• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Eksotisme Karya Mahendra dalam Ritmis

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
15 June 2014
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0
Figur Yang Hilang#3, 2013, watercolor di atas kertas, 36x48cm
Figur Yang Hilang#3, 2013, watercolor di atas kertas.

I Made Mahendra Mangku kembali menampilkan 18 karyanya.

Kali ini dalam medium cat air di atas kertas dan akrilik di atas kanvas. Warna-warna karya Mangku nampak halus, lembut dan segar dipamerkan dalam pameran RITMIS.

Karya-karya tersebut masih dalam ketegasan memberi makna garis dan warna akan sentuhan energi alam melalui eksotika karakter abstrak.

Pameran yang dibuka pada Kamis lalu ini digelar di ruang Six Point Restaurant & Bar, di Jalan Danau Buyan, Sanur. Pameran akan berlangsung hingga 12 Agustus 2014.

Melalui pameran Ritmis, Mangku ingin membangkitkan kembali pengalaman menggerakkan alur garis dan warna yang lepas dari elemen dan ruang yang selama ini ia perhitungkan. Karya-karya dalam bingkai Ritmis adalah keindahan ekspresi jiwanya, diungkapkan dalam dialog warna dan garis kemudian disapu halus terpendar dalam keindahan yang menakjubkan.

Pada mula imajinasi Mangku memang mengembara ke mana-mana. Namun, ketika diberi media, seketika berubah menjadi garis dan warna yang berirama.

Ritmis ibarat bahasa gerak, merupakan medium ekspresi dari kebebasan garis dan warna yang selanjutnya dapat dinikmati oleh siapa saja. Pada dasarnya karya rupa Mangku adalah cerminan sebuah gerak manusia di antara isi alam dalam kehidupan sehari-hari.

Ada gerak dalam kehidupan yang ditunjukkan sebagai identitas dari masing-masing karyanya.

Gerak dalam karya Mangku bila diperhatikan seolah ia memindahkan elemen identitas manusia dan unsur-unsur alam seperti pohon, tanah, batu, air dan sebagainya. Elemen-elemen itu berhasil berpindah dari satu titik bidang ke titik bidang lainnya, cair secara harmoni.

Pada karya Ritmis dapat dibaca inilah bagian ekspresi perasaan sang perupa yang telah diubah ke dalam ruang imajinasi, mengalir dalam bentuk media lukis menghasilkan pengungkapan yang bebas dan sangat indah.

I Made Mahendra Mangku sosok perupa akademisi yang tak henti berkarya, melakukan ekplorasi pada beragam media dengan water color maupun akrilik.

Ia juga sering merambah pada seni instalasi tiga dimensi. Perupa kelahiran Sukawati, Gianyar, 1972 ini memulai penjelajahan artistik ketika memasuki SMSR Ubud pada 1988, lalu dilanjutkan di ISI Jogjakarta pada 1992.

Lima tahun kemudian, ia menyelesaikan studynya dan kembali berkarya di kampung halamannya Sukawati. Sebagai seniman yang tumbuh dan berkembang di desa yang memiliki kekuatan seni tradisi tinggi, ia sudah terbiasa dengan kekuatan memori estetis.

Tentang Pohon#4, 2013, watercolor diatas kertas, 42x56cm
Tentang Pohon#4, 2013, watercolor di atas kertas

Mangku tidak terpengaruh layaknya seperti seniman lain yang cenderung masuk ke wilayah kesadaran tradisi melalui bentuk-bentuk dan simbolisme Bali. Ia menentukan jalan kreatifnya sendiri dalam benturan akar tradisi dan modern.

Kini, dengan pengalaman teknik lukisan abstrak, Mangku memetaforkan pengalaman visual dengan bentuk-bentuk gerak yang teratur, selanjutnya mengalir menjadi gerak bebas, harmonis dan terjaga. Ritmis adalah penggalian misteri, dengan penggarapan sempurna, dan melalui karya-karyanya ternyata Mangku semakin menemukan jalan terang bahwa ruang adalah media yang bisa berkompromi dengan dirinya setiap waktu.

Karya-karya yang diusung dalam pameran Ritmis memperlihatkan bagaimana Mangku menggarap karyanya dengan sangat konsisten. Dan melalui pameran ini pula, ia sekaligus ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kecakapan teknik dalam menangkap dan mengurai warna-warna sahaja yang ada di sekelilingnya.

Pameran ini kiranya dapat dilihat sebagai presentasi kekayaan batin sang perupa yang bersandar pada tatanan keindahan. Karya yang menggugah kontemplasi ini di saat bersamaan akan dipertemukan oleh suasana Sanur yang magis dan romantis. Garis dan warna karya Mangku adalah persahabatan yang tak akan lekang bersama alam.

Siapapun akan merasa dekat untuk berpetualang menyelami gerak-gerak indah yang terus mengalir dan menggelora. [Yudha Bantono]

Tags: AgendaSanurSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

9 October 2025

Mempertahankan, Sebaik-Baiknya Cara Mereka untuk Melawan

29 September 2025
Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

26 September 2025
Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

25 September 2025
Next Post
Perjalanan Sehari ke Nusa Lembongan

Perjalanan Sehari ke Nusa Lembongan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

22 April 2026
Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia