• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Blog dan Media Mainstream Bisa Saling Bersinergi

Anton Muhajir by Anton Muhajir
27 November 2008
in Kabar Baru, Teknologi
0
0

Oleh Anton Muhajir

Blog, sebagai sebuah hal baru dalam perkembangan media massa, tidak mengambil peran media mainstream yang sudah ada. Media mainstream seharusnya bisa bersinergi dengan blog sebagai sebuah kekuatan baru. Tema ini mengemuka dalam diskusi bertema “New Media: Akhir Media Konvensional?” yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Sanur, Kamis (27/11).

Enda Nasution, yang dikenal sebagai blogger terkemuka Indonesia, mengatakan blog dan media mainstream bisa saling mengisi. “Blog tidak mengkanibal media mainstream tapi melengkapi,” kata Enda.

Menurut Enda, blog, media mainstream, dan publik berada pada blogosphere ecosystem yang sama. Blog, sebagai bagian dari social media, memegang posisi yang mewakili suara-suara personal. Blog bersama social media lain yang disediakan oleh teknologi informasi seperti email, instan messenger, microblogging, dan petisi online mengantarkan informasi dari sisi personal dengan gaya tutur subjektif.

“Kekuatan itu kemudian didukung oleh media mainstream yang menjembatani social media dengan publik,” kata Enda, yang di kalangan blogger disebut sebagai Bapak Blogger Indonesia.

Enda memberikan contoh kekuatan blog untuk mewakili kepentingan publik pada kasus tuntutan penyelamatan Situ Babakan di Bandung, Jawa Barat. Komunitas pecinta situ di jantung kota Bandung itu berusaha melawan usaha pemerintah yang akan mengganti situ dengan mall.

“Mereka kemudian membuat blog yang disebarluaskan melalui mailing list, Facebook, petisi online, dan social media lain agar situ tersebut tetap dipertahankan yang oleh media mainstream kemudian ditangkap sebagai sebuah isu. Jadi blog dan media mainstream justru bersinergi dalam masalah ini,” ujar Enda.

Menurut pemilik blog enda.goblogmedia.com tersebut saat ini memang terjadi pergeseran dari media konvensional ke apa yang disebut sebgai new media. Dalam new media yang berbasis pada Web 2.0 tersebut, konsumen media tak lagi hanya sekadar mengonsumsi media, tapi juga memproduksi media sendiri. Dari Consumerism ke Producerism. Maka  muncul apa yang disebut sebagai prosumer, produser sekaligus konsumer media.

Hal ini bisa terjadi, lanjutnya, karena dalam new media produser tersebut bisa memotong cost of production dan cost of distribution.

Masalahnya, kata Enda, dengan kemudahan untuk memproduksi media tersebut maka ada konsekuensi rendahnya kualitas muatan dalam new media tersebut. “Karena new media cenderung bersifat tidak bisa dikontrol, sehingga tiap orang bisa memproduksinya,” tambah Enda.

Pertumbuhan blogger di Indonesia sendiri menurut Enda termasuk signifikan. Kalau tahun lalu ada sekitar 300.000 blog, tahun ini sudah ada sekitar 600.000 blog. “Tahun depan saya yakin akan lebih dari satu juta blog. Ini kekuatan yang luar biasa,” katanya.

Pesatnya pertumbuhan blog itulah yang bagi sebagian media mainstream memang jadi ancaman. Bill Gates misalnya pernah mengatakan bahwa kekuatan new media akan membuat media mainstream gulung tikar.

“Media cetak kemudian berpikir bagaimana caranya agar survive. Satu-satunya jalan adalah dengan beralih ke dot com,” kata Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia Group, dalam diskusi yang sama.

Menurut Agung, tantangan new media itu yang membuat Kompas sebagai media terbesar di Indonesia juga ikut menggunakan teknologi informasi sebagai media untuk publikasi. Sejak tahun 2000, Kompas mulai aktif menggunakan Kompas Online, yang saat itu hanya versi online dari edisi cetak.

Dalam perkembangannya, saat ini Kompas.com bahkan menjadi media konvergensi yang mengawinkan berbagai teknologi dalam media seperti teks, foto, bahkan video. Bahkan ruang untuk komunitas, sesuatu yang menjadi modal utama new media, pun kini ada dalam Kompas.com.

“Dengan cara itu maka media mainstream akan tetap survive. Dia tidak akan mati,” kata Agung di depan sekitar 100 peserta seminar.

Seminar itu sendiri diadakan oleh AJI Indonesia dalam rangkaian Kongres AJI. Selain seminar, akan ada pembahasan tentang organisasi dan pengurus baru. Kongres akan diadakan sampai Sabtu nanti.[b]

Tags: AgendaDenpasarJaringanTeknologi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post

Harusnya Kapolda Bali Malu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia