• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

I Made Oka Sejenak Transit

Wayan Sunarta by Wayan Sunarta
6 January 2009
in Agenda, Budaya
0
0

Oleh Wayan Sunarta

Dunia seni rupa termasuk sangat jarang menampilkan atau menggelar pameran lukisan cat air. Bisa jadi karena lukisan cat air hanya dianggap sebagai studi, sama halnya dengan sketsa, bukan lukisan final. Anggapan ini cukup kuat menghuni alam pikiran banyak pelukis. Beberapa tahun terakhir yang banyak memenuhi jagat seni rupa adalah lukisan-lukisan dengan bahan akrilik yang dipandang lebih praktis pemakaiannya.

Atau bisa jadi karena teknik cat air termasuk sulit dikerjakan. Pelukis cat air cenderung menggunakan sekali sapuan kuas untuk citra objek atau imajinasi yang sedang dituangkannya. Perlu ketelatenan dan kesabaran yang cukup kuat. Setiap goresan dan sapuan kuas bisa memberikan efek-efek yang kadangkala tidak terduga. Di sanalah kenikmatan melukis dengan cat air.

Hal itu misalnya bisa dilihat pada karya-karya I Made Oka dalam pameran lukisan cat air bertajuk “Transit” di Guet Fine Art Gallery, Sanur, dari 3 Desember 2008 sampai 3 Januari 2009.

I Made Oka merupakan salah satu pelukis yang masih bertahan menggunakan cat air.  Lelaki kelahiran Karangasem, Bali, 24 Oktober 1967 ini merupakan lulusan SMSR Denpasar. Meski tidak mengenyam pendidikan seni yang tinggi, Oka tidaklah minder sebagai pelukis. Dia banyak belajar secara otodidak. Sejak 1989 dia telah digembleng oleh sejumlah pameran bersama yang pernah diikutinya, antara lain pameran Global Warming di Nusa Dua (2007), pameran di Kopenhagen Denmark (2008).

Pameran tunggalnya kali ini menampilkan sejumlah lukisan cat air dari periode 1982 hingga yang terkini. Tema dan objek garapannya beraneka ragam, seperti kehidupan nelayan, lanskap alam (pegunungan, lembah, pantai, persawahan), barong, kegiatan keagamaan di Pura.

Hampir sebagian besar karyanya dibuat secara outdoor, langsung berhadapan dengan objek.
Perhatikan lukisan berjudul “Kegiatan Nelayan”, “Pergi Melaut”, “Ngarai”, “Sekeras Batu Karang” merupakan karya-karya menarik yang langsung dibuat di alam bebas. Lukisan-lukisan ini bernuansa impresionis dimana kesan dan citraan sangat ditonjolkan.

Sapuan-sapuan kuasnya sangat lembut dan terlatih dengan pilihan warna yang menyejukkan. Oka juga sangat memperhatikan komposisi, tarikan-tarikan garis, degradasi yang kadang membentuk tekstur semu pada lukisannya.  Misalnya bisa dilihat pada karya “Sakral Dance” yang menampilkan Barong Ket sedang menari. Atau pada lukisan “Pantai Ama” dimana sapuan tipis warna biru berpadu lembut dengan hijau muda dan nuansa putih yang mampu membangun suasana pantai yang hangat.

Sebuah karya berjudul “Ritual” juga tampak sangat mengesankan dengan goresan dan permainan warna yang terlatih. Rerimbunan pohon yang diwakili goresan-goresan pendek warna hijau mampu memberikan nuansa yang menarik terhadap keseluruhan komposisi lukisan tersebut.

Di tengah jarangnya pameran lukisan cat air, maka pameran ini menjadi menarik dan bisa dipakai sebagai tempat “transit” untuk menjelajahi kecenderungan karya Oka berikutnya. Semoga pameran ini bisa memotivasi pelukis muda lainnya bahwa medium cat air juga bermakna jika ditekuni dengan kesungguhan hati. [b]

Tags: AgendaBudayaDenpasarOpiniSeni RupaSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Sunarta

Wayan Sunarta

Lulusan Antropologi Budaya, Fakultas Sastra, Universitas Udayana. Pernah kuliah Seni Lukis di ISI Denpasar. Mulai menulis puisi sejak awal 1990-an. Kemudian merambah ke penulisan prosa liris, cerpen, feature, esai/artikel seni budaya, kritik/ulasan seni rupa, dan novel. Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional, di antaranya Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Jawa Post, Pikiran Rakyat, Bali Post, Jurnal Kebudayaan Kalam, Jurnal Cerpen Indonesia, Majalah Sastra Horison, Majalah Gong, Majalah Visual Arts, Majalah Arti. Buku kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005), Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005), Perempuan yang Mengawini Keris (Jalasutra, 2011). Buku kumpulan puisinya adalah Pada Lingkar Putingmu (bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (bukupop, 2007), Pekarangan Tubuhku (Bejana Bandung, Juni 2010). Buku novelnya: Magening (Kakilangit Kencana, Jakarta, 2015).

Related Posts

Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Next Post

Balita Suspect Rabies Meninggal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia