• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Refleksi Perilaku Eksploitatif Manusia Lewat Wallaby Project – Mereka

Felixrio Prabowo by Felixrio Prabowo
17 April 2023
in Kabar Baru, Musik
0
0
Wallaby Project. (Foto: @guseka_pramana)

Kuartet rock asal Bali, Wallaby Project merilis MV atas single terbarunya, Mereka, 27 Maret 2023 lalu. Sejauh ini, single Mereka menjadi single ke-4 dari band yang diisi Jascha Benny (Gitar dan Vokal), Yezki Kana Wadu (Gitar), Pison Harry (Bas), dan Nuel Lawalata (Drum). Dua single awal, Milkshake Girl dan It’s a Life kental dalam nuansa blues dan jazz-nya, kemudian disusul oleh Dazed yang lebih tebal unsur rock dan nuansa keputusasaan yang pekat. Sampai pada nomor ini, Wallaby Project terlihat semakin serius untuk membentuk jati diri musiknya sendiri.

Banjir bandang di Yeh Embang Kauh, Jembrana, tahun lalu, cukup meyadarkan saya kembali tentang bahaya merambah hutan. Jika kita ingat-ingat lagi, yang dilakukan untuk membuka lahan adalah dengan menyuntik pohon-pohon dengan racun agar tindakan itu beres tanpa ketahuan siapapun. Pohon layu dengan senyap, lahan baru terbuka dan siap ditanam entah pisang atau vanili, komoditas yang biasa ditanam di sana. Setelah itu ya tentu banjir bandang. Kayu-kayu mati yang tidak ketahuan itu akhirnya turun ke hilir karena hujan besar Oktober lalu, dan membenam rumah-rumah warga.

Dimulai dengan penggambaran tentang kekayaan alam yang terbentang dari ujung timur hingga ujung barat, kita diajak untuk memikirkan ulang apa-apa saja yang terjadi dan memberi dampak secara ekologis pada bait pertama sebelum chorus. Peristiwa lingkungan di atas kemudian menjadi hal pertama yang muncul di kepala saya saat Mereka sampai pada lirik “..memang dia diam saat kau meracuninya/sekarang dia bersua dan sekarang pun kau diam.”

Kemudian, dalam bait yang berbeda Wallaby Project menyinggung tentang betapa pendek ingatan kita. Belum lama ini, publik heboh karena kegagalan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, tapi beberapa oknum kemudian menuruti egonya yang tergores dengan merusuh pada sebuah lanjutan Liga 1. Pun saat tragedi Kanjuruhan.

Singkatnya, mereka tidak secara gamblang ingin membicarakan satu tema tertentu, namun pada akhirnya cukup mampu membingkai satu atau dua perilaku menusia yang kemudian memberi dampak pada sekelilingnya, bisa ditarik kepada hubungannya kepada alam, bisa juga kepada manusia lain.

Sebagaimana Dazed, amarah dan kekecewaan Wallaby Project memang masih terasa, tapi penyampaiannya dibungkus dengan diksi yang lebih halus dan sedikit satir. 

Menyimak bunyi-bunyian Yang Ditawarkan

Pengaruh Radiohead pasca-OK Computer sangat kuat di sini. Pada bagian drum, dari detik pertama kita bisa mendengar pengaruh In Rainbows yang cukup memberi kesan tergesa-gesa. Menyimak departemen bass, Pison melangkah santai kesana kemari tanpa takut ketinggalan kereta karena semuanya sudah dihitung dengan cermat, menjadi penyeimbang seperti Colin Greenwood. Isian tipis dari Eky mengambil peran sebagai Ed O’Brien, tanpa memberi peringatan bahwa yang tipis ini tetap akan memabukkan.

Walaupun demikian, tentu mereka tidak akan menjadi Radiohead cabang Denpasar di sini. Ada beberapa pengaruh lain yang masuk. Perhatikan jembatan antara verse dan chorus. Jika kita terpaku pada Radiohead saja, saya pikir akan terasa off karena part ini cukup stand-out seperti ingin menunjukkan bahwa Radiohead bukan satu-satunya referensi walau tetap, twangy khas Telecaster-nya Jonny Greenwood tidak ketinggalan. Sepertinya ada unsur reggae/dub yang muncul. Juga rekaman percakapan mengenai pemanfaatan lahan dari salah satu pejabat yang ditunjukkan di akhir lagu dengan subtil, mengingatkan saya pada pendekatan yang khas dilakukan oleh Public Service Broadcasting, kuartet art rock asal Inggris.

Melihat tren musik indie Bali yang ada hari ini, saya pikir ini langkah yang cukup berani dari Wallaby Project karena ciri bebunyian yang ditawarkan. Tentu ini bagus untuk kita, karena akan makin banyak pilihan.

kampungbet
Tags: BaliIndie BaliLingkunganMusik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Felixrio Prabowo

Felixrio Prabowo

Felixrio Prabowo adalah seorang fotografer lepas yang berdomisili di Bali. Berfokus pada dokumentasi event, Felixrio juga menaruh minat pada isu-isu kemanusiaan – sesuatu yang ingin ia praktekkan ke dalam karya fotografi. Selain mengerjakan dokumentasi event, beberapa fotonya pernah dimuat di Project Multatuli dan BaleBengong.id.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Jalan Terjal Target Energi Bersih Bali

Jalan Terjal Target Energi Bersih Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
Keberanian Memimpin Diri, Menguasai Ruang Hidup Sendiri

Keberanian Memimpin Diri, Menguasai Ruang Hidup Sendiri

11 October 2026
JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

10 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia