Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”
Penulis: I Wayan Willyana Menurut saya, ogoh-ogoh itu dulu dibuat atas dasar rasa happy oleh sekaa demen (kelompok bersenang-senang) karena...
Read moreDetailsPenulis: I Wayan Willyana Menurut saya, ogoh-ogoh itu dulu dibuat atas dasar rasa happy oleh sekaa demen (kelompok bersenang-senang) karena...
Read moreDetailsPanggillah Made Merta. Sejak lahir, mata tak pernah mengenal cahaya. Namun lapar tak peduli keterbatasan, dan tangisan anak tak menunggu...
Read moreDetailsOleh: Muhammad Fathan Arindi Lampu stadion meredup perlahan, layar raksasa menampilkan skor akhir yang tak ingin dilihat siapa pun. Sekali...
Read moreDetailsKarena aku sawah.Dan selama aku ada, kehidupan masih mungkin tumbuh. Aku ingin memperkenalkan diri, meski manusia jarang benar-benar mendengarkan tanah...
Read moreDetailsAda kalimat yang bergema jauh melampaui abad kesembilan belas, menembus dinding waktu dan menjelma menjadi bisikan lembut yang meraba jiwa....
Read moreDetails