Menginjeksi Gerakan Kewargaan Bali
Permasalahan perkotaan, khususnya di kota-kota besar di Bali, menjelang akhir tahun 2025 serasa begitu menyesakkan. Permasalahan banjir terus menghantui saat...
Putra Bali yang menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Menyelesaikan Doktor dalam bidang Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Melanjutkan penelitian pascadoktoral dalam bidang ekologi budaya dan transformasi masyarakat Marori dan Kanum di Merauke, Papua (2016 – 2017) dalam program ELDP (Endangered Languages Development Programme) SOAS London bekerja sama dengan ANU (Australian National University). Menekuni studi tentang ekologi budaya, politik identitas, genealogi kekerasan, dan gerakan sosial di tanah Papua.
Penulis buku Jiwa yang Patah (2012), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017).
Permasalahan perkotaan, khususnya di kota-kota besar di Bali, menjelang akhir tahun 2025 serasa begitu menyesakkan. Permasalahan banjir terus menghantui saat...
Hingga hari ini, saat cuaca tidak menentu, beberapa warga Denpasar yang saya temui seringkali merasa was-was jika hujan turun. Mereka...
I Ngurah Suryawan Sumber: @frontpemudarevolusioner (https://www.instagram.com/p/DQCCUH1iWUl/?img_index=1) Bunga dan Tembok oleh - Wiji Thukul Seumpama bungaKami adalah bunga yang takKau kehendaki...
Sebutlah namanya Made Bagus, perantau dari Buleleng, Bali Utara yang berani bersaing membuka “warung Madura ala Bali” di kompleks perumahan...
Kemarahan ini bukan sekadar soal “isu politik sesaat”. Ia akumulasi. Bertahun-tahun. Lapisan demi lapisan. Dari dapur yang makin lapar, dari...