• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, October 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Dua Artha ‘Jatuh Cinta’ Pada Teluk Benoa

I Made Argawa by I Made Argawa
24 September 2016
in Budaya, Opini
0
0
Kawasan Suci Teluk Benoa yang akan direklamasi. Foto Luh De Suriyani.
Kawasan Suci Teluk Benoa yang akan direklamasi. Foto Luh De Suriyani.

Dua Artha ‘Jatuh Cinta’ Pada Teluk Benoa. Tentu ini bukan sekadar judul. 

Lebih jauh lagi frase pada kalimat itu muncul ketika saya ngobrol dengan teman di Tabanan. Obrolan santai ditemani semilir angin di bawah pohon cempaka itu tak langsung merujuk pada Teluk Benoa.

Gonjang-ganjing terjungkalnya Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar juga mewarnai perbincangan kami.

Obrolan kami semakin panas ketika bicara soal aksi pembakaran ban di jalan raya yang dilakukan para demonstran penolak reklamasi Teluk Benoa beberapa waktu lalu. Dari cerita bakar ban, perbincangan kami berlanjut hingga ‘api asmara’ dua Artha yang kepincut dengan Teluk Benoa.

Dua Artha yang dimaksud adalah Artha Graha perusahaan bisnis milik Tomy Winata dan penasihat Raja Waturenggong, Dang Hyang Nirartha. Keduanya sama-sama dari luar Bali. Apakah kebetulan?

Tentu pandangan teman saya ini membawa logika saya menjadi berpikir setengah kosmik. Yang pasti, dua cinta Artha ini beda motif.

Tomy Winata bos Artha Graha yang menggerakkan rencana proyek reklamasi lewat jaringan bisnis miliknya PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) ingin membuat destinasi pariwisata baru. Bahkan, ia mengakui sudah mengeluarkan biaya sejumlah Rp 1 triliun.

Saya belum pernah tahu cinta yang pengorbanannya begitu besar. Apakah cinta Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang menghabiskan biaya semahal itu juga?

Motif cinta Tomy Winata yang cenderung hanya mengumbar hasrat justru menjadi intrik yang kotor. Aturan dimanipulasi, tatanan kehidupan masyarakat diobrak-abrik seenaknya. Dan yang paling menyedihkan adalah pemegang kebijakan ikut bermain.

Ketika para akademikus memberikan kajian yang melenceng, kaum agamawan ikut ‘membebek’ kepada pemodal.

Kedatangan Dhang Hyang Nirartha ke Bali untuk menebarkan cinta bisa dilihat di selatan Kota Tabanan, yakni Pura Tanah Lot. Pengaruh pemikiran Brahmana dari Kerajaan Kediri itu bahkan hingga kini masih digunakan oleh umat Hindu Bali yakni Padmasana sebagai tempat untuk Dewa Acintya.

Kalau ‘cinta’ Artha Graha untuk Bali contohnya adalah membentuk pusat kebudayaan abad 21, mall Discovery Kartika Plaza.

Dhang Hyang Niratha atau Pedanda Shakti Wawu Rauh dalam Kakawin Añang Nirartha menuliskan rangkaian sajak cintanya pada Teluk Benoa yang isinya adalah.

“Sebuah pulau besar agak dekat ke pantai, di hadapannya ada muara sungai. Semua itu terlihat bagaikan burung Garuda yang lapar, yang tengah mencari amerta di gunung Somaka. Pulau itu dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang suci, di sana-sini melingkar, bagaikan pasukan para dewa yang siap menunggu kedatangan Garuda.”

“Burung-burung terbang melayang-layang bagaikan panah para dewa yang dilepaskan. Dan aliran sungai bagaikan naga yang akan memagut. Penyu yang berenang kesana-kemari mencari makanan bagaikan cakra yang diputar, senjata yang menjaga tirtha amerta.”

“Tirtha tersebut dijaga oleh Hyang Indra di depan gua sehingga tidak ada orang yang merusak. Bunga kepuh berwarna merah menyala bagaikan api berkobar-kobar meliputinya”.

Bali lekat dengan anggapan pulau cinta. Masyarakatnya yang dikenal ramah menjadi jargon pariwisata unggulan sejak era Orde Baru. Namun, saat berbicara Teluk Benoa, kini orang Bali berteriak menuntun keadilan.

Rupanya cinta Dhang Hyang Nirartha membawa restu bagi masyarakat Bali. Sedangkan ‘cinta’ Artha Graha yang hanya mengumbar nafsu belaka terus mengalami tekanan dari pasubayan desa adat yang saat ini berjumlah 39 mendeklarasikan tolak reklamasi Teluk Benoa. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiBudayaLingkunganSosialTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Made Argawa

I Made Argawa

berusaha santai ditengah dunia yang semakin cepat

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

5 October 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Bali Bergerak: Parade Budaya Tolak Reklamasi

Permainan Sama oleh Pemain Berbeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sanur Intaran Menata Kawasan ke Zona Biru, Hijau, dan Kuning untuk Mengurangi Emisi

Sanur Intaran Menata Kawasan ke Zona Biru, Hijau, dan Kuning untuk Mengurangi Emisi

22 October 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

22 October 2026
Menteri Luar Negeri India buka Pameran Lontar dari Bali

Menteri Luar Negeri India buka Pameran Lontar dari Bali

22 October 2026
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Mediasi Deadlock, Gugatan Warga Negara Pulihkan Bali Lanjut ke Sidang Perkara

21 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia