• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Anjing Ras Kintamani, Jangan ‘Dipoligami’

Juniantari by Juniantari
16 April 2019
in Lingkungan
0
1


Anjing ras kintamani Bangli menunjukkan eksistensinya.

Ya, nama ras anjing yang tidak asing lagi di dengar ini kini mulai menggaet perhatian pecinta anjing. Sayangnya, ras yang berasal dari Kintamani, Bangli ini mengalami berbagai ancaman. Salah satunya mempertahankan kemurnian ras aslinya.

I Made Kardena, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Udayana mengatakan kedatangan ras luar yang dikawinkan dengan ras kintamani diduga menjadi salah satu faktor yang bisa mengancam kemurnian anjing kintamani.

“Jika tidak mendapat dukungan dari semua pihak dan terus seperti ini, takutnya akan berpengaruh terhadap fenotipe anjing ras itu sendiri dan bisa saja ada perubahan pada ras itu,” tuturnya.

Adanya virus rabies turut menyumbang ancaman untuk anjing kintamani. Menurut Kardena virus ini tidak bisa dikendalikan seperti faktor ancaman lainnya. Adapun jalan satu-satunya yang bisa meminimalisir ancaman ini adalah melalui vaksin.

“Jangan hanya memelihara karena suka. Tapi berikanlah perhatian, seperti menjaga kesehatan anjing dengan memberikan vaksin, minimal setahun sekali,” tandasnya.

Ternyata di balik bulu lebatnya, anjing ras kintamani memiliki perbedaan jenis anatomi yaitu memiliki perawakan lebih kecil dari anjing ras lokal lainnya. Namun, meski perawakannya lebih kecil, ras ini tergolong aktif beraktivitas.

Kardena menyatakan anjing ras kintamani termasuk anjing yang pintar karena cepat mengerti kalau dilatih.

Kurang Kesadaran

Sayangnya, kesadaran pemilik anjing ras kintamani masih kurang, sehingga sering kali meremehkan pemeliharaannya. Padahal ras ini akan dicanangkan ke kancah dunia agar mendapat pengakuan.

“Hanya saja, masih melalui tahap seleksi karena jenis anatomi anjing ini unik,” tuturnya.

Tak hanya menggaet perhatian pecinta anjing untuk melestarikan ras ini, pihak fakultas kedokteran hewan kini sudah memasukkan ajing ras kintamani sebagai program unggulan. Sehingga semua pihak bisa semakin sadar bahwa anjing ras kintamani adalah salah satu ikon bali yang mesti dilestarikan.

Tak berhenti sampai program unggulan, anjing ras ini juga mulai mendapat perhatian dari Pet Learning Organization (PLO). Menurut Ketua PLO I Gede Erik Juliarta pecinta anjing yang meluas kini menyebabkan ras ini semakin meningkat.

Bahkan anjing ras kintamani sendiri terlibat dalam festival anjing yang diadakan setiap bulan Oktober. Maka tidak diherankan lagi, anjing ras kintamani mendapat pelatihan khusus di PLO.

“Menurut Federal Kinologi Internasional sendiri, anjing kintamani itu digolongkan dalam grup lima yaitu tipe speed dan primitive. Artinya anjing ras ini bisa dikembangbiakkan semaksimal mungkin secara alami. Jadi dibiarkan saja lepas,” tutur Erik.

Erik menuturkan, tipe anjing ini jika dikembangbiakkan di luar asal aslinya sebenarnya bisa saja. Asalkan pemeliharaannya harus disesuaikan. Tidak terlalu dikekang dan sering diajak bermain menjadi salah satu tips yang dipaparkan oleh Erik.

Apalagi ras ini memiliki keunikan yang menarik yaitu tipe anjing yang cerdas dan peka. Inilah alasannya mengapa anjing ras ini sering dilatih untuk anjing pelacak di dunia kepolisian. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Juniantari

Juniantari

aku juga ada di akun instagram @juniyours

Related Posts

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
Next Post
Kegelisahan Saras Dewi pada Rusaknya Lingkungan Bali

Kegelisahan Saras Dewi pada Rusaknya Lingkungan Bali

Comments 1

  1. Arya says:
    7 years ago

    Mantap infonya, mudah-mudahan ras anjing kintamani tetap asli. Anjing bali yg sering disebut ‘cicing kacang’ juga 😀

    Reply

Leave a Reply to Arya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia