• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Dulu Orang Tenganan Tak Boleh Berdagang

Diah Dharmapatni by Diah Dharmapatni
28 March 2015
in Kabar Baru, Sosial
0
1

tenganan

Masuk Desa Tenganan Pegringsingan seperti diajak menikmati Bali tempo dulu.

Salah satu desa tua di Bali ini masih menyimpan unsur-unsur kekunaan kuat. Situs tinggalan sejarah, tradisi, sistem kemasyarakatan masih bertahan hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, Desa Tenganan Pegringsingan juga tak lepas dari perubahan. Salah satu perubahannya adalah perkembangan pariwisata yang pesat. Kunjungan wisatawan yang meningkat akhirnya mendorong orang Tenganan menyulap rumah mereka menjadi art shop.

Kain-kain grinsing dipajang di pintu masuk untuk menarik perhatian pengunjung. Semakin lama, barang yang dijual pun semakin beragam. Aneka kerajinan dari luar desa juga menambah keragaman komoditi yang dijual. Padahal, sebelumnya orang Tenganan tidak boleh yang berdagang.

Guru Besar Sejarah Universitas Udayana I Gde Parimartha menjelaskan larangan berdagang terjadi pada zaman kerajaan di Bali. Ada pembagian pekerjaan yang dibagi ke dalam empat golongan, yaitu Brahmana, Ksatrya, Waisya dan Sudra. Hanya golongan Waisya yang boleh berdagang. Perdagangan biasanya dilakukan orang-orang dari Bugis, Arab, Cina dan lain-lain.

“Orang Tenganan berstatus ningrat atau tinggi. Berdagang itu nilainya jelek karena ngalih bati (cari untung),” kata I Gde Parimartha pada acara Bali Tempo Doeloe #13 di Bentara Budaya Bali, kemarin.

Sistem pembagian hasil tani di Desa Tenganan Pegringsingan membuat masyarakat sejahtera, sehingga mereka tidak perlu berdagang. Dulu, orang Tenganan cenderung bekerja di bidang rohani, pemerintahan dan pertanian.

“Dulu, hasil pertanian sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. Beda dengan sekarang, banyak keinginan untuk beli ini itu,” jelas Parimartha yang juga orang asli Tenganan itu.

Perkembangan zaman akhirnya mengubah pandangan hidup masyarakat. Kebutuhan hidup kini mulai bergeser. Demi memenuhi kebutuhan itu, banyak orang Tenganan juga mulai berdagang. [b]

Tags: DiskusiSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diah Dharmapatni

Diah Dharmapatni

Bekerja di bidang sains dan teknologi.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

19 October 2023
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Next Post
Ngobrolin Jurnalisme Warga di Hardrock FM Bali

Ngobrolin Jurnalisme Warga di Hardrock FM Bali

Comments 1

  1. Gita says:
    11 years ago

    Lokasinya dimana ya?
    Bisa dikasih peta atau petunjuk arah nya?
    Pengen juga kesana. 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia