• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Blanjong Jejak Kemenangan Sri Kesari Warmadewa

Persma Akademika by Persma Akademika
24 February 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Travel
0
0

Prasasti Blanjong di Sanur

Blanjong berasal dari dua kata, yakni belahan dan ngenjung.

Belahan berarti pecahan, sedangkan ngenjung adalah isti­lah dalam Bahasa Bali Alus yang berarti ka­pal nelayan. Be­rawal ke­tika peca­han kapal Belanda terdampar pertama kali di pe­sisir Sanur, yang tepat­nya kini di pesisir Blanjong. Peristi­wa inilah yang menjadi awal sejarah nama Blanjong.

Blanjong adalah nama daerah di Desa Intaran, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Di daerah ini juga ditemukan Prasasti Pilar tepatnya di dekat Banjar Blanjong. Kemu­dian prasasti tersebut diberi nama Prasasti Blanjong.

“Prasasti Blanjong melambangkan tugu kemenangan,” ungkap Mangku Segara. Beliau seorang pemangku (sebutan orang suci di Bali-red) yang senan­tiasa menemani para wisatawan asing maupun lokal yang berkun­jung ke Cagar Budaya Prasasti Blanjong.

Blanjong merupakan tonggak kemenangan ketika Sri Ke­sari Warmadewa memimpin Bali.

Uniknya, Prasasti Blanjong memakai bahasa bilingual yakni Bahasa Bali Kuno yang ditulis den­gan huruf Pra–Negari serta Bahasa Sansekerta yang ditu­lis menggu­nakan huruf Kawi. Dalam prasasti tersebut, tertulis: “Pada tahun 835 çaka Bu­lan Phalguna, seorang raja yang mempu­nyai kekua­saan di selu­ruh penjuru dunia berista­na di Keraton Sanghadwala, bernama Çri Kesari telah mengalahkan musuh-mu­suhnya di Gurun dan di Swal. Inilah yang harus diketahui sampai kemudian hari.”

Prasasti BlanjongJuru Kunci
Berdasarkan isi prasasti tersebut diketahui pengukuhan Prasasti Blan­jong terjadi pada tahun 835 Saka. Dalam pemeliharannya Prasasti Blanjong sempat mengalami pemugaran beberapa kali. Prasasti dengan tinggi 177 cm dan diameter 62 cm ini, menarik wisa­tawan asing dan domestik untuk mengunjungi jejak–jejak sejarah Bali Kuno.

Hingga Prasasti Blanjong yang ditempatkan dalam lemari kaca akhirnya. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengeluar­kan Undang–undang perlindungan Nomor 11 Tahun 2010 dan mene­tapkan Prasasti Blanjong sebagai salah satu cagar budaya di Bali.

Prasasti Blanjong kini di­tempatkan pada sebuah lemari besar yang ter­buat dari kaca. Bertu­juan agar prasasti terse­but dapat dilihat dari luar dengan leluasa. Tetapi tak banyak orang yang boleh masuk ke dalam lemari kaca terse­but. Hanya sang juru kunci yaitu Mangku Segara yang memiliki wewenang. Terlihat pula masyarakat setem­pat yang sedang meng­haturkan sesaji berupa canang sari (salah satu jenis persem­bahan masyarakat Hindu-red) un­tuk menghormati prasasti tersebut.

Kini jejak–jejak pemerintah­an Sri Kesari Warmadewa ini sudah terawat cukup apik. Dilindungi pula oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Wilayah Kerja Provinsi Bali, NTT dan NTB. Tepat di sebe­lah kiri lemari kaca terdapat sebuah meja yang di atasnya tampak se­buah buku kunjungan serta sebuah buku yang menerangkan tentang isi dari Prasasti Blanjong tersebut.

Sebenarnya, Prasasti Blanjo­ng berada pada sebuah lingkungan pura. Pura tersebut bernama Pura Blanjong. Selain Prasasti Blanjong, di pura tersebut juga dapat ditemu­kan beberapa arca peninggalan dari pemerintahan Sri Kesari Warmade­wa.

Arca yang paling populer adalah Arca Ganesha yang kini disimpan di areal Pura Blanjong. Sedangkan arca lain hanya bersifat frag­matis dikarenakan penggambaran­nya kurang jelas dan yang tersisa hanya beberapa bagian. Sementara arca lain, seperti Arca Perwujudan yang kini sudah dipindahkan ke Museum Bali meng­gambarkan seorang Dewi yang berdiri tegak dengan bentuk wajah bulat telur, mengenakan mahkota yang bertingkat, serta perhiasan seperti anting dan kalung. Diduga arca ini adalah perwujudan dari permaisuri Sri Kesari Warmadewa.

Setali tiga uang dengan Arca Per­wujudan, Arca Terakota dan Arca Binatang kini juga disimpan di Museum Bali dengan kode yang terpisah. Hal ini bertujuan agar peninggalan budaya dapat disatu­kan dalam satu tempat. [b]

Tags: DenpasarTravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Waspada Angin Kencang Malam Ini

Waspada Angin Kencang Malam Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia