• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Gajah Mada Town Festival: Coba Membangkitkan Pesona Multikultur Kota

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
30 December 2008
in Agenda, Budaya, Opini
0
1

Oleh Luh De Suriyani

Kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar kini dihidupkan dengan momentum Gajah Mada Town Festival yang berlangsung 28-30 Desember ini. Pembukaan festival berlangsung riuh dengan atraksi seni lintas etnis, culinary festival, dan parade jalanan, minggu kemarin.

Sejumlah warga dengan keragaman etnis tampak pada kerumunan penonton. Nampak warga etnis Arab, China, dan India. Sebagian dari mereka adalah pedagang dan warga yang tinggal di kawasan ini. Jalan Gajah Mada tempo dulu terkenal sebagai pusat perdagangan dan gaya hidup di Bali.

Kini, Pemerintah Kota Denpasar menyatakan Gajah Mada adalah kawasan heritage dengan melakukan pembenahan pedestrian, taman, dan penataan toko.

“Kita rayakan interaksi budaya dan ekonomi yang terakhir dilakukan 50 tahun lalu di kawasan ini. Gajah Mada adalah pusat kota simbol warisan budaya dan multikultur, sebuah inspirational memories,” kata Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra.

Mantra mengharapkan kawasan Gajah Mada yang telah dipercantik ini kembali hidup dan menjadi ikon Kota Denpasar kembali. “Kawasan ini juga pusat keragaman dan humanity. Semoga bisa jadi alternatif wisata kota,” tambahnya.

Festival yang berlangsung tiga hari ini diisi dengan pertunjukan kesenian tradisional seperti Wayang Cenk Blonk dan sendratari, musik, pameran dagang, makanan tradisional Bali dan etnis lain seperti Roti Cane dari India.

Optimisme Mantra ditanggapi biasa saja oleh Candra, 55, seorang penonton yang juga berjualan sejak 50 tahun lalu di Jalan Gajah Mada.

“Gajah Mada sebagai pusat dagang adalah masa lalu. Toko kami sudah digantikan oleh supermarket yang banyak di Denpasar,” ujar Candra, pemilik Toko Dewang di ujung perempatan jalan Gajah Mada-Sumatera ini.

Ia sendiri mengaku terus bertahan dengan mengganti barang dagangan sesuai permintaan pasar. “Toko ini sudah diwariskan turun temurun. Jaman dulu kami menjual barang kelontong, namun kini sudah tak laku,” kata Candra yang kini berjualan parsel, dan sejumlah makanan kecil.

Candra masih mempertahankan bangunan tua di atas tokonya yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Gaya art deco dengan jendela-jendela besar serta cat putih kusam masih terlihat di lantai II. Sayang, lantai I yang berfungsi sebagai toko, di bagian depannya telah direnovasi menjadi arsitektur Bali oleh Pemerintah Kota. Pilar-pilar bangunan telah ditambal dengan batu bata, sehingga terlihat tidak harmonis dengan bangunan tua di atasnya.

Sangat sedikit bangunan di Gajah Mada masih menunjukkan bentuk lamanya. Sayangnya, tak sedikit dari bangunan-bangunan itu dibiarkan begitu saja tanpa pemeliharaan.

“Tak hanya di Jalan Gadjahmada di dua kabupaten berbeda itu, tetapi juga di tempat tempat lain di pulau Bali. Bahkan, banyak diantaranya yang dipugar hingga sama sekali tak meninggalkan jejak wajah aslinya,” kata Sakti Soediro, seorang arsitek yang kini mendirikan komunitas Bali Tempoe Doeloe (BTD) bersama arsitek muda lainnya yang mengkampanyekan program Saving Bali’s Heritage. [b]

Versi bahasa Inggris tulisan ini dimuat di http://www.thejakartapost.com/news/2008/12/30/festival-revitalizes-cultural-heritage.html

Tags: AgendaBudayaDenpasarToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025
Next Post

Maraknya Café Percepat Penyebaran HIV di Bali

Comments 1

  1. gus manu says:
    17 years ago

    wajah lama bisa hilang tapi semangat perjuangan yg harus dipertahankan

    untuk selalu bisa bertahan memang harus menyesuaikan diri dengan pasar, tidak bisa semata-mata bernaung pada kesuksesan tempo doeloe

    perubahan pasti diperlukan

    bagaimana mengembangkan diri di era yg sekarang dengan tetap membawa jati diri semangat kerja tempo doeloe

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia