• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Banyak Pasien Miskin Tak Terdaftar Jamkesmas

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
6 November 2008
in Kabar Baru
0
1

Oleh Luh De Suriyani

Rumah Sakit Sanglah Denpasar mencatat lebih dari 2200 pasien miskin tidak terdaftar dalam daftar peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibuat Bupati di Bali. Akibatnya, RS Sanglah harus menanggung biaya pasien miskin lebih dari 475 juta rupiah hingga September 2008 ini.

Jamkesmas adalah program pengganti Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin). Untuk bisa menjadi peserta Jamkesmas, nama penduduk harus didaftarkan oleh Kepala Daerah dan masuk dalam Surat Keputusan kemudian diteruskan ke rumah sakit sebagai daftar rujukan untuk mendapat keringanan biaya.

Ketidakakuratan data Jamkesmas dengan pasien miskin yang sebenarnya dibahas dalam Kunjungan rombongan Komisi IX DPR RI ke RS Sanglah, Senin lalu.

Lebih dari 2000 pasien miskin yang tak terdaftar Jamkesmas itu adalah akumulasi dari jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan yang tak mendapat fasilitas Jamkesmas. Direktur Rumah Sakit Sanglah, Dokter I Gusti Lanang M. Rudiartha memaparkan dari yang tidak terdaftar sebagai pasien miskin Jamkesma sebanyak 70% dari 2890 pasien rawat jalan. Sementara pasien rawat inap yang tak terdaftar 31% .

“Kami telah mengkoordinasikan pada para Bupati agar pasien miskin yang tak didaftarkan sebagai peserta Jamkesmas mendapat Surat Keterangan Tanda Miskin agar pelayanan pasien miskin tak terhambat,” ujar Lanang.

Selain masalah data pasien miskin, Lanang juga mengeluhkan sebagian obat-obatan yang masuk dalam formularium Depkes tidak ada si pasaran. “Obat-obat ini kemudian diganti dengan obat paten dengan harga termurah, sehingga ada kelebihan pembayaran sekitar Rp 8 juta per bulan yang harus ditanggung rumah sakit” kata Lanang.

Ketua rombongan Komisi IX DPR, dokter Ribka Tjiptaning mengatakan krisis global menambah jumlah pasien miskin di Indonesia. Dari 70 juta melonjak menjadi lebih dari 115 juta orang. “Kami mengharapkan pemerintah menambah alokasi biaya untuk pasien miskin. Bagaimana pun masalahnya, rumah sakit tidak bolej menolak pasien miskin,” kata Ribka, Wakil Ketua Komisi IX DPR ini.

Untuk itu, pihaknya mengaku tengah mengintensifkan penyelesaikan draft RUU tentang Rumah Sakit yang di dalamnya mengatur kedaulatan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama pasien miskin.

Pun demikian, dari laporan yang diterimanya, banyak pasien yang tak layak terdaftar Jamkesmas. Ia tak bisa menyebutkan jumlahnya karena masih dalam tahap pemantauan. [b]

Tags: DenpasarKesehatanWarga Miskin
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post

Perpustakaan Bali Berikan Penghargaan pada Penulis

Comments 1

  1. m.nizar says:
    18 years ago

    halo..
    waduh baru sempat main kemari. rupanya padat juga ya isinya.
    kalo aku ikutan nyumbang tulisan bisa ga?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

24 June 2026
Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia