Kritik Kebudayaan (Kesenian) Bali yang Involutif
Saya masih ingat betul kritik kami pada PKB media 2001. Kami, saya dan beberapa teman, dengan keberanian dan sedikit nekad...
Putra Bali yang menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Menyelesaikan Doktor dalam bidang Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Melanjutkan penelitian pascadoktoral dalam bidang ekologi budaya dan transformasi masyarakat Marori dan Kanum di Merauke, Papua (2016 – 2017) dalam program ELDP (Endangered Languages Development Programme) SOAS London bekerja sama dengan ANU (Australian National University). Menekuni studi tentang ekologi budaya, politik identitas, genealogi kekerasan, dan gerakan sosial di tanah Papua.
Penulis buku Jiwa yang Patah (2012), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017).
Saya masih ingat betul kritik kami pada PKB media 2001. Kami, saya dan beberapa teman, dengan keberanian dan sedikit nekad...
Hidup di tengah kemacetan lalu-lintas transnasional, yakni Bali, dapat menjadi pengalaman yang melelahkan. Sebab, gloBALIsasi bukan sekadar mengapalkan lonceng angin...
Kajian Budaya Bali salah satunya berkembang melalui “tangan dingin” (alm) Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus. Melalui determinasi intelektual plus...
Teks I Ngurah Suryawan, Foto Anton Muhajir Bali, You leave this island with a sigh of reget and as long...
Teks I Ngurah Suryawan, Foto Ilustrasi Luh De Suriyani Kabupaten Buleleng di utara Pulau Bali dikenal dengan “bumi panas” karena...