• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Undangan Mengenang dr Djelantik dan Mekele Astri

Anton Muhajir by Anton Muhajir
29 July 2008
in Agenda, Budaya, Sosok
0
5

Dikirim Kelompok Tulus Ngayah

Tak ada yang mati sesungguhnya,
bila engkau menanam dirimu searif umbi rumput teki,
tak padam walau cuaca tak lagi curahkan hujan.
Tetap tumbuh dan menegak dalam hari

Sahabat, bersama ini kami mengundang Anda untuk malam kenangan bagi orang tua kami Alm DR Djelantik dan Mekele Astii pada

Sabtu, 2 Agustus 2008
di Taman Ujung (Soekasada) Karangasem, Bali.

Acara:
– 15.00 Wita : Diskusi Buku bersama Goenawan Mohamad, moderator Sugilanus
– 16.30 Wita : Pameran Film, dengar cerita mengenai DR Djelantik oleh Cok Sawitri dkk
– Dinner, band Ayu Laksmi & Tropical Transit serta persembahan tari oleh keluarga (anak, ponakan dan cucu diantaranya Bulan Trisna, MAdelif, Widura dan Surya juga Dayu Agung, Gus De, Gung Ayu Sasih,dll)

Salam kasih dan hormat

Biyang Bulan Trisna Djelantik dan adik-adik
—

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi Sugi Lanus HP. 085237012038

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Next Post

Kesegaran Alami Sambel Bejek

Comments 5

  1. luhde says:
    17 years ago

    kedengarannya eksotis. berharap dapat berkunkung ke ujung karangasem.

    Reply
  2. nyoman oken says:
    17 years ago

    terkenang kepada mendiang dr. djelantik. beliau adalah seorang dokter yang memegang teguh sumpah hippokrates.
    nyawaku pernah ditolong oleh beliau tahun 1958, ketika aku menderita penyakit malaria. kala itu aku sudah pingsan, beliau sudi datang kerumahku pukul 2 malam, mengobati dan menjaga sampai aku siuman. setelah siuman aku menggigau dan mengamuk. keesokan hari ibuku memarahi aku, katanya, mengapa engkau kemarin malam ngamuk dan berani memukuli dr. djelantik. aku bilang, aku tak sadar. mohon maaf kepada arwah dr. djelantik.

    denpasar tempo doeloe hanya ada 3 dokter :
    dr. oei, yang istrinya orang belanda, di-wangaye.
    dr. angsar, di kayumas.
    dr. djelantik, rumahnya di-carik, banjar balun.

    mereka semuanya dokter2 yang pandai dan berjiwa sosial.
    seandainya denpasar masih memiliki dokter2 seperti mereka, angkatan tua yang berjiwa sosial dan tidak mata duitan, niscaya orang2 indonesia tidak perlu berobat ke-singapura.

    terima kasih setulusnya kepada ketiga dokter2 tua denpasar.
    semoga dokter2 yang sekarang praktek di denpasar bisa mengikuti jejak ketiga dokter tua tersebut.

    salam untuk anak2 dr. djelantik dan anak2 dr. angsar yang segenerasi dengan aku.

    Reply
  3. Danny Yatim says:
    17 years ago

    Saya merasa senang sekali bisa menghadiri acara ini pada hari Sabtu lalu, 2 Agustus 2008. Saya sudah membaca buku biografi Dr Made Djelantik, baik yang Memoirs of a Balinese Prince dan Against All Odds dan sangat terkesan dengan pribadi almarhum. senang juga membaca pengalaman Nyoman Oken tentang dokter-dokter berjiwa sosial di Denpasar, dan bahwa Dr Djelantik adalah salah satunya.

    By the way acara di Taman Ujung juga sangat eksotis, apalagi bagi saya yang bukan orang Bali. Bahkan dalam pejalanan pulang ke Jakarta di pesawat, masih terbayang-bayang di benak saya beberapa lukisan beliau yang dipamerkan sambil membaca ulang bukunya (yang sengaja saya bawa dari Jakarta untuk meminta tandatangan penulis dan anggota keluarga)

    Reply
  4. Wowo says:
    17 years ago

    Bagaimana kl ditanyakan ke anak2x dr Angsar, siapa saja dokter2x generasi tua di Denpasar tahun 1950-an yg memegang teguh sumpah hippocrates.
    Ada dua anak dr Angsar yg sekarang spesialis kebidanan (jg bergelar Prof doktor) di Surabaya. Coba dihubungi. Paling gampang sebenarnya tanya langsung ke orang2x tua di Denpasar. Masih banyak saksi2x hidup kok. Saya orang asli Denpasar, dan kakek-nenek saya tidak pernah nyebut2x dr Djelantik. Kl dr Angsar, mereka sangat hormat.

    Kalau dr Angsar, bolehlah jiwa patriotismenya, bahkan beliau sampai pernah dipenjara penjajah Belanda. Lalu gimana ya dgn dr Djelantik? Kl baca bukunya sih keliatan hebat.

    Lg propaganda ya Biyang Bulan, ikut terjun ke politik di PNI Marhaen, dan pakai2x Ibu Sukmawati untuk keperluan tertentu :). Kirain bozz dr Lanang sudah sakti banget 🙂

    Peace
    Wowo Maskerdam

    Reply
  5. nyoman oken says:
    17 years ago

    hati-hatilah memakai istilah patriot, pahlawan, pejuang, tetek bengek yang mengkultuskan individu. setiap manusia yang setiap hari bekerja keras membanting tulang adalah seorang pejuang. setiap warga yang jujur membayar pajak adalah pahlawan. setiap warga yang patuh kepada undang2 negara adalah patriot.
    saudara sepupu istri saya tahun lalu meninggal dunia, dia dimakam di taman makam pahlawan. setahu saya, sebagai seorang keluarga dekat, dia seumur hidup kerjanya hanya memeras mengintimidasi orang2 kaya yang tidak memiliki backing yang kuat, dengan kekuasaan teman2-nya perwira2 tinggi abri. inilah contoh gelar pahlawan yang salah kaprah.
    saya lebih menyanjung para saudara2 kita yang jadi tki & tkw. mereka2 inilah pahlawan bagiku. mereka terpaksa menjual diri diluar negeri, karena kita hanya menyanjung penguasa2 yang korup.
    dalam laut dapat diukur, dalam hati siapa yang tahu ?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia