• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Denpasar Kok Tambah Dingin Ya?

Punjung Harry by Punjung Harry
29 July 2008
in Kabar Baru, Opini, Teknologi
0
7

Oleh Punjung Harry

Sumpah kalau siang-siang saya malah seneng. Tapi kalau malam mah bikin ngiri sama yang sudah punya temen tidur.

Dari zaman SMA saya sudah punya cita-cita buat tinggal di daerah yang ‘dingin’ dalam ukuran Indonesia. Suhu antara 25-30 derajat celcius merupakan kenyamanan buat saya, karena saya selama ini tinggal di daerah yang cukup panas. Istilah saya Mimpi karena keadaan. Malang, Bandung dan Bogor menjadi inceran saya buat kuliah.

Nah ternyata saya keterimanya di Universitas Udayana Bali.. Terkuburlah mimpi karena keadaan itu. So.. saya tinggal di Denpasar yang panas but asiklah buat tempat tinggal (bukan karena terpaksa lo :p).

Nah gara-gara dalam satu bulan ini Denpasar dingin terus, pas malam saya jadi inget sama mimpi karena keadaan itu.

Pemanasan Globalkah?
Banyak teman bilang dinginnya Denpasar karena efek pemanasan global. Istilah yang mulai meroket setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Nusa Dua Desember lalu. Nah dikarenakan saya ngga tahu menau tentang pemanasan global saya cuman manggut-manggut tanda pasrah. Di otak saya malah timbul banyak pertanyaan aneh kayak, “Loh katanya pemanasan global, kok malah bikin dingin?”

Setelah lama saya googling akhirnya ada jawaban yang bikin saya rada ngerti.

“Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim” (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global)

Saya juga rada ngeri sama yang satu ini:

Kondisi cuaca ekstrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat. Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir. (http://64.203.71.11/ver1/Iptek/0711/19/191903.htm)

Saya mikirnya kacau juga.. Kalau memang benar Denpasar dingin terus karena pemanasan global. Ngeri..

Saatnya Nyari Temen untuk Berbagi..
Berbagi selalu menjadi bagian hidup saya dari kecil. Beli jajan ya harus dibagi dua sama adik. Kalau ujian sekolah or kuliah hasil contekan dibagi-bagi sama temen. Terus kalau punya duit lebih ya bagi-bagi sama temen-temen untuk sekadar minum.

Nah, persoalannya, kalau masalah dingin saya harus berbagi sama siapa?

Otak saya langsung memusatkan perhatian sama pacaran. Kalau untuk persoalan ‘dingin’ pacaran merupakan sebuah solusi yang singkat, padat dan jelas sangat mengerti keadaan. Cukup realistislah.. Tapi cari di mana?

Saya pikir pacaran ngga cuman milih pasangan yang cakep, body yahud en yang pasti cukup hangat untuk nemenin mengusir ‘dingin’. Wew.. malah bikin pusing kayaknya kalo pacaran.. Malem minggu harus apellah.. Nah, di jalan kan dingin.. Trus harus sering ngajakin jalan, nonton bioskop, nongkrong di cafe. Saya tersudut sama ide saya sendiri gara-gara mikirin masalah dingin.

Karena belom juga nemuin solusi lain selaen pacaran, saya akhirnya menyerah.. SAYA HARUS NYARI PACAR. Mulailah saya bergerilya dari cafe satu ke cafe lain. Terus dari Ramayana Mall, Robinson sampai Matahari buat nyari pacar.

Nah pas sampai Matahari di Lantai II saya menemukan pilihan saya, cocok buat nemenin tidur pastinya. Saya bayar Rp 76.000 terus cabut pulang ke kosan dengan sumringah buat nyobain guling baru…

Pacar bukan solusi satu-satunya ternyata.. Walaupun menurut saya masih paling keren buat ngatasin dinginnya Denpasar. Guling Oke juga kok. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Punjung Harry

Punjung Harry

Related Posts

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
Next Post

Undangan Mengenang dr Djelantik dan Mekele Astri

Comments 7

  1. wira says:
    18 years ago

    eh, ujung2nya kok ngomongin pacar ya? hehehe

    Reply
  2. anima says:
    18 years ago

    GULING! yeah, why didn’t I think of that ya :))

    Reply
  3. wawan says:
    18 years ago

    bilang aja kamu pengen cari temen tidur, pakek guling segala…..

    Reply
  4. luhde says:
    18 years ago

    bli punjung, kenken kabar?? aku sampe perlu konfirmasi ke penunggu balebengong ini soal kepastianmu bahwa kau tuh benar bujang lapuk D4 par itu. lho, kok repot, kan udah biasa sndiri. but, pengen beli guling juga nih

    Reply
  5. punjung says:
    18 years ago

    iya nie luh de.. btw bujang-bujang aja de gag pakek lapuk hihihihihii.

    Reply
  6. Putu Adi says:
    18 years ago

    Walah…nyari bantal guling aja sampe ke cafe-cafe.

    Reply
  7. Danny Yatim says:
    18 years ago

    Saya baru saja berakhir pekan di Bali karena ada acara, dan merasakan dinginnya Kuta, Denpasar, Sanur, Karangasem di malamhari, Sebenarnya ini bukan fenomena aneh kok. Sejak dulu Bali dan NTT akan terasa lebih dingin pada bulan Juni-Juli-Agustus karena terimbas udara dingin dari Australia yang sedang mengalami musim dingin.

    Kalau mau dihubungkan dengan Global Warming bisa saja? Dinginnya Bali di tahun 2008 ini nggak ada apa-apanya dibandingkan Juni-Juli tahun 1980an 🙂

    Reply

Leave a Reply to Putu Adi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia