• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Bali Art Society Menggelar Bali Art Fair 2013

Wayan Sunarta by Wayan Sunarta
9 September 2013
in Budaya, Kabar Baru
0
0

BAS

Komunitas seni Bai membuat gebrakan perdana sekaligus “unjuk kekuatan”.

Bali Art Society (BAS) akan menggelar Bali Art Fair 2013 pada 20 September 2013 hingga 5 Oktober 2013. Kegiatan diadakan di tiga venue, Tonyraka Art Gallery (Ubud), Maha Art Gallery dan Danes Art Veranda (Denpasar). Pameran besar ini merupakan gebrakan perdana pogram seni rupa BAS, dan sekaligus menjadi aksi “unjuk kekuatan” (show of force) BAS di hadapan publik seni rupa regional, nasional bahkan internasional.

Pameran Bali Art Fair 2013 bertajuk Bali On the Move (BOM) akan diikuti 132 perupa akan menghadirkan seni lukis, patung, seni grafis, fotografi, instalasi dan video art (new media). Para perupa senior yang telah mempunyai rekam jejak mumpuni akan berpameran bersama dengan para perupa muda, khususnya emerging artist.

Kurator pameran seni rupa Bali On the Move, Arif Bagus Prasetyo dan Wayan Jengki Sunarta telah menyeleksi sekitar 200 karya seni rupa. Event ini selain direspon para perupa secara individual, juga mendapat sambutan dari kelompok seni rupa seperti Kelompok pematung BIASA, Kelompok penggrafis muda B-Tjap dari Singaraja, kelompok katarupa dan komunitas art fotografi Lingkara.

Komite Pameran Seni Rupa Bali Art Fair 2013 memberi prioritas kepada kelompok agar publik kuas dapat mengetahui perkembangan seni rupa secara utuh dan menyeluruh.

Jauh hari sebelum menggelar Pameran Seni Rupa Bali On the Move, departemen penelitian dan pengembangan BAS telah melakukan penelitian, dengan mendatangi komunitas seni, studio para perupa dan studio Institut Seni Indonesia, Denpasar.

Melihat kenyataan obyektif di lapangan, ada setitik optimisme dari kalangan perupa yang berlatar belakang budaya agraris, penerus tradisi seni lukisan Bali yang bergerak mengeksplorasi pokok soal kehidupan Bali secara kekinian. Sedangkan para perupa yang berlatar belakang akademis mulai mencerap dan mengembangkan teknik seni lukis Bali dalam proses berkarya.

Melalui program diskusi yang digelar BAS setiap Jumat malam itu, diketahui bahwa khazanah seni rupa Bali bergerak ulang-alik. Simpul pemikiran itu yang mendasari event Bali Art Fair 2013 dengan mengangkat tajuk Bali On the Move.

Menurut perupa senior Made Wianta, event Bali Art Fair 2013 yang bertajuk Bali On the Move adalah momen yang berharga untuk mewujudkan kebersamaan, sekaligus melihat pencapaian kreatif perupa yang berkarya di Bali sekarang ini.

“Sudah saatnya Bali menyelenggarakan event seni rupa, yang terkait dengan perkembangan seni rupa dunia. Selama ini para perupa Bali secara individual sudah sering mengikuti event-event seni rupa dunia seperti Venice Biennale, namun sayangnya kita belum sanggup menyelenggarakan event seni rupa sekelas itu. Saatnya kita sekarang mulai menata dengan menyelenggarakan event seperti Bali On the Move, agar dunia tahu bahwa di Bali juga ada event seni rupa. Saya senang sekali anak-anak muda di BAS berinisiatif membuat event ini, yang dapat mewujudkan kebersamaan di kalangan seni rupa (art scene) dengan bekerjasama dengan pemangku kebijakan (stakeholder) seni di Bali,” ujar Wianta yang akan menghadirkan karya seni instalasi dalam pameran Bali On the Move.

Di samping pameran seni rupa, Bali Art Fair 2013 juga akan diisi dengan kegiatan diskusi seni rupa dan workshop. Diskusi seni rupa akan membahas persoalan mendasar yakni pembuatan karya seni rupa (art making) di Bali. Pengetahuan art making yang telah dipraktikkan para seniman dari masa ke masa, melahirkan keanekaragaman gagasan dan bentuk pencapaian Seni Rupa Bali seperti dalam lukisan gaya Batuan, gaya Kamasan, gaya Ubud, gaya Sanur, gaya Pengosekan, dan penerusnya.

Khazanah Seni Rupa Bali, sedari pra-modern hingga seni rupa kontemporer (contemporary art), menunjukkan bahwa Seni Rupa Bali bergerak, berkembang secara luas dan sinambung.

Potensi pembuatan karya seni (art making) ini menyadarkan kita betapa Bali mempunyai potensi baik dari sudut demografi seniman dan geo-budaya, bakal menjadi ruang subur untuk tumbuh dan mekarnya seni rupa global.

Workshop akan memberi pengetahuan mendasar bagi perupa dalam memperluas medan apresiasi seni rupa di ranah internet. Hendra W. Saputro, Direktur Bali Orange Communication, akan memberikan kiat-kiat andal untuk para perupa agar karya seni rupa dapat diapresiasi oleh public di jagad internet dan dari segi pengembangan bisnis untuk menjangkau art market yang lebih luas. [b]

Agenda “Bali Art Fair 2013: Bali on the Move”

1. Pembukaan Pameran : Jumat, 20 September 2013, pukul 19.00 Wita di Tonyraka Art Gallery, Jalan Raya Mas, Ubud.

2. Jadwal Pameran Seni Rupa : 20 September – 5 Oktober 2013, pukul 09.00-19.00 Wita

Tonyraka Art Gallery, Jalan Raya Mas, Ubud.
Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk No 159, Denpasar.
Maha Art Gallery, Jl. Merdeka No. 18, Tanjung Bungkak, Denpasar.

3. Acara Performance Art :
Danes Art Veranda : Minggu, 22 September 2013, pukul 19.00 Wita
Maha Art Gallery: Jumat, 27 September 2013, pukul 19.00 Wita

4. 30 September 2013, pukul 19.00 Wita
Diskusi Seni Rupa:
“ART MAKING: Potensi, Peluang dan Tantangan Seni Rupa Bali di Ranah Global Art”

Pembicara: Wayan Yogaparta (kurator/penulis seni ), Arif Bagus Prasetyo (kurator/penulis seni), Wayan ‘Jengki’ Sunarta (curator/penulis seni) dan Wayan Tang Adimawan (peneliti utama katarupa Institute)

Tempat: Bentara Budaya Bali, Jl. Prof. Ida Bagus Mantra 88-A, By Pass Ketewel, Gianyar.

5. Minggu, 4 Oktober 2013, pukul 16.00 Wita
Workshop:
“Seni Rupa di Ranah Internet”
Pembicara: Hendra W. Saputro (BaliOrange Communication)
Tempat: Taman Budaya (Art Center), Jl. Nusa Indah, Denpasar.

Tags: AgendaBaliBudayaSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Sunarta

Wayan Sunarta

Lulusan Antropologi Budaya, Fakultas Sastra, Universitas Udayana. Pernah kuliah Seni Lukis di ISI Denpasar. Mulai menulis puisi sejak awal 1990-an. Kemudian merambah ke penulisan prosa liris, cerpen, feature, esai/artikel seni budaya, kritik/ulasan seni rupa, dan novel. Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional, di antaranya Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Jawa Post, Pikiran Rakyat, Bali Post, Jurnal Kebudayaan Kalam, Jurnal Cerpen Indonesia, Majalah Sastra Horison, Majalah Gong, Majalah Visual Arts, Majalah Arti. Buku kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005), Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005), Perempuan yang Mengawini Keris (Jalasutra, 2011). Buku kumpulan puisinya adalah Pada Lingkar Putingmu (bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (bukupop, 2007), Pekarangan Tubuhku (Bejana Bandung, Juni 2010). Buku novelnya: Magening (Kakilangit Kencana, Jakarta, 2015).

Related Posts

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Next Post
Efektifkah Politik Soroh di Bali?

Efektifkah Politik Soroh di Bali?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia