Menggugat Hasrat Negara Mengatur Desa Adat
Bali tak lepas dari upaya negara untuk mengatur desa adat. Bisa dibilang, komunitas-komunitas lokal di seantero negeri ini dipaksakan “dinamai”...
Putra Bali yang menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Menyelesaikan Doktor dalam bidang Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Melanjutkan penelitian pascadoktoral dalam bidang ekologi budaya dan transformasi masyarakat Marori dan Kanum di Merauke, Papua (2016 – 2017) dalam program ELDP (Endangered Languages Development Programme) SOAS London bekerja sama dengan ANU (Australian National University). Menekuni studi tentang ekologi budaya, politik identitas, genealogi kekerasan, dan gerakan sosial di tanah Papua.
Penulis buku Jiwa yang Patah (2012), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017).
Bali tak lepas dari upaya negara untuk mengatur desa adat. Bisa dibilang, komunitas-komunitas lokal di seantero negeri ini dipaksakan “dinamai”...
Saya curiga ekowisata dan desa wisata hanya dalih untuk terus mengeksploitasi. Kisah tersingkirnya komunitas lokal di tengah terjangan investasi global...
Cerita pahit getir usaha kecil menengah di Bali. Kesuksesan para pegiat usaha kecil dan menengah di Bali ternyata diawali dengan...
Pelan tetapi pasti, muncul “agama pariwisata” dan para pengikutnya. Sontak kita terkejut setelah sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa Pulau Bali...
Instruksi Gubernur Koster soal KB Krama Bali sontak mengundang tanda tanya besar. Banyak yang bertanya-tanya apa latar belakang kebijakan Gubernur...