• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Biopori Makin Digemari di Bali

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
18 November 2014
in Kabar Baru, Lingkungan, Pendidikan
0
0

biopori.foto.fadlik

Anak-anak pecinta alam SMA 2 Kuta membagi kelompok untuk membuat biopori.

Banyak orang telah mengenal sumur resapan. Tujuannya untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Tapi, biopori agak berbeda.

Biopori semacam resapan juga tapi bisa jadi tempat menyimpan sampah-sampah organik.

Oktober lalu, dari 20 lubang biopori baru beberapa dibuat. Hal ini karena terkendala lahan SMA 2 Kuta Selatan dahulunya adalah lahan urugan. Iisnya batu kapur yang kemudian dilapisi tanah.

“Tapi, kami akan mengusahakan dengan menggunakan linggis agar lubang biopori bisa berjumlah 20 lubang,” kata Pembina Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMA 2 Kuta Bapak Sutarma.

Beberapa sekolah telah membuat biopori antara lain dari SMK Pandawa yang rencananya membuat 50 lubang. Namun, di lingkungan sekolahnya baru terlaksana 20 lubang. SMA 1 Abiansemal juga melakukan hal sama.

Sekitar 500 anak Sispala di SMA 1 Abiansemal membuat beberapa biopori di lahan sekolahnya. I Wayan Sagi menambahkan bahwa pembuatan biopori dimaksudkan agar sampah organik bisa ditimbun pada lubang biopori. Nantinya akan menghidupi fauna tanah.

Sagi Pembina Sispala bercerita kerap melakukan kegiatan pelestarian lingkungan, dengan melakukan gerakan penanaman pohon, pembersihan lingkungan, menabung sampah. Sispala telah terbiasa melakukan hal seperti ini tambahnya.

“Sispala di SMA 1 Abiansemal memang banyak, mungkin terbanyak,” ungkap Putu Adi Gunawan siswa 12 IPS 1.

Adi membuat satu lubang biopori di halaman tengah sekolah. Tubuhnya berkeringat. Sambil membuat lubang tanah sedalam 1 meter, Adi mengungkapkan, “Kalau saya yang membuat biopori tentunya ketika saya jadi alumni pasti bisa melihat hasilnya.”

Menurut Catur Yudha Hariani Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali (PPLH Bali), kegiatan penyelamatan lingkungan dengan biopori juga sudah dilakukan oleh Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi dan BLH Kabupaten.

“PPLH Bali juga memiliki fasilitator andal untuk pembuatan biopori,” katanya.

Tak habis sampai di situ, pada kantor kantor lain juga telah dibuat lubang biopori. Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) misalnya, dua lubang dibuat di markas LINI untuk mengantisipasi genangan air ketika hujan. Lima lubang lagi kita buat di Desa Les dan semoga bisa di desa desa lainnya. “Fungsinya bukan hanya itu saja,” ujar Putu Pariata menjelaskan kepada staf hotel Oasis di Kecamatan Tejakula, Bali Utara.

Biopori juga berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sampah yang ditimbun juga bisa dipanen untuk dijadikan pupuk organik. Setelah sampahnya penuh bisa langsung ditanami pohon sehingga lubang bioporinya bisa berpindah ke tempat lain.

Oktober lalu Yayasan LINI bekerja sama dengan pihak sekolah dan Oasis memperkenalkan biopori seta perawatannya. Program ini diadopsi dari program PPLH Bali yang sedang bekerja sama dengan Sekolah Sahabat Mata Air (SSMA) yang programnya ada di beberapa provinsi lainnya.

Sedikitnya beberapa sekolah di Denpasar dan Badung bekerja sama dengan membuat biopori bersama. Alangkah egoisnya jika kita memerlukan air tanah namun setiap lahan ditutupi semen. Dengan membuat biopori setidaknya kita telah menabung air tanah untuk kelak dimanfaatkan. [b]

Tags: LingkunganPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Next Post
Di Balik Panggung Melayang dan Atas Laut itu

Di Balik Panggung Melayang dan Atas Laut itu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ngiter Tipis-Tipis: Merawat Luka yang Dihilangkan Paksa

Ngiter Tipis-Tipis: Merawat Luka yang Dihilangkan Paksa

31 May 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia