• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Boneka Jari dari Anak Autis untuk Pasien Anak

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
18 September 2015
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial
0
0

buzz-narasibori goes to rs sanglah 2015 (1)

Gung Wah, remaja autistik menyanyi untuk Putri, pengidap thalassemia.

Senyum Putri, remaja perempuan ini tak pernah lepas. Ia sedang menunggu tersedianya empat kantong darah untuk rutinitasnya sejak bayi, transfuse. Tangan kirinya memegang dua boneka jari berbentuk binatang.

Boneka-boneka jari ini dijahit tangan oleh anak-anak dan pendamping mereka di Sanggar Belajar Autis Sarwahita Yayasan Peduli Autism Bali selama beberapa pekan.

“Ayo Gung Wah, kamu kan senang lagu Naff. Coba nyanyikan untuk mereka,” ajak Bunda Ratih pekan lalu.

Lalu Gung Wah menyanyikan utuh dua lagu dengan suara keras. Pasien anak-anak bertepuk tangan mengapresiasi. Gung Wah diajak bersalaman dengan semua pasien. “Cepat sembuh ya,” ujar Gung Wah dan Arsa yang kebagian berkeliling menghibur.

Para pendamping terlihat sangat bahagia melihat anak didiknya berusaha sepenuh hati berbagi keriangan. “Kami tak banyak berlatih untuk persiapan, tapi mereka luar biasa,” seru Ratih berkali-kali.

Sedikitnya ada 80 pasang boneka yang dibuat untuk diberikan pada pasien anak-anak di RSUP Sanglah. Pusat kegiatan mendongeng dan membagikan boneka jari ini dipusatkan di Sal Pudak. Ruang perawatan yang selalu penuh dengan puluhan anak-anak terapi kanker, tumor, dan thalassemia.

Selama sekitar satu jam, enam anak-anak autistik didampingi konselornya ini membacakan cerita, menyanyi lagu yang digemarinya, dan bersalaman dengan temannya yang sedang sakit. Mereka sangat sopan dan tertib.

Para konselor berhasil mengajak anak-anak sekolah yang berlokasi di Jl Ahmad Yani Denpasar ini berinteraksi dengan penghuni Sal Pudah dengan cara mereka sendiri.

Ketika masuk sal, rombongan berkoordinasi dengan Kepala Ruangan Sal Pudak untuk diarahkan bagaimana sebaiknya kegiatan berlangsung. Ada dua kelompok pasien anak, pertama mereka yang diizinkan keluar dari tempat tidur dan yang tidak.

buzz-narasibori goes to rs sanglah 2015 (5)

Untuk kelompok pertama, kegiatan dilakukan di Ruang Bermain yang biasanya menjadi tempat belajar dari Yayasan Kasih Anak Kanker Bali. Sedikitnya ada lima pasien dengan kanker yang masih mengenakan infus digendong oleh keluarganya. Belum mulai dongeng, mereka sudah tertawa melihat boneka-boneka jari berbagai bentuk seperti binatang, tumbuhan, rumah, dan lainnya.

Anak-anak Sanggar Belajar Autis Sarwahita membagi diri menjadi dua kelompok juga. Sebagian mendongeng dan menyanyi dari satu kamar ke kamar lain.

Dalam sal yang pasiennya tergantung pada jaminan kesehatan nasional ini, tiap hari adalah perjuangan. Putri dan Lov adalah dua anak perempuan yang bersahabat karena tiap dua opname beberapa hari tergantung kesediaan darah dan kondisi fisik.

Ada juga Dimas, anak laki-laki sekitar lima tahun yang tiap hari meringis menahan sakit karena tumor di perut. Sebagian besar adalah anak-anak pengidap kanker yang tak pernah sebentar menginap di rumah sakit.

Kegiatan tahunan ini difasilitasi Narasi Bori, komunitas yang senang membuat boneka jari untuk edukasi. Figur-figur boneka jari atau bori ini disesuaikan dengan konteks edukasinya. Misal pernah membuat Sasa, sebuah boneka yang diberikan pada penyandang disabilitas yang sedang bersiap mencari kerja.

buzz-narasibori goes to rs sanglah 2015 (2)

Sahabat Saya (Sasa) diharapkan menjadi simbol semangat dan dukungan yang dibantu Bali Export Development Organization (BEDO).

Kemudian ada juga seperangkat bori untuk mengampanyekan pendidikan kesehatan reproduksi dan kampanye pecegahan pelecehan seksual yang digunakan AyoUbud dalam sebuah sesi di Bali Spirit Festival.

“Tak perlu pintar menjahit di Narasi Bori, yang penting mau berbagi,” kata Madia Debya, mentor tiap workshop dan pegiat komunitas ini.

Ia diundang Sarwahita untuk mengajar cara membuat bori dan kemudian anak-anak ini sangat bersemangat sehingga terkumpul begitu banyak bori untuk disumbangkan. Jadilah bori dari dan untuk anak special. [b]

Tags: DenpasarKesehatanKomunitasSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Next Post
Nosstress Gaungkan Tolak Reklamasi Hingga Eropa

Nosstress Gaungkan Tolak Reklamasi Hingga Eropa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia