• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bencana Lingkungan di Bali Dinilai Akibat Kerusakan Alam

Walhi Bali by Walhi Bali
21 October 2022
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Jumpa pers Walhi-KEKAL-Frontier, 21 Oktober di Denpasar.

Komite Kerja Advokasi Lingkungan (KEKAL) Bali, Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (FRONTIER) Bali beserta WALHI Bali tanggapi bencana yang menimpa Bali dewasa ini. I Made Juli Untung Pratama, dari KEKAL Bali menilai bencana yang menimpa Bali akhir-akhir ini seperti banjir dan tanah longsor merupakan bencana lingkungan, bukan bencana alam.

Kejadian tersebut terjadi akibat dari rusaknya lingkungan hidup dikarenakan tidak adanya kebijakan Pemerintah Bali yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan. “Kejadian tersebut terjadi akibat rusaknya lingkungan hidup,” ungkapnya pada Jumat (21/10/2022) dalam acara Jumpa Pers yang diadakan oleh 350 Indonesia dan Extencion Rebelion (XR) Indonesia yang bertempat di Kubu Kopi.

Selain itu Untung Pratama menambahkan bukanya memperbaiki tatanan lingkungan hidup, sebaliknya pemerintah malah membangun proyek-proyek yang merusak alam seperti pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan rawan bencana. Membangun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang akan menerabas sawah dan hutan serta adanya rencana pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur yang justru menambah dari deretan proyek yang meningkatkan alih fungsi lahan dan buruknya mitigasi bencana di Bali. “Hilangnya 6 nyawa atas bencana banjir dan tanah longsor merupakan akibat dari kebijakan Pemerintah Bali yang abai terhadap perlindungan dan pelestarian lingkungan sehingga terjadinya bencana lingkungan,” tegasnya.

Anak Agung Gede Surya Sentana, dari FRONTIER Bali menyayangkan di tengah terjadinya bencana dimana-mana pemerintah masih kukuh terhadap kebijakannya melancarkan proyek-proyek perusak alam yang akan menimbulkan bencana lebih serius ke depannya. Disamping itu ia juga menilai, kejadian banjir di Jembrana yang sempat memutus akses jembatan bukan semata-mata karena cuaca ekstrem saja tetapi karena adanya kerusakan lingkungan hidup. “Adanya banjir di Jembrana sampai memutus akses jalan, dimana terdapat kayu-kayu besar yang berserakan menandakan bahwa keadaan hutan di Bali tak baik-baik saja,” pungkas Gung Surya.

Terakhir Made Krisna Dinata selaku Direktur Walhi Bali menyampaikan bahwa di tengah persiapan venue G-20 dimana wajah bali dipoles sedemikian rupa, seolah-olah selaras dengan prinsip perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup dengan menampilkan Mangrove sebagai showcasenya justru berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi. Mangrove terancam akibat proyek Terminal LNG yang tentunya akan berakibat buruk bagi mitigasi bencana Bali. “Kami mendesak Pemerintah Propinsi Bali agar segera menghentikan proyek-proyek yang berpotensi membawa Bali ke arah ancaman serius bencana lingkungan,” tutupnya.

kampungbet
Tags: banjir di balibencana balilongsor di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Walhi Bali

Walhi Bali

Related Posts

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Blabar Bali dan Ekonomi Politik Keserakahan

27 November 2025
Menelisik Ancaman Bencana di Bali melalui Analisis Sosial

Menelisik Ancaman Bencana di Bali melalui Analisis Sosial

15 November 2025
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Merefleksikan Tata Ruang Bali Pasca Bencana

5 October 2025
Dari Lumpur ke Layar: Bagaimana Banjir Menjadi Konflik Horizontal di Media Sosial

Dari Lumpur ke Layar: Bagaimana Banjir Menjadi Konflik Horizontal di Media Sosial

23 September 2025
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

16 September 2025
Next Post
Mengikuti Proses Pembuatan Tikar di Melali Ngis

Mengikuti Proses Pembuatan Tikar di Melali Ngis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia