• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sekilas Info

Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan Karangasem

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
10 July 2019
in Sekilas Info
0
0
Bantuan air bersih bagi warga di Karangasem. Foto ACT Bali.

Kekeringan sudah mulai terjadi di beberapa titik Pulau Bali.

Beberapa desa di Karangasem, Kabupaten tempat Gunung Agung kokoh berdiri mengalaminya. Termasuk di antaranya adalah Kecamatan Rendang, tepatnya di Desa Menanga dan Banjar Belatung.

Merespon kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali mulai mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah tersebut. Sebanyak 5 ribu liter air telah diberikan untuk mencukupi kebutuhan air ratusan kepala keluarga.

Kecamatan Rendang mencakup Gunung Agung hingga lerengnya di bagian barat. Saat ini di Kecamatan Rendang banyak desa yang mengalami kekeringan.

Menurut Arif Marsudi, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali, kondisi ini membuat warganya harus turun gunung untuk mencari sumber air. Jalan naik-turun dan berkelok, serta beban membawa air menjadi tantangan warga untuk membawa air ke rumah.

Hari tanpa hujan yang telah berlangsung cukup lama di daerah ini membuat persediaan air dalam tandon milik warga mulai menipis persediaannya.“Air kami ambil dari sumber air di kaki Gunung Agung. Kondisi medan yang menantang membuat tim agak sulit mencapai desa,” tambah Arif, Selasa (9/7/2019) kemarin.

Dibantu relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Karangasem, distribusi berjalan lancar. Simpan, warga Menanga mengatakan, sangat terbantu dengan adanya bantuan air ini. Setidaknya, dia tak perlu bolak-balik ke sumber air yang jauh dari permukiman untuk beberapa waktu ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada Kamis (27/6) lalu merilis data wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami kekeringan di awal musim kemarau ini.

Pulau Bali diberikan warna merah sebagai tanda “awas”. Curah hujan sangat rendah di wilayah Bali, dengan hari tanpa hujan (HTH) yang cukup lama dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam sepekan ini, ACT Bali akan mendistribusikan air di wilayah Karangasem lainnya. Rahman selaku Ketua MRI Karangasem mengatakan, air akan dikirimkan pula ke wilayah yang terdampak kekeringan, seperti di Banjar Batusesah.

Kalau mereka enggak ambil air sendiri atau mendapat bantuan air, warga harus membeli untuk kebutuhan konsumsi, kebersihan dan pertanian. Harganya Rp 150 ribu per 4 ribu liter. Kalau terus membeli air, itu akan memakan biaya besar. Apalagi kemarau berlangsung panjang.

“Di Menanga, ACT menjadi yang pertama kali mendistribusikan air bersih. Sebelumnya belum pernah ada,” kata Rahman.[b]

kampungbet
Tags: KarangasemSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

5 October 2026
Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

14 September 2026
Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

Catatan Perjalanan Desa Ban: Masih Terjal dan Krisis Air

31 August 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Next Post
Anak Muda Bali, Saatnya Ikut Sekolah Antikorupsi

Anak Muda Bali, Saatnya Ikut Sekolah Antikorupsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

13 October 2026
Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

13 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia