Dari para tersangka, polisi juga mendapatkan barang bukti berupa mobil Kijang bernomor polisi AB 8888 MK, mobil sedan, celana panjang, dan karpet berisi darah korban.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 338 jo 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Mereka bisa terkena ancaman penjara seumur hidup.

Sekadar mengingatkan. Prabangsa adalah wartawan harian Radar Bali, koran milik Jawa Pos yang terbit di Bali. Redaktur halaman Bali ini ditemukan dalam kondisi tewas dengan tubuh mengambang di perairan Padang Bai 16 Februari lalu. Karena kondisi tubuhnya yang mengenaskan: kepala pecah, bola mata hilang, telinga robek, dada lebam, polisi menduga almarhmum meninggal akibat pembunuhan.

Sebelum ditemukan, Prabangsa yang sebelumnya ngepos di kantor DPRD Bali ini sudah dinyatakn hilang. Ketima ditemukan dia sudah tidak bernyawa.

Melalui penyelidikan berbulan-bulan, polisi mulai menemukan titik terang sejak seminggu lalu. Setelah mendapatkan mobil yang dipakai untuk mengakut korban, polisi kemudian menggeledah rumah para tersangka. Kini, para tersangka sudah ada di tangan polisi. Mereka semua sudah ditahan.. [b]

Keterangan Foto: Komunitas wartawan dan aktivis di Bali ketika mengadakan doa bersama di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar memperingati 40 hari kematian Prabangsa. Foto oleh Agustinus Wibowo.

Tags: KriminalSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Ketut Ismaya

Mantan Preman dan Suka Dukanya

2 December 2020
Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

1 December 2020
Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

18 April 2020
“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

6 June 2019

I Made Suatjana, Penemu Font Bali Simbar dan Peramu Kalender Bali

6 May 2019
Next Post

Kondisi Psikologis Corby Masih Buruk

Comments 23

  1. lodegen says:
    17 years ago

    dugaan masalah di proyek disdik bangli itu juga harus dibongkar lagi. Agar alm Prabangsa bisa sdikit lega, dan publik juga belajar soal mekanisme proyek2 pemerintahan.

    Reply
  2. PanDe Baik says:
    17 years ago

    apakah memang ‘para tersangka’ itu hanya 7 orang ? itu malah yang membuat saya bertanya-tanya… maksudnya apakah tidak ada “ORANG” yang mengatur atau bahkan mendalangi itu semua ?

    Reply
  3. Made says:
    17 years ago

    Inilah sebuah potret ketika “Sangut” jadi raja “Delem” pun tak kurang kuasa. PDIP dan rakyat Bangli harus bisa belajar dan lebih arif dalam memilih pemimpin dan wakil-wakilnya. Pemilu barusan berlalu wakil rakyat sekualitas Sangut dan Delem pun akan berkeliaran di Gedung Rakyat karena “kesetiaan” dan “kebodohan” sendiri. Sadarlah!!!

    Reply
  4. Dwitra J. Ariana says:
    17 years ago

    jika sudah tertangkap aktor intelektualnya, tangkap sekalian sutradara dan produsernya… agar tidak lagi “memproduksi” kriminalitas di bangli.

    salam,
    Dwitra J. Ariana
    Jeruk Mancingan, Susut – Bangli

    Reply
  5. Anom, Bangli says:
    17 years ago

    Saya Sangat terkejut membaca berita ini kok bisa-bisanya orng yang terpandang menjadi “tersangka” kurang apa sih, kan semua proyek yang ada di Bangli udah ditangan keluarganya.Kami mohon kepada Bapak, sekalian deh dipriksa Pada dinas P3 bangli katanya sampai resepsi anaknya nikahpun dibiayai kantor.

    Reply
  6. dandunkkkk says:
    17 years ago

    hukuman matilah yang terbaik untuk seorang pembunuh keji itu,mohon dituntaskan semua kasus yang ada di bangli sehingga rakyat bangli bisa lebih sejahtera tanpa tekanan orang2 yang hanya mengeruk harta untuk keuntungan sendiri

    Reply
  7. andi says:
    17 years ago

    pelajaran untuk semua. khusus untuk pejabat, sudah zamannya otak, bukan otot.

    aas bagi bupati yang memelihara preman. atau jangan2 bupatinya preman?

    Reply
  8. Dwija, Bangli says:
    17 years ago

    Kepada Bapak Jaksa dan penegak Hukum lainya kami sebagi masyarakat yang hanya menrima tetesan kecil yang namanya itu “bantuan” tolong jangan diam dong, seperti bantuan Bank Dunia Yang swakola di borongkan dan sudah di laporkan ke kejaksaan, tindak lanjutilah jangan di gantung begitu saja.

    Reply
  9. Andi, Bangli says:
    17 years ago

    Anak Agung Prabangsa perlu dibuatkan monumen sebagai seorang pahlawan pembratasan korupsi.Saya doakan, mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkanya mendapat perlidungan dari Tunan Yang Maha Kuasa (Ida Sangyang Widhi Wasa)

    Reply
  10. bromocorah says:
    17 years ago

    sudah selayaknya pemerintah memberi gelar Pahlawan kepada Prabangsa sebagai pahlawan Pers Dan Pahlawan Demokrasi

    Reply
  11. browmas says:
    17 years ago

    Sudah selayaknya Prabangsa di beri Gelar Pahlawan Nasional, karena telah berjuang menegakkan kebebasan Pers dan telah berjuang membangun negara yang bersih. k

    Reply
  12. wangi says:
    17 years ago

    hidup terus wartawan indonesia!

    Reply
  13. mangodon says:
    17 years ago

    Jangan sampai mereka lolos dari jeratan hukum, apa lagi mereka semua itu menduduki jabatan di bangli. Jangan sampai hukum kita tercoreng. Menegakkan hukum diIndonesia bagaikan menegekkan “benang basah”. lalu apa jadinya mereka yang jadi korban….

    Mohon agar update berita ttg ‘Prabangsa’ ini bisa kita ketahui …. Damai.. dan sadarlah semua…

    Reply
  14. browmas says:
    17 years ago

    Prabangsa Boleh mati tapi masih ada prabangsa prabangsa lain yang siap melanjutkan perjuangan menegakkan kebenaran di atas Bumi Bhukti Mukti Bhakti ” Wahai Sang penguasa Ingat lah Bhisama Ida Bhatara Shri Aji Kunti Ketana” ” Barang Siapa Yang berbuat tidak baik Di Tanah Bangli atau tidak membangun Bangli maka bersiap-siaplah menerima segala azab dan sengsara” kan setiap 10 mei dibacakan!! mohon jangan dibaca dan didengar aja amalkan DONK!

    Reply
  15. Dewa Rai says:
    17 years ago

    Bangliku sayang,bangliku malang. Seorang putra Bangli yang berjuang untuk menegakkan keadilan di Tanah Bangli telah diadili secara hukum sepihak oleh preman-preman Bangli. Oh nasibmu tanah Bangli.

    Reply
  16. agoes s says:
    17 years ago

    Kalau hukum mampu berjalan adil tiada lain hukuman bagi pembunuh prabangsa adalah hukuman mati, ini bukan masalah sentimen tapi masalah dampak yang akan di akibatkan dari putusan pengadilan itu sendiri.
    jika para pembunuh tersebut telah terbukti dan meyakinkan
    menculik, membunuh secara keji dan berusaha melenyapkan korban itu dihukum ringan maka kita masyarakat bali tinggal menunggu kasus serupa akan terjadi lagi di bali karena masyarakat terutama para para orang orang yang memiliki kekuasaan dan uang akan mudah melenyapkan nyawa orang demi kepentingannya sendiri.
    MAri dukung para penegak hukum agar mampu memberikan hukuman yang setimpal dan adil untuk para pembunuh pembunuh keji tersebut

    Reply
  17. Kardi, Bangli says:
    17 years ago

    susrama sejak di bangli semua pejabat harus setor kalau mau masih mau menjabad di bangli, penambahan PTT terus bertambah dan harus membayar 3- 5 juta, baru bisa jadi PTT. dan yang lebih hebat lagi dana kampaye susrama dan istri dibayar oleh PTT, karena kalau mau membayar 15 – 20 juta yang bersangkutan yang belum masuk data bis di jakarta beliau bisa mengubah menjadi masuk data bis di jakarta dan diangkat tahun 2009 ini.

    Reply
  18. dandunkkkk says:
    17 years ago

    pak polisi tolong usut tuntas kasus ini

    biar arwah prabangsa tenang dialam sana

    jangan malu2 tuk mengungkap kasus ini dgn tuntas karna kami masyarakat bangli dan bali pada umumnya yg cinta damai dan keadilan.

    Reply
  19. Semara Manuaba Ibm, says:
    17 years ago

    Kota Bangli Yang berudara sejuk dengan panoramanya yan indah yang dapat memberi kesejukan dihati setiap orang, kini berbalik menjadi bringas ibarat gunung Batur yang sedang memuntahkan lavanya. Disisi lain sebagai Kota pendidikan katanlah “berhasil” setiap orang gemar membaca sapai pedagang sayurpun ikut berubutan beli koran.
    Sebagai Kota kesehatan,di Bangli pegawai banyak yang sakit, Sakit hati karena seringnya di dimutasi.

    Reply
  20. Duhuran says:
    17 years ago

    Bersyukurlah sudah menjadi penjabat, pegawai pemrintah maupun swasta dan bersyukur pulalah apa bila tinggal di Hotel prodeo dibalik trali besi menanti hari, karena hanya dengan bsrsyukur, baru kita akan menyadari makna dari hidup ini.Janagan sesalkan hari berganti hari karena itu yang namanya karma yang harus di petik pahalanya.

    Reply
  21. the magic man says:
    17 years ago

    Memang benar bangli berhasil mewujudkan visi dan misi sebagai kota pendidikan seperti IBM ungkapkan sampe2 tukang cukur rumput pun skarang rajin baca koran bahkan brita itu bisa2 dibaca 3 kali, bagi teman2 yang kerja kantoran ingat juga kerja ya jangan sampe lupa tugas! dan semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua ya yang lebih penting bisa baca situasi atuh! semoga habis kasus ini masyarakat bangli tambah cerdas das dan tambah sehat hat! hatinya ya! Satyam EVa Jayate! salam

    Reply
  22. Dodox Crazy says:
    17 years ago

    Tolong pak polisi ungkap tuntas kasus berdarah ini, memalukan nama Bangli dan Bali. Sudah tidak jaman nya bertindak premanisme. Tunjukan keseriusan mu membrantas ketidakadilan dan premanisme, karena kami semua percaya pada mu sebagai aparat yang bersih dan taat kepada hukum! Tindak tegas pelaku pembunuhan, jangan ada celah untuk bebas ataupun suap! OK???

    Reply
  23. Tutde says:
    17 years ago

    Mengikuti kejadian Prabangsa seperti menonton film PKI, ulah Susrama cs seperti orang PKI yg biadab menyiksa, menyakiti sampai akhirnya dibunuh secara keji Prabangsa, mungkin mereka itu sama dengan PKI yg seharusnya mendapatkan hukuman seperti PKI pada tahun 1965an, hidup wartawan

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia