• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Cerdas Cermat untuk Evaluasi Program Harm Reduction

Anton Muhajir by Anton Muhajir
17 December 2008
in Kabar Baru
0
0

Oleh Anton Muhajir

Sambil memejamkan mata, I Made Suartama mendengarkan pertanyaan dari Yusuf Pribadi.

“Sebutkan salah satu lembaga pemerintah yang memberikan layanan harm reduction?” tanya Sting, panggilan akrab Yusuf Pribadi.

Setelah teman di sebelahnya memukul kentongan dari bambu, Made menjawab. “Rumatan Methadone Sanglah,” kata Made menyebut nama lembaga yang memberikan layanan harm reduction di Denpasar tersebut.

“Betul,” kata Sting. Sekitar 25 orang di dalam ruangan Yayasan Hatihati bertepuk tangan memberi aplaus untuk Made dan dua temannya di Regu B.

Made bersama dua temannya, Mas Hamzah Muslich dan Dewi Indria Sari, adalah bintang dari lomba cerdas cermat yang diadakan Yayasan Hatihati Selasa (16/12) kemarin. Dengan nilai 1450, mereka keluar sebagai Juara I.

Yayasan Hatihati adalah lembaga yang memberikan pelayanan harm reduction, pengurangan dampak buruk pada IDU dan pendampingan pada orang dengan HIV/AIDS (AIDS) di Bali. Lembaga yang berdiri pada 10 Desember 1998 ini adalah salah satu lembaga yang memulai program harm reduction di Indonesia sepuluh tahun lalu.

Merayakan ulang tahunnya yang ke-10 tersebut, Hatihati mengadakan kegiatan. Salah satunya adalah lomba cerdas antar-IDU tersebut.

Lomba itu diadakan di kantor Yayasan Hatihati di Denpasar Selatan. Sembilan peserta yang terbagi dalam tiga regu duduk lesehan beralas karpet. Tiap regu membawa kentongan dari bambu yang dipukul terlebih dahulu sebelum mereka menjawab pertanyaan. Meski saling bersaing, di mana kadang ada ketegangan karena satu sama lain ngotot merasa jawabannya paling benar, namun lomba berlangsung penuh keakraban.

“Menang kalah urusan belakang. Yang penting meriah,” kata Andi, salah satu peserta.

Yusuf Pribadi, Direktur Yayasan Hatihati mengatakan, lomba cerdas cermat baru kali ini dilakukan dalam rangkaian ulang tahun Hatihati. Biasanya, kegiatan ulang tahun hanya bersifat internal.

Namun, lanjut Sting, karena tahun ini adalah yang ke-10, maka Hatihati ingin lebih banyak melibatkan klien. “Sekalian melakukan evaluasi program selama sepuluh tahun ini,” tambah Sting.

Materi cerdas cermat itu terdiri dari berbagai pertanyaan terkait HIV dan AIDS maupun Narkotika, Psikotropika, dan Obat-obatan berbahaya lain (Narkoba). Misalnya tentang kelompok yang rentan tertular HIV, perilaku yang rentan menularkan HIV, juga lembaga yang memberikan pelayanan harm reduction di Bali.

Peserta lomba adalah klien Hatihati, baik yang masih aktif sebagai IDU maupun yang sudah ikut program terapi substitusi methadone. Made adalah salah satunya. Dia menjadi klien Hatihati sejak sekitar 2002 ketika masih aktif sebagai IDU. Sejak dua tahun lalu dia ikut terapi methadone dengan dosis terakhir 30 ml. “Tadi pagi baru minum. Makanya sekarang mulai ngantuk,” lanjutnya.

“Acaranya seru sekali. Karena kami bisa jadi melatih kekompakan sesama teman,” tambah Made usai lomba.

Menurut Sting, sejak berdiri sepuluh tahun lalu sampai saat ini, Hatihati memberikan layanan pada sekitar 1.500 klien. Klien yang masih dalam dampingan saat ini antara 300 sampai 400 IDU.

Karena itu mereka ingin mengevaluasi sejauh mana pemahaman IDU terhadap program-program tersebut. “Dari hasil lomba tadi, saya menilai bahwa pemahaman klien kami pada masalah HIV dan AIDS maupun narkoba sudah bagus. Justru pemahaman soal lembaga kami (Hatihati) yang masih kurang,” kata Sting.

Dalam lomba tersebut memang ada juga pertanyaan-pertanyaan terkait Yayasan Hatihati. Namun untuk pertanyaan semacam ini sebagian besar peserta malah tidak tahu. Padahal ketika diberi pertanyaan umum tentang HIV dan AIDS dan narkoba para peserta dengan cepat bisa menjawabnya.

Peserta lomba sendiri dipilih secara acak. Tapi sebagian besar memang yang sudah lama jadi klien Hatihati. Setidaknya di atas lima tahun. Karena itu para peserta terlihat bisa menjawab sebagian besar pertanyaan. “Karena sudah hafal di luar kepala,” kata Hamzah, peserta yang lain.

Namun tak hanya pengetahuan soal HIV dan AIDS maupun Narkoba yang bertambah di kalangan IDU. Menurut Lodovickus Gerong, manajer Program Yayasan Hatihati, para IDU juga makin berani berbicara di depan umum. “Ketika kami baru mulai program sepuluh tahun lalu, mana ada IDU yang berani ngomong di depan umum,” kata Vicky, panggilan akrabnya.

Tags: DenpasarHIV/AIDSJaringanNarkobaNGO
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post

Metuakan, Tradisi Minum Tuak di Karangasem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia