Mengapa Laki-Laki Lebih Mudah Menangis karena Sepakbola daripada Cinta?
Oleh: Muhammad Fathan Arindi Lampu stadion meredup perlahan, layar raksasa menampilkan skor akhir yang tak ingin dilihat siapa pun. Sekali...
Read moreDetailsOleh: Muhammad Fathan Arindi Lampu stadion meredup perlahan, layar raksasa menampilkan skor akhir yang tak ingin dilihat siapa pun. Sekali...
Read moreDetailsKarena aku sawah.Dan selama aku ada, kehidupan masih mungkin tumbuh. Aku ingin memperkenalkan diri, meski manusia jarang benar-benar mendengarkan tanah...
Read moreDetailsAda kalimat yang bergema jauh melampaui abad kesembilan belas, menembus dinding waktu dan menjelma menjadi bisikan lembut yang meraba jiwa....
Read moreDetails“Hidup memang tidak masuk akal, tidak jelas dan absurd, tetapi justru dalam ketidakmasukakalan itulah manusia menemukan kebebasan untuk terus hidup...
Read moreDetailsOleh Angga Wijaya Sepuluh tahun terakhir ini hidup saya lebih banyak dihabiskan di sebuah rumah kos di Denpasar. Sebelum itu,...
Read moreDetails